Operasi Militer Iran ke Israel Berakhir, Harga Minyak Masih Tinggi di Atas 90 Dollar AS
Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (15/5/2026), didorong ketidakpastian penyelesaian konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih membayangi pasar energi global. Harga Minyak Hari Ini Turun 5 Persen di Tengah Sinyal soal Kesepakatan AS dan Iran()
07:04
9 Juni 2026

Operasi Militer Iran ke Israel Berakhir, Harga Minyak Masih Tinggi di Atas 90 Dollar AS

- Harga minyak mentah masih bertahan di level yang tinggi pada hari Senin setelah konflik mereda. Sebelumnya, Iran dan Israel dikabarkan saling melancarkan serangkaian serangan militer.

Harga minyak mentah Brent atau minyak mentah berjangka yang jadi patokan internasional naik 1,41 persen menjadi 94,40 dollar AS per barrel pada pukul 13.03 waktu setempat.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 0,81 persen menjadi 91,27 dollar AS.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Teheran telah menghentikan serangan terhadap Israel, tetapi memperingatkan akan melanjutkan permusuhan jika Yerusalem terus menyerang Lebanon.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Iran Umumkan Setop Serang Israel | Trump Marah Saat Wawancara

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya telah menghentikan serangan untuk saat ini tetapi mengatakan perjuangannya melawan Iran dan Hizbullah belum berakhir.

Harga minyak melonjak lebih dari 5 persen sebelumnya setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai balasan atas kampanye militernya di Lebanon. Ini adalah serangan pertama sejak perjanjian gencatan senjata April.

Pasukan pertahanan Israel menuturkan, pihaknya merespons dengan menyerang target militer di Iran barat dan tengah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha mencegah kekerasan meningkat. Trump sebelumnya mengatakan di media sosial, Iran dan Israel sedang berupaya menyepakati gencatan senjata.

Dia mengatakan negosiasi AS dengan Iran mengenai kesepakatan akhir sedang berlangsung.

Seorang pejabat Iran yang terlibat dalam perundingan perdamaian dengan AS mengatakan, kesepakatan dengan Presiden Trump tidak lagi memungkinkan pada tahap ini.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, MB Ghalibaf, mengatakan blokade angkatan laut AS dan serangan Israel di Lebanon merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata April lalu. Aset AS dan Israel di kawasan itu kini menjadi target yang sah.

Sementara itu, OPEC+ sepakat untuk meningkatkan target sebesar 188.000 barel per hari mulai Juli. Kebijakan ini merupakan kenaikan kuota produksi minyak keempat sejak penutupan Selat Hormuz.

Peningkatan ini sejalan dengan bulan Juni, yang diturunkan dari peningkatan bulanan sebesar 206.000 barrel per hari pada Mei dan April karena keluarnya Uni Emirat Arab dari organisasi tersebut.

Baca juga: Usai Hentikan Perang dengan Israel, Iran Kembali ke Meja Perundingan

Tag:  #operasi #militer #iran #israel #berakhir #harga #minyak #masih #tinggi #atas #dollar

KOMENTAR