IHSG Anjlok 4,20 Persen, Asing Lepas Saham Rp 3,7 Triliun
Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
18:44
5 Juni 2026

IHSG Anjlok 4,20 Persen, Asing Lepas Saham Rp 3,7 Triliun

– Tekanan besar kembali menghantam pasar saham Indonesia pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 245 poin atau 4,20 persen ke level 5.595, memperpanjang tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Aksi jual investor asing menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan indeks. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp 3,719 triliun.

Tekanan jual tersebut terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama IHSG.

Baca juga: IHSG Ditutup Merosot 245 Poin ke 5.594,77, Saham WIFI Paling Merana

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar, mencapai Rp 1,137 triliun. Di posisi berikutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell senilai Rp 1,101 triliun.

Investor asing juga melakukan aksi jual pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 236 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 170 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 111 miliar.

Di tengah derasnya aksi jual tersebut, sejumlah saham masih mencatat akumulasi asing meski nilainya relatif terbatas. Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi saham dengan nilai beli bersih atau net buy asing terbesar, yakni Rp 21 miliar.

Selanjutnya, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat net buy Rp 19 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 15 miliar, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Rp 14 miliar, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 13 miliar.

Baca juga: IHSG Anjlok 4,20 Persen ke 5.594, WIFI, JPFA, dan PGAS Ambles

Untuk diketahui, IHSG dibuka pada posisi 5.846,491 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.860,671. Namun, tekanan jual yang terus meningkat membuat indeks bergerak turun hingga menyentuh area terendah di 5.594,111, sebelum ditutup di dekat angka tersebut.

Pelemahan terjadi secara merata di hampir seluruh kelompok saham. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 626 saham ditutup melemah, hanya 108 saham yang menguat dan 81 saham bergerak stagnan.

Tekanan jual yang masif juga tercermin dari tingginya aktivitas transaksi. Nilai transaksi mencapai Rp 31,73 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 38,04 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,19 juta kali transaksi.

Koreksi tajam tersebut turut memangkas kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 9.828,47 triliun.

Tag:  #ihsg #anjlok #persen #asing #lepas #saham #triliun

KOMENTAR