Pentingnya Herd Immunity, Lindungi Lansia dan Anak dari Campak
Ilustrasi campak.((Freepik))
10:06
2 April 2026

Pentingnya Herd Immunity, Lindungi Lansia dan Anak dari Campak

- Peningkatan kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di berbagai wilayah di Indonesia memberikan peringatan keras bahwa cakupan imunisasi nasional perlu segera dibenahi secara komprehensif.

Tanggung jawab untuk memutus rantai penularan ini tidak bisa hanya dibebankan sepihak pada program vaksinasi anak balita di puskesmas. Peran aktif kelompok usia dewasa juga sangat penting.

"Semakin banyak orang divaksin, maka akan muncul yang namanya herd immunity, kekebalan kelompok. Dia akan melindungi orang yang tidak divaksin," tutur Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM dalam konferensi "Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi", di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Kasus Campak Naik Saat Imunisasi Menurun, Ini Dampaknya Menurut Dokter

Dengan melengkapi status imunisasinya, orang dewasa berkontribusi langsung membangun tameng pertahanan komunitas, sekaligus menyelamatkan anggaran negara dari beban biaya perawatan massal yang berpotensi membengkak tajam akibat meledaknya sebuah wabah penyakit menular.

Melindungi kelompok rentan

Dokter Sukamto menjelaskan, mekanisme perlindungan komunal ini memiliki perhitungan matematis yang ketat agar bisa berfungsi secara optimal memblokir laju gerak virus.

Lingkungan masyarakat dituntut mencapai persentase kekebalan mayoritas agar patogen kehabisan inang untuk berkembang biak.

"Hitung-hitungannya sekitar 70 persen dari seluruh orang yang ada di tempat itu. Ada yang mengatakan harus 95 persen lebih virus sulit menyebar," ujar dr. Sukamto.

Vaksinasi ini ditujukan untuk mengamankan nyawa mereka yang dilarang menerima vaksin karena kondisi kesehatan tertentu berdasarkan diagnosis dokter.

Bagaimana dengan lansia?

Individu yang lahir sebelum tahun 1957 umumnya diasumsikan oleh kalangan medis internasional telah melewati masa penyebaran virus secara endemis dan liar di masyarakat. Tubuh mereka diyakini secara historis telah membentuk perisai imunologis alami.

Meski begitu, penyuntikan tambahan bagi lansia sama sekali tidak dilarang asalkan kondisi fisiknya masih prima.

"Jadi kalau lansia. yang masih sehat ya belum ada frail belum renta, silakan divaksin," tutur dr. Sukamto.

Baca juga: Siapa Saja Orang Dewasa yang Wajib Dapat Vaksin Campak?

Sebaliknya, perlakuan medis akan menjadi sangat berbeda jika lansia tersebut sudah mengalami penurunan fungsi fisiologis akut, sulit berjalan, atau murni berbaring di tempat tidur. Tubuh mereka yang sangat rentan ditakutkan tidak sanggup merespons komponen vaksin campak dengan semestinya.

"Tapi kalau frail atau renta ya jompo sebaiknya nggak usah divaksin, yang divaksin adalah orang-orang yang ada di sekitarnya saja," tegas dia.

Daya tular yang sangat agresif

Masyarakat tidak boleh memandang sebelah mata masifnya penularan virus campak. Kemampuan reproduksinya dalam melayangd i udara (airborne), dan menjangkiti orang sehat, tergolong salah satu yang paling beringas dalam sejarah medis modern.

Untuk memberikan gambaran kengeriannya, dr. Sukamto membandingkannya langsung dengan pandemi yang baru saja berlalu.

"Daya tular campak itu satu penderita itu bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang, versus Covid yang 1 sampai 6," ungkap dia.

Mobilitas penduduk yang tinggi, seperti tradisi pulang kampung saat libur panjang, menjadi momentum paling ideal bagi virus ini untuk berekspansi lintas provinsi.

"Kalau yang masih mudik atau mau pulang, waspada. Jangan bawa pulang penyakit," pesannya.

Investasi ekonomi jangka panjang

Sikap abai dalam melengkapi dosis imunisasi pada akhirnya akan bermuara pada kerugian finansial berskala makro.

Penanganan wabah memaksa pemerintah memutar otak untuk menyedot dana darurat dalam jumlah masif.

Menurut dr. Sukamto, biaya pencegahan melalui vaksinasi jelas jauh lebih rasional dibanding risiko kehilangan pendapatan akibat terbaring di ranjang rumah sakit.

Baca juga: KLB Campak Melonjak, Dampak Influencer Antivaksin?

Tag:  #pentingnya #herd #immunity #lindungi #lansia #anak #dari #campak

KOMENTAR