Saat Bitcoin Terkoreksi, IPO SpaceX Jadi Magnet Baru Investor
Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.(Ist)
14:04
10 Juni 2026

Saat Bitcoin Terkoreksi, IPO SpaceX Jadi Magnet Baru Investor

- Pasar investasi global memasuki pertengahan 2026 dengan satu peristiwa yang berpotensi mendefinisikan ulang arah aliran modal dunia, yakni penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX.

Dengan valuasi yang dilaporkan mendekati 1,75 triliun dollar AS, penawaran saham perdana perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal modern.

Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai kemunculan IPO sebesar SpaceX membuka dinamika baru yang perlu dicermati investor.

Baca juga: IPO SpaceX Bidik Rp 1.350 Triliun, Elon Musk Tawarkan Saham Rp 2,4 Juta per Lembar

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar kripto menjadi salah satu tujuan utama investor yang mencari pertumbuhan tinggi.

Namun, ketika peluang investasi berskala besar kembali muncul di pasar saham tradisional, sebagian modal institusional berpotensi beralih untuk memanfaatkan momentum tersebut.

Fahmi menambahkan, respons pasar terhadap IPO SpaceX akan menjadi sinyal penting bagi kondisi selera risiko global.

“Jika penyerapannya kuat, itu konfirmasi bahwa selera risiko global masih sehat dan investor masih percaya pada pertumbuhan jangka panjang sektor teknologi. Kalau sebaliknya, itu bisa jadi tanda bahwa likuiditas global mulai mengetat lebih serius dari yang kita perkirakan,” ujar Fahmi lewat keterangan pers, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: IPO SpaceX Kapan? Cek Jadwal, Harga Saham, dan Target Valuasinya

SpaceX tidak hanya dikenal sebagai perusahaan antariksa.

Melalui layanan internet satelit Starlink yang kini aktif di lebih dari 100 negara, perusahaan tersebut telah membangun posisi strategis pada sektor konektivitas global dan pertahanan yang dinilai sulit ditandingi pemain lain dalam waktu dekat.

SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.

Rencana IPO SpaceX, arah kebijakan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (The Fed), serta koreksi pasar kripto bukan lagi isu yang hanya relevan bagi investor luar negeri.

Ketiga faktor tersebut secara langsung memengaruhi aliran modal ke Indonesia, pergerakan nilai tukar rupiah, serta sentimen investor domestik secara keseluruhan.

Baca juga: Jelang IPO, SpaceX Diguyur Rp 16 Triliun per Bulan dari Google

“Dalam kondisi seperti ini, pendekatan investasi yang disiplin dan terdiversifikasi jauh lebih relevan dibanding upaya mengejar momentum jangka pendek. Investor yang memahami tema-tema pertumbuhan besar ke depan dan memposisikan diri lebih awal biasanya yang paling diuntungkan,” papar Fahmi.

Untuk diketahui, indeks saham AS seperti S&P 500 dan Nasdaq masih bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa, pasar kripto justru bergerak dalam tekanan.

Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 20 persen dalam satu bulan terakhir dan lebih dari 10 persen dalam sepekan.

Kondisi tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian investor yang kini semakin selektif dalam menempatkan modal pada aset berisiko tinggi.

Baca juga: Dokumen IPO SpaceX Tak Bisa Diakses di Hong Kong dan China

Fahmi memandang kondisi tersebut sebagai cerminan pasar yang semakin matang.

“Investor sekarang tidak bergerak serentak ke satu arah. Modal tersebar ke berbagai tema seperti AI, infrastruktur digital, energi, dan robotik. Di kripto pun, hanya aset dengan fundamental dan narasi yang benar-benar kuat yang mendapat perhatian serius. Ini sebenarnya sinyal positif untuk kesehatan pasar jangka panjang, tapi memang menuntut pendekatan yang lebih terukur dari investor,” tukas dia.

Bagian dari memperluas akses investasi bagi masyarakat Indonesia, Reku menghadirkan lebih dari 800 aset global yang dapat diakses investor domestik, mulai dari aset kripto hingga saham-saham AS.

Platform tersebut juga menawarkan biaya transaksi sebesar 0,1 persen yang disebut menjadi salah satu yang paling kompetitif di antara platform investasi yang telah teregulasi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Berjangka Jakarta (JFX), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Tag:  #saat #bitcoin #terkoreksi #spacex #jadi #magnet #baru #investor

KOMENTAR