BPK Dukung Bulog Perkuat Tata Kelola Pangan yang Akuntabel
Cadangan beras di Gudang Perum Bulog Cabang Jember.(KOMPAS.com/Mega Silvia)
20:56
11 Juni 2026

BPK Dukung Bulog Perkuat Tata Kelola Pangan yang Akuntabel

- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menilai penguatan tata kelola yang akuntabel dan transparan menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan nasional yang dijalankan Perum Bulog.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan VII BPK RI Slamet Edy Purnomo saat melakukan kunjungan bersama Direktur Utama Perum Ahmad Rizal Ramdhani ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, BPK meninjau pelaksanaan penyerapan gabah dan beras dalam negeri, kesiapan infrastruktur pergudangan, hingga pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dilakukan Bulog.

Baca juga: Bulog Usul “Beras Kita Premium” untuk Kendalikan Harga

Salah satu gudang penyimpanan beras Bulog.DOK. Humas Bulog Salah satu gudang penyimpanan beras Bulog.

Slamet mengatakan, selain mencatat capaian pengadaan yang baik, BPK juga melihat adanya komitmen Bulog dalam membangun tata kelola yang bertanggung jawab untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“BPK mendukung penuh berbagai program pemerintah yang dijalankan BULOG dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Selain capaian pengadaan yang sangat baik, kami juga melihat adanya komitmen kuat dalam membangun tata kelola yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi fondasi penting agar program pangan nasional dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi petani dan masyarakat,” ujar Slamet dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Menurut dia, keberhasilan Bulog dalam meningkatkan serapan gabah dan beras petani menjadi salah satu indikator penting keberhasilan program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

BPK awasi pengelolaan keuangan sektor pangan

Slamet menegaskan, BPK akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan pemeriksaan secara konstruktif guna memastikan pengelolaan keuangan negara di sektor pangan berjalan sesuai prinsip good governance.

Baca juga: Stok Beras Bulog 5,3 Juta Ton, Distribusi SPHP dan Bantuan Pangan Dikebut

Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog. ANTARA/HO-Bulog Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung keberhasilan berbagai program strategis nasional di bidang pangan.

Kunjungan di Karawang diawali dengan panen raya bersama petani di Desa Mekarjaya yang merupakan salah satu sentra produksi padi nasional.

Rombongan juga berdialog dengan petani dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang untuk melihat perkembangan produksi padi nasional dan pelaksanaan penyerapan hasil panen oleh Bulog.

Bulog tegaskan komitmen transparansi

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dukungan dan pengawalan dari BPK menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan pangan nasional.

Baca juga: Bulog Tarik Beras Bantuan Pangan di Bangkalan, Ganti yang Lebih Bagus

Menurut dia, perseroan terus menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, profesional, dan akuntabel.

“Bulog terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan profesional. Kami percaya bahwa swasembada pangan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab,” ujar Rizal.

Usai panen raya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gudang Bulog Purwasari II untuk meninjau sistem penyimpanan dan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, BPK melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana pergudangan Bulog dalam menjaga kualitas, kuantitas, dan keamanan stok pangan nasional.

Baca juga: Bulog Sudah Salurkan 315.000 Ton Beras SPHP dan 19 Juta Bantuan Pangan

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog untuk meninjau proses pengolahan gabah menjadi beras, penerapan standar mutu, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung efisiensi operasional dan penguatan rantai pasok pangan nasional.

Tag:  #dukung #bulog #perkuat #tata #kelola #pangan #yang #akuntabel

KOMENTAR