Stok Telur Berlebih, Wamentan Sarankan Peternakan Dibangun di Luar Jawa
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut stok telur dari produksi di Pulau Jawa sudah berlebih.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat dimintai tanggapan mengenai produksi telur nasional yang surplus 12 persen.
Dia mengatakan tantangan saat ini terletak pada ketidakmerataan produksi telur antarwilayah.
“Cuma memang yang jadi tantangan itu adalah ketidakmerataan gitu loh. Jadi kan kalau Pulau Jawa ini telur itu sudah tumpah-tumpah lah ya,” kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Bantuan Pangan Tak Harus Beras, Pemerintah Buka Opsi Telur dan Daging
Menurut Sudaryono, surplus telur sebenarnya menjadi masalah yang baik karena pemerintah saat ini menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Produksi telur yang berlimpah bisa diserap program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Meski ada keinginan untuk mengekspor telur ke luar negeri, Kementan melihat program MBG masih bisa menjadi penyerap produksi telur nasional yang berlebih.
“Karena kan ada yang namanya MBG, jadi ada dibuang ke situ,” ujar Sudaryono.
Sudaryono menyarankan masyarakat yang ingin memulai usaha peternakan ayam petelur tidak membangun kandang di Pulau Jawa.
Sebab, stok telur di Pulau Jawa sudah mengalami kelebihan pasokan atau oversupply.
“Kalau mau bikin di luar Jawa, di Sumatera, di Kalimantan, di Nusa Tenggara, di Sulawesi,” tutur Sudaryono.
Baca juga: Duduk Perkara Harga Telur Anjlok Drastis
Meski begitu, pemerintah tidak bisa melarang masyarakat membangun peternakan ayam petelur di Pulau Jawa.
Pemerintah juga memahami banyak masyarakat mulai tertarik membangun usaha peternakan ayam petelur karena melihat permintaan meningkat, terutama setelah program MBG berjalan.
Sudaryono mengatakan sebagian pelaku usaha mulai membangun kandang baru atau menambah populasi ayam hingga peternakan terisi penuh.
“Sehingga sebetulnya sebelum ada MBG kan dulu khawatir jangan-jangan nanti kurang, ternyata MBG ini men-trigger orang yang punya kandang tadinya nggak penuh jadi penuh,” ucap Mas Dar.
Sudaryono menuturkan Indonesia sebenarnya pernah mengekspor telur ke Amerika Serikat.
Ekspor itu dilakukan saat Amerika Serikat mengalami krisis. Telur yang dikirim juga harus memenuhi kualitas tertentu.
Namun, Kementan lebih menaruh harapan pada program MBG untuk menyerap produksi telur nasional.
Sudaryono berharap pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dapat menutup celah penyelewengan dan membuat program tersebut berjalan lebih baik.
“Memang tujuan BGN atau tujuan MBG itu kan nggak hanya ngasih makanan atau gizi, tapi juga bagaimana itu menggeliatkan kegiatan perekonomian khususnya di sektor pertanian dan peternakan,” kata dia.
Pemerintah juga memutuskan program Bantuan Pangan tidak harus hanya berupa beras dan minyak goreng.
Daging ayam dan telur juga bisa menjadi komponen Bantuan Pangan saat harga kedua komoditas tersebut anjlok.
“Itu satu antisipasi ke depan kita lah, tapi kan kita aturannya kita harus bereskan semua,” tutur Sudaryono.
Tag: #stok #telur #berlebih #wamentan #sarankan #peternakan #dibangun #luar #jawa