Purbaya Beberkan Peta Jalan Ekonomi RI Menuju Target 8 Persen pada 2029
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027 sebagai pijakan menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029.
Target tersebut dituangkan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
Purbaya mengatakan, KEM PPKF 2027 menjadi tonggak penting dalam penyusunan kebijakan fiskal karena menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan anggaran negara.
"KEM PPKF tahun 2027 ini merupakan KEM PPKF pertama dalam sejarah yang disampaikan langsung oleh Bapak Presiden," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Purbaya Bocorkan 8 Program Prioritas Prabowo Tahun Depan
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan belanja negara.
Karena itu, pemerintah menyiapkan strategi yang mengombinasikan kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan peran Danantara untuk menggerakkan investasi dan sektor riil.
"Melalui kolaborasi yang solid, diharapkan sektor keuangan berputar cepat dan sektor riil bergerak kuat sehingga mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi dan pada akhirnya kesejahteraan dapat dicapai lebih cepat," ujar Purbaya.
Dalam desain tersebut, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, tetapi juga menjadi katalis yang menarik partisipasi swasta.
Sementara itu, Danantara diarahkan untuk mempercepat investasi produktif pada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi.
Purbaya juga berjanji melanjutkan reformasi struktural melalui penyederhanaan perizinan, penguatan kepastian hukum, dan deregulasi guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Untuk menopang target pertumbuhan ekonomi, pemerintah memperkirakan investasi harus tumbuh pada kisaran 6,5 persen hingga 7,5 persen pada 2027.
"Kita mengharapkan penguatan sinergi tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8 persen sampai dengan 6,5 persen dengan trajektori menuju 8 persen pada tahun 2029," kata Purbaya.
Di sisi fiskal, pemerintah menegaskan APBN akan tetap dijaga sehat dan berkelanjutan.
Pendapatan negara ditargetkan mencapai 11,82 persen hingga 12,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan tax ratio sebesar 10,02 persen hingga 10,5 persen PDB.
Sementara itu, belanja negara diproyeksikan berada pada kisaran 13,62 persen hingga 14,8 persen PDB, dengan defisit anggaran dijaga pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen PDB.
"Untuk itu, APBN harus dijaga tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan," ujar Purbaya.
Belanja negara akan difokuskan pada delapan klaster program prioritas nasional, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.
Program tersebut didukung agenda penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.
Selain itu, pemerintah akan memperbaiki efektivitas perlindungan sosial.
Penyaluran bantuan sosial dan subsidi secara bertahap akan diarahkan berbasis penerima manfaat langsung dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih tepat sasaran.
Purbaya menegaskan, seluruh desain kebijakan fiskal tersebut bertujuan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, APBN 2027 dirancang tidak hanya untuk mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga menjadi jembatan menuju target ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah pada akhir dekade ini.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent dan sustainable, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 dapat tumbuh kuat," kata Purbaya.
Baca juga: Purbaya Pastikan Efisiensi dan Refocusing Anggaran Berlanjut pada 2027
Tag: #purbaya #beberkan #peta #jalan #ekonomi #menuju #target #persen #pada #2029