Bahlil Sebut Harga Pertamax Naik Menyesuaikan Harga Pasar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dilakukan karena menyesuaikan harga pasar.
Meski harga Pertamax naik, Bahlil menegaskan harga BBM subsidi maupun elpiji subsidi tidak ada perubahan sama sekali.
"Nah sementara harga yang non subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada," kata Bahlil di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (1/6/2026).
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Pertamina: Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Bahlil mengatakan, kenaikan harga BBM jenis Pertamax ini sudah dilakukan dengan perhitungan matang serta melibatkan banyak pihak.
"Sudah barang tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya," kata dia.
Di tengah kenaikan harga Pertamax, menurut Bahlil, pemerintah sedang menggodok sejumlah rencana demi menjaga daya beli masyarakat, salah satunya dengan tidak menaikkan harga BBM subsidi.
"Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan. Sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian," ujar dia.
Baca juga: Perbandingan Biaya Isi Pertamax Full Tank Motor Sebelum dan Sesudah Harga Naik
Harga Pertamax naik
Diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM jenis Pertamax setelah sekian lama ditahan pada Rp 12.300 per liter.
Dikutip dari laman resmi Pertamina, Rabu (10/6/2026), harga Pertamax di DKI Jakarta naik Rp 3.950 menjadi Rp 16.250 per 10 Juni 2026.
Kenaikan harga Pertamax ini mengakhiri periode harga yang bertahan lebih dari tiga bulan.
Berdasarkan data harga BBM Pertamina yang berlaku di DKI Jakarta, harga Pertamax Rp 12.300 per liter mulai berlaku pada 1 Maret 2026 setelah naik dari Rp 11.800 per liter.
Sejak saat itu, Pertamina mempertahankan harga Pertamax di level Rp 12.300 sepanjang Maret, April, Mei, hingga 1 Juni 2026.
Sementara beberapa produk BBM Pertamina lainnya, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, beberapa kali mengalami kenaikan di tengah melonjaknya harga minyak mentah dan pelemahan rupiah terhadap dollar AS.
Tag: #bahlil #sebut #harga #pertamax #naik #menyesuaikan #harga #pasar