Penerimaan Bea Cukai Tumbuh Tipis, Bea Keluar Masih Turun 17,5 Persen
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok pada Jumat 13 Maret 2026.(Dok. Bea Cukai)
14:32
11 Juni 2026

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh Tipis, Bea Keluar Masih Turun 17,5 Persen

-Penerimaan kepabeanan dan cukai mulai tumbuh pada awal 2026.

Namun, pemulihan tersebut masih tertahan oleh penurunan penerimaan bea keluar yang terkontraksi dua digit.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Budi Prasetiyo mengatakan, penerimaan kepabeanan dan cukai hingga April 2026 mencapai Rp 100,6 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 0,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Realisasi itu setara 29,9 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

"Kinerja positif penerimaan dan pengawasan ini mempertegas komitmen Bea Cukai dalam menjaga penerimaan serta melindungi masyarakat dan mengamankan perekonomian nasional," ujar Budi dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Kasus Suap Bea Cukai, Raffi Ahmad Ngaku Cuma Basa-basi ke Blueray soal Nitip iPhone

Meski kembali tumbuh, kenaikan penerimaan masih tipis.

Pertumbuhan tersebut juga belum merata di seluruh komponen penerimaan.

Penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp 16,4 triliun.

Angka ini naik 6,4 persen secara tahunan.

Kenaikan bea masuk terutama ditopang oleh impor liquefied petroleum gas (LPG) dan berbagai kebutuhan proyek.

Sebaliknya, penerimaan bea keluar turun 17,5 persen menjadi Rp 9,3 triliun.

Penurunan itu menunjukkan penerimaan negara dari sektor ekspor komoditas masih menghadapi tekanan.

Pemerintah menyebut tekanan mulai mereda seiring kenaikan harga crude palm oil (CPO) pada Maret dan April 2026.

Baca juga: TNI AL Gagalkan Dugaan Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang Bernilai Triliunan di Batam

Sementara itu, penerimaan cukai mencapai Rp 74,8 triliun.

Realisasi tersebut tumbuh 2,2 persen dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan cukai didorong oleh kenaikan produksi rokok pada triwulan pertama 2026.

Selain mengejar target penerimaan negara, DJBC menyatakan tetap memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal.

Hingga April 2026, Bea Cukai telah melakukan 5.451 penindakan terhadap rokok ilegal.

Barang bukti yang diamankan mencapai 684 juta batang.

Penindakan narkotika mencapai 522 kasus.

Total barang bukti narkotika yang diamankan sekitar 3,31 ton.

Data hingga April menunjukkan tantangan penerimaan negara dari sektor kepabeanan masih besar.

Pertumbuhan total penerimaan yang terbatas dan kontraksi bea keluar menunjukkan kinerja fiskal masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global serta fluktuasi harga komoditas. :::

Tag:  #penerimaan #cukai #tumbuh #tipis #keluar #masih #turun #persen

KOMENTAR