Pulihkan Cedera Lutut Lebih Cepat dengan Bantuan Teknologi Robotik
CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali (perempuan tidak berhijab) dalam Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center di Jakarta, Kamis (2/4/2026).(Kompas.com / Nabilla Ramadhian)
20:06
3 April 2026

Pulihkan Cedera Lutut Lebih Cepat dengan Bantuan Teknologi Robotik

- Peningkatan tren gaya hidup aktif membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Namun, fenomena ini juga diikuti dengan lonjakan kasus cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal, terutama pada kelompok usia produktif.

"Dengan meningkatnya aktivitas dari masyarakat tersebut, kami menyadari juga banyak cedera yang terjadi di masyarakat," ujar CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, dalam acara "Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center" di Jakarta, Selasa (2/4/2026).

Data menunjukkan, cedera ligamen mencapai sekitar 41,1 persen, dengan 60 persen kasus terjadi pada area kaki dan lutut yang didominasi kelompok usia muda.

Baca juga: Mengenal Cedera Ligamen ACL Saat Olahraga dan Cara Penanganannya

Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan komprehensif, salah satunya melalui inovasi teknologi medis terpadu agar cedera tidak berkembang menjadi masalah kronis.

Teknologi robotik untuk pemulihan

Untuk mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien, teknologi exoskeleton robotic seperti Cyberdyne HAL (Hybrid Assistive Limb) mulai diterapkan secara intensif, termasuk di Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC).

"Cyberdine HAL, teknologi exoskeleton robotic yang mendukung rehabilitasi dan membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien," kata Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, saat ditemui dalam acara Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center di Jakarta, Kamis (2/4/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, saat ditemui dalam acara Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

"Alat robotik ini sangat membantu dalam proses fisioterapi ataupun rehabilitasi, di mana alat robotik ini membantu si pasien untuk bisa atau berani melakukan gerakan-gerakan," sambung Ketua Staf Medical Fungsional (SMF) Ortopedi serta Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Evan, M.Kes, Sp.OT., Subsp.CO(K), FICS, AIFO-K.

Dokter Evan menjelaskan bahwa robot tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan pasien pasca-operasi, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih terukur.

"Misalnya, robotnya mengambil kekuatan sekitar 80 persen, si pasiennya karena baru operasi mungkin 20 persen. Tapi keesokan harinya, mungkin dia bisa berubah menjadi 50-50, sampai pada akhirnya pasien sendiri akan melakukan active exercise 100 persen," ucap dia.

Selain teknologi robotik, ada juga R-Force Treadmill yang memungkinkan pasien yang baru menjalani tindakan medis untuk berlatih berjalan tanpa dibebani oleh berat tubuhnya secara penuh, sehingga pemulihan berlangsung perlahan namun lebih efektif.

Inovasi orthobiologic

Ketua Staf Medical Fungsional (SMF) Ortopedi serta Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Evan, M.Kes, Sp.OT., Subsp.CO(K), FICS, AIFO-K, saat ditemui dalam acara Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center di Jakarta, Kamis (2/4/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Ketua Staf Medical Fungsional (SMF) Ortopedi serta Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Evan, M.Kes, Sp.OT., Subsp.CO(K), FICS, AIFO-K, saat ditemui dalam acara Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Selain rehabilitasi canggih, terobosan terbaru dalam dunia ortopedi adalah pemanfaatan orthobiologic. Pendekatan ini mengutamakan penggunaan sel-sel dari dalam tubuh pasien itu sendiri untuk mempercepat proses penyembuhan jaringan tulang, sendi, dan otot yang rusak.

"Orthobiologic adalah ilmu cabang dari ortopedi, di mana kita menggunakan biologic atau sel-sel dalam tubuh kita untuk menyembuhkan," tutur dr. Evan.

Baca juga: Mengenal Cedera Ligamen ACL Saat Olahraga dan Cara Penanganannya

Ketika patah tulang, proses pemulihan biasanya terjadi selama enam bulan. Namun, melalui orthobiologic, proses pemulihan dipangkas menjadi sekitar tiga bulan. Sebab, pemulihan dibantu dengan sel-sel dari tubuh.

Beberapa pemulihan dalam orthobiologic mencakup penggunaan Platelet-Rich Plasma (PRP) dan stem cell yang dosis dan peruntukannya sangat berbeda dengan perawatan kecantikan.

PRP difungsikan untuk merangsang pertumbuhan sel baru, sedangkan stem cell bekerja langsung di area kerusakan, seperti pada tulang rawan yang sulit disembuhkan karena minimnya pembuluh darah.

"Dengan orthobiologic ini, hampir semua lini bisa kita kerjakan. Tidak hanya misalkan operasi," kata dr. Prori Fatwa Noor, Sp. OT.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Prori Fatwa Noor, Sp.OT, saat ditemui dalam acara Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center di Jakarta, Kamis (2/4/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Prori Fatwa Noor, Sp.OT, saat ditemui dalam acara Milestone in Motion: Primaya Sport Clinic & Sport Center di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

"Mungkin pasien yang membutuhkan saat ini belum butuh operasi, kita bisa lakukan tindakan atau intervensi menggunakan ortobiologik," lanjut dia.

Deteksi akurat jadi kunci kembali aktif bergerak

Keberhasilan penanganan cedera ortopedi juga sangat bergantung pada akurasi diagnosis awal. Oleh karena itu, peralatan diagnostik canggih seperti MRI 1,5 Tesla dan X-Ray Long Spine menjadi sangat penting.

Alat pemindai tulang belakang utuh ini memungkinkan dokter bedah tulang melihat keseluruhan struktur tubuh pasien dari ujung kepala hingga ujung kaki dalam satu kali foto.

Teknologi canggih lainnya untuk membantu mempercepat penanganan dan pemulihan cedera tulang dan sendi mencakup Focus Shockwave Therapy dan Hight Intensity Laser.

Menurut dr. Evan, pendekatan yang didukung teknologi ini tidak hanya berfokus pada penyembuhan cedera, tetapi juga pada pemulihan fungsi dan kualitas hidup pasien.

“Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera, kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi," ucap dr. Evan.

"Ke depan, kami akan terus mengembangkan layanan ini melalui penambahan subspesialisasi, seperti ortopedi onkologi dan ortopedi anak, serta adopsi teknologi medis terkini untuk menjawab kebutuhan pasien yang terus berkembang di Indonesia," tambah Leona.

Baca juga: Strategi Lari Jarak Jauh untuk Menghindari Cedera dan Kolaps di Race Ekstrem

Tag:  #pulihkan #cedera #lutut #lebih #cepat #dengan #bantuan #teknologi #robotik

KOMENTAR