ESDM Jelaskan Penyebab Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter
Ilustrasi Pertamax Pertamina. Harga Pertamax mulai naik.(DOK. SHUTTERSTOCK/Daniel Pawer)
16:40
11 Juni 2026

ESDM Jelaskan Penyebab Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dipengaruhi kondisi minyak global yang sudah mengalami lonjakan.

Seperti diketahui, harga Pertamax ditetapkan naik per 10 Juni 2026 menjadi sebesar Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, konflik geopolitik di Timur Tengah membuat harga minyak mentah (crude) melonjak yang pada akhirnya berdampak ke harga BBM di dalam negeri.

"Kondisi geopolitik ini berlangsung sangat berdampak, mempengaruhi harga minyak yang sangat kuat jadinya. Makanya juga berdampak terhadap harga minyak di Tanah Air, khususnya BBM non-subsidi," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bangkalan

Pertamax sendiri merupakan jenis BBM non-subsidi, sehingga penetapan harganya dapat mengikuti mekanisme pasar. Kondisi ini berbeda dengan BBM subsidi yang memang ditanggung pemerintah.

"Kalau bicara BBM non-subsidi, seperti Pertamax, harganya ini kan memang mekanismenya dilepaskan ke harga pasar. Jadi ketika harga minyak naik, mau tidak mau ada penyesuaian," ucap dia.

Lebih lanjut, Anggia bilang, selain harga minyak mentah, penetapan harga Pertamax juga memperhitungkan berbagai komponen biaya lain, seperti distribusi, penyimpanan, serta pajak.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut dan kondisi yang terjadi saat ini, menurutnya penyesuaian harga menjadi langkah yang harus dilakukan.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Kemenhub Pastikan Tarif Angkutan Darat Belum Terdampak

Meski begitu, dia memastikan harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami kenaikan. Kebijakan untuk menjadi upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Arahan dari Presiden jelas kepada Pak Bahlil, bahwa kelompok yang paling rentan, masyarakat miskin, yang paling terdampak, yang banyak menggunakan terutama BBM subsidi, ini yang harus dijaga. Maka BBM subsidi dijaga untuk tidak naik," kata Anggia.

Tag:  #esdm #jelaskan #penyebab #pertamax #naik #jadi #16250 #liter

KOMENTAR