Harga Emas Dunia Merosot, Pasar Khawatir The Fed Naikkan Suku Bunga
Harga emas dunia(Freepik)
07:52
10 Juni 2026

Harga Emas Dunia Merosot, Pasar Khawatir The Fed Naikkan Suku Bunga

- Harga emas dunia merosot lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Selasa (9/6/2026) waktu setempat atau Rabu (10/6/2026), tertekan aksi jual di tengah meningkatnya peluang kenaikan suku bunga.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,5 persen menjadi 4.264,70 dollar AS per ons, setelah sempat anjlok lebih dari 2 persen pada sesi sebelumnya dan menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026.

Sementara itu, harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,8 persen ke level 4.286,40 dollar AS per ons.

Analis Senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, pelaku pasar tengah berada dalam kondisi waswas sehingga mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Hitung Biaya Isi Full Tank Avanza dan Xpander

"Para pelaku pasar sedikit gugup dengan kondisi saat ini. Hampir seluruh pasar memasuki mode menghindari risiko, dan kondisi itulah yang saat ini membuat harga emas ikut turun," ujar Haberkorn.

Ia menambahkan, harga emas dan perak masih akan berada di bawah tekanan hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed). Perhatian investor kini tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, yakni Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Mei pada Rabu dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) pada Kamis.

Kedua data tersebut dinilai akan menjadi petunjuk penting mengenai langkah suku bunga The Fed selanjutnya.

Dalam catatannya, Commerzbank menilai apabila inflasi AS pada Mei 2026 kembali lebih tinggi dari perkiraan, harga emas berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut.

"Jika data inflasi AS untuk Mei kembali memberikan kejutan ke arah yang lebih tinggi, harga emas kemungkinan akan turun lebih jauh. Namun hal itu juga dapat membuka peluang pemulihan di akhir tahun apabila sesuai perkiraan kami The Fed akhirnya tidak menaikkan suku bunga," tulis Commerzbank.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 68 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.

Di sisi lain, harga minyak dunia juga melemah setelah Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan serangan satu sama lain menyusul seruan Presiden AS Donald Trump.

Harga minyak yang tinggi umumnya dapat memicu inflasi dan membuat suku bunga bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

Meski emas sering dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Adapun harga logam mulia lainnya turut melemah.

Harga perak spot turun 4,3 persen menjadi 65,23 dollar AS per ons.

Kemudian harga Platinum melemah 2,1 persen menjadi 1.717,30 dollar AS per ons, sedangkan palladium turun 1,3 persen menjadi 1.220,92 dollar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 9 Juni 2026, Berikut Rinciannya

Tag:  #harga #emas #dunia #merosot #pasar #khawatir #naikkan #suku #bunga

KOMENTAR