Trump Mendadak Batal Serang Dahsyat Iran, Klaim Ada ''Deal'' Besar
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (11/6/2026) tiba-tiba membatalkan serangan dahsyat ke Iran, dan mengeklaim ada kesepakatan besar dengan Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial, tepat saat upacara pembukaan Piala Dunia 2026 berlangsung di Meksiko.
Kabar ini langsung memicu reli di pasar saham dan menyebabkan harga minyak dunia anjlok, seiring munculnya harapan normalisasi ekspor di kawasan Teluk.
Baca juga: AS Umumkan Serangan ke Iran Telah Selesai, Trump Klaim Teheran Minta Gencatan Senjata
"Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini," tulis Trump, dikutip dari AFP.
Politisi Partai Republik itu mengeklaim, poin-poin penting dalam kesepakatan telah disetujui oleh AS dan para sekutu regionalnya, termasuk Israel.
"Waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan," janjinya.
Respons dingin Iran
Foto dari Islamic Consultative Assembly News Agency (ICANA) ini memperlihatkan para anggota parlemen Iran berseragam Korps Garda Revolusi (IRGC) meneriakkan Matilah Amerika dalam pertemuan di Teheran, 1 Februari 2026.Meski Trump melontarkan nada optimistis, Iran menunjukkan reaksi yang jauh lebih hati-hati.
Kantor berita Fars melaporkan, sumber yang dekat dengan tim negosiasi Teheran menyatakan bahwa sejauh ini belum ada teks yang disetujui untuk nota kesepahaman pendahuluan dengan AS.
Senada dengan hal tersebut, kantor berita Tasnim mengingatkan publik untuk tidak menelan mentah-mentah pernyataan Trump.
Tasnim mencatat bahwa Trump sudah mengumumkan hal serupa 38 kali dalam dua bulan terakhir.
"Sampai Iran mengumumkan potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump tentang masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya," tulis media tersebut.
Baca juga: 38 Kali Sebut Damai tapi Zonk, Ucapan Trump soal Iran Tak Lagi Dipercaya
Kewaspadaan di internal Iran juga masih terasa kencang. Tak lama sebelum unggahan Trump muncul, Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan peringatan keras kepada Washington.
"Strategi yang salah dan keputusan impulsif akan memperburuk keadaan, menghancurkan infrastruktur dan pasar energi, serta menciptakan rawa tak berujung yang akan membuat Anda terjebak selama bertahun-tahun," tegas Ghalibaf.
Peringatan militer pun datang dari Jenderal Ali Abdollahi, kepala markas besar militer Iran. Ia mengancam akan memberikan respons jauh lebih keras jika AS nekat menyerang.
"Kobaran api perang, selain menciptakan ketidakamanan di kawasan, akan menjadi lebih luas dan berdampak jauh," ujarnya.
Baca juga: AS dan Iran Saling Serang 2 Hari Beruntun, Gencatan Senjata Hancur
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (tengah) saat memimpin pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kelima dari kiri) mengenai perang Timur tengah, di rumah dinas PM Pakistan di Islamabad, 25 April 2026.Hingga saat ini, mediator dari Pakistan dan Qatar terus mengupayakan jalur belakang guna mengakhiri konflik perang Iran vs AS-Israel yang pecah sejak 28 Februari 2026.
Namun, Islamabad mengakui sulit untuk bersikap optimis di tengah eskalasi yang ada.
Sementara itu, China sebagai pembeli minyak terbesar Iran mendesak Washington-Teheran untuk segera menahan diri.
"Kami mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk segera menghentikan operasi militer... (dan) menanggapi upaya mediasi," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.
Baca juga: Sebut Misi Rahasia, Trump Klaim Kelabui Iran dan Angkut Minyak di Selat Hormuz
Tag: #trump #mendadak #batal #serang #dahsyat #iran #klaim #deal #besar