Pneumonia Akibat Campak Bisa Berakibat Fatal, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi anak yang mengidap pneumonia. Pneumonia akibat campak bisa berkembang cepat dan berakibat fatal, terutama jika gejalanya tidak dikenali sejak awal.(Shutterstock/LightField Studios)
12:06
5 April 2026

Pneumonia Akibat Campak Bisa Berakibat Fatal, Ini Penjelasan Dokter

Pneumonia menjadi salah satu komplikasi paling serius pada kasus campak dan dapat berujung kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Pakar kesehatan menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi saat infeksi tidak hanya menyerang kulit, tetapi sudah masuk ke paru-paru dan mengganggu sistem pernapasan.

Risiko akan meningkat pada kelompok rentan, terutama ketika gejala awal tidak dikenali atau penanganan terlambat dilakukan.

Hal ini disampaikan dalam webinar “Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi Sampai Komplikasi” oleh Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (DGB FKUI) yang diikuti Kompas.com secara daring pada Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Kasus Campak RI Melonjak di Banyak Wilayah, Ini Daerah Paling Terdampak

Pneumonia jadi komplikasi paling berbahaya

Guru Besar FKUI, Prof. Erlina Burhan, menegaskan bahwa pneumonia merupakan komplikasi yang paling sering menyebabkan kondisi berat pada pasien campak.

Infeksi virus dapat menyebar dari saluran pernapasan atas ke paru-paru dan memicu peradangan yang mengganggu fungsi organ tersebut secara signifikan.

Peradangan ini membuat kantung udara di paru atau alveoli terisi cairan, sehingga oksigen sulit masuk ke dalam aliran darah.

Kondisi tersebut pada akhirnya memicu sesak napas hingga penurunan kadar oksigen yang dapat membahayakan nyawa.

“Komplikasi pneumonia ini bisa menimbulkan kondisi berat bahkan kematian,” ujar Prof. Erlina.

Baca juga: Tak Hanya Ruam, Campak Bisa Sebabkan Gangguan Saraf Jangka Panjang

Terjadi karena virus dan infeksi lanjutan

Ilustrasi pneumonia pada lansia. Pneumonia akibat campak bisa berkembang cepat dan berakibat fatal, terutama jika gejalanya tidak dikenali sejak awal.canva.com Ilustrasi pneumonia pada lansia. Pneumonia akibat campak bisa berkembang cepat dan berakibat fatal, terutama jika gejalanya tidak dikenali sejak awal.

Pneumonia pada kasus campak tidak hanya disebabkan oleh virus itu sendiri, tetapi juga bisa dipicu oleh infeksi lanjutan setelah daya tahan tubuh menurun.

Pada tahap awal, virus campak dapat langsung menyerang jaringan paru dan menyebabkan peradangan.

Namun, ketika sistem imun melemah, bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya dapat berkembang menjadi infeksi serius.

Kondisi ini membuat pneumonia pada campak sering kali bersifat lebih kompleks dan membutuhkan perhatian medis yang cepat.

Bakteri yang umum ditemukan antara lain Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus.

Baca juga: Indonesia Nomor 2 Dunia Kasus Campak, Ini Bahayanya Menurut Dokter

Gejala yang perlu dikenali sejak awal

Gejala pneumonia pada pasien campak sering kali muncul secara bertahap dan bisa memburuk dalam waktu singkat.

Tanda yang perlu diwaspadai meliputi napas yang semakin cepat, sesak, serta tarikan dinding dada saat bernapas.

Batuk yang semakin berat, disertai tubuh yang terlihat lemas, juga menjadi indikator kondisi mulai memburuk.

Dalam beberapa kasus, kadar oksigen dalam darah menurun sehingga pasien tampak lebih lemah dan tidak bertenaga.

Demam yang justru meningkat setelah fase awal campak juga dapat menjadi sinyal adanya komplikasi.

“Perubahan kondisi ini perlu segera dievaluasi karena bisa mengarah ke komplikasi,” kata Prof. Erlina.

Kelompok rentan lebih berisiko

Tidak semua pasien campak mengalami pneumonia, tetapi risiko lebih tinggi terjadi pada kelompok tertentu.

Anak di bawah lima tahun, ibu hamil, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah menjadi kelompok yang paling rentan.

Selain itu, pasien dengan penyakit penyerta juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kondisi berat. Faktor-faktor ini membuat penanganan harus dilakukan lebih cepat dan tidak boleh ditunda.

Baca juga: Imunitas Bisa Menurun, Dokter Sarankan Vaksin Campak untuk Dewasa

Penanganan bergantung pada kondisi pasien

Pneumonia akibat campak tidak memiliki obat antivirus khusus, sehingga penanganan difokuskan pada kondisi pasien secara keseluruhan.

Terapi suportif seperti pemberian oksigen dan cairan menjadi langkah awal untuk membantu pernapasan dan menjaga kondisi tubuh.

Jika terdapat indikasi infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik sesuai dengan kondisi klinis pasien.

Pemeriksaan tambahan seperti foto rontgen dada dan tes laboratorium diperlukan untuk memastikan diagnosis secara akurat.

Dengan penanganan yang tepat sejak awal, risiko kondisi memburuk dapat ditekan secara signifikan.

Pencegahan melalui imunisasi tetap penting

Para pakar menekankan bahwa komplikasi berat seperti pneumonia sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Vaksin membantu tubuh membentuk perlindungan sehingga risiko infeksi dan dampak lanjutan dapat diminimalkan.

Selain itu, cakupan imunisasi yang tinggi juga berperan dalam menekan penyebaran di masyarakat.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko pneumonia akibat campak dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kondisi fatal.

Baca juga: Kasus Campak Naik Saat Imunisasi Menurun, Ini Dampaknya Menurut Dokter

Tag:  #pneumonia #akibat #campak #bisa #berakibat #fatal #penjelasan #dokter

KOMENTAR