IHSG Ditutup Turun 0,28 Persen, ISAT dan BBCA Justru Bersinar di LQ45
IHSG( ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
16:32
11 Juni 2026

IHSG Ditutup Turun 0,28 Persen, ISAT dan BBCA Justru Bersinar di LQ45

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari, IHSG berakhir melemah 16,34 poin atau 0,28 persen ke level 5.886,03.

Pelemahan tersebut lebih dalam dibandingkan posisi penutupan sesi pertama. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 5.784,51 hingga 6.010,49. Total nilai transaksi mencapai Rp 21,86 triliun dengan volume perdagangan 33,05 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 2,37 juta kali.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut melemah 0,45 persen ke level 586,84.

Baca juga: IHSG Sesi I Anjlok 1,91 Persen, Saham DSSA, TPIA, dan AMMN Terkena Aksi Ambil Untung

Sektor Keuangan Jadi Penopang

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah sektor masih mampu bertahan di zona hijau. Sektor keuangan mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 1,36 persen ke level 1.296,67.

Penguatan juga terjadi pada sektor kesehatan yang naik 0,74 persen ke level 1.405,24, sektor properti sebesar 0,70 persen ke level 737,43, sektor infrastruktur sebesar 0,56 persen ke level 1.746,86, serta sektor teknologi yang menguat 0,54 persen ke level 6.527,09.

Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari sektor barang baku yang merosot 4,27 persen ke level 1.499,80. Sektor energi melemah 2,12 persen ke level 2.724,89, sedangkan sektor transportasi dan logistik turun 1,41 persen ke level 1.626,80.

Pelemahan juga terjadi pada sektor industri yang terkoreksi 0,79 persen ke level 1.484,88, sektor barang konsumsi primer yang turun 0,66 persen, serta sektor barang konsumsi nonprimer yang melemah 0,57 persen.

Baca juga: IHSG Sesi I Melemah 112 Poin ke 5.789,98, Saham HRTA dan CUAN Anjlok

Saham ISAT, BBCA, dan KLBF Pimpin Penguatan LQ45

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham anggota indeks LQ45 masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi saham dengan kenaikan terbesar setelah menguat 4,41 persen.

Penguatan juga dibukukan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 3,10 persen dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menguat 2,84 persen.

Selain itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 2,73 persen dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menguat 2,72 persen.

Di sisi lain, tekanan terbesar di indeks LQ45 dialami PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang merosot 13,94 persen.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 8,90 persen, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 7,55 persen.

Pelemahan juga terjadi pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 6,45 persen dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melemah 5,32 persen.

Baca juga: Saham Bank Rebound Usai BI Rate Naik, Analis: Tekanan Belum Berakhir

Saham BBCA Catat Nilai Transaksi Terbesar

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 3,09 triliun.

Posisi berikutnya ditempati saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi Rp 2,59 triliun, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 1,33 triliun. 

Kemudian, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 1,31 triliun, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp 800,92 miliar.

Dari sisi volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan volume mencapai 29,89 juta lembar saham.

Rupiah Ikut Melemah

Sejalan dengan pelemahan pasar saham domestik, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah terhadap dollar AS.

Di pasar spot, rupiah berada di kisaran Rp 17.989 per dollar AS pada akhir perdagangan Kamis, lebih rendah dibandingkan posisi pembukaan di level Rp 17.966 per dollar AS maupun penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.944 per dollar AS.

Secara harian, mata uang Garuda tercatat melemah sekitar 0,25 persen.

Baca juga: BI Rate Naik: Saham Bank Bisa Diuntungkan, Properti Tertekan

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,06 persen, sementara KOSPI Korea Selatan menguat 0,43 persen.

Sebaliknya, Shanghai Composite turun 0,16 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,65 persen, dan S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,23 persen.

Tag:  #ihsg #ditutup #turun #persen #isat #bbca #justru #bersinar #lq45

KOMENTAR