Kemenkes Mulai Vaksin Campak untuk Ratusan Ribu Nakes
Ilustrasi campak.((Freepik))
19:48
11 April 2026

Kemenkes Mulai Vaksin Campak untuk Ratusan Ribu Nakes

- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara resmi memulai program pemberian vaksin campak atau Measles Rubella (MR) yang dikhususkan bagi para tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internsip.

Langkah ini mulai diimplementasikan secara serentak pada Jumat (10/4/2026) di berbagai rumah sakit yang tersebar di wilayah dengan tingkat kasus penyebaran tertinggi.

"Pada hari ini, kami akan melaksanakan kick-off imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dan RSUD di 14 provinsi dengan kasus campak terbanyak, serta dokter internship di seluruh Indonesia."

Baca juga: Imunitas Bisa Menurun, Dokter Sarankan Vaksin Campak untuk Dewasa

Hal tersebut dituturkan oleh Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, MA, dalam konferesi pers daring via Zoom, Jumat kemarin.

"Kementerian Kesehatan senantiasa berusaha melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak, melalui pemberian imunisasi campak atau MR," sambung dr. Andi.

Meski grafik nasional menunjukkan tren penurunan jumlah infeksi campak sejak awal tahun, kelompok pekerja fasilitas pelayanan kesehatan dinilai memiliki kerentanan dan risiko paparan yang sangat besar.

Evaluasi penurunan tren kasus campak nasional

Berdasarkan evaluasi sejak minggu pertama hingga minggu ke-13 tahun 2026, telah terlihat kemajuan positif dengan penurunan jumlah infeksi campak yang cukup signifikan secara nasional.

"Jika kita lihat pada minggu pertama, jumlah kasus campak 2.220 dan kita bandingkan pada minggu ke-13 itu sudah tinggal 195 kasus campak. Jadi, kita bisa lihat di sini bahwa begitu penurunan dari minggu per minggu," tambah dr. Andi.

Meskipun grafik menunjukkan pelandaian, pengawasan yang ketat di berbagai daerah tetap harus diberlakukan secara masif, terutama pada kawasan aglomerasi tertentu yang dianggap masih sangat rawan penularan campak.

"Untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, ini aglomerasi yang kita harus waspadai, kita awasi, dan antisipasi, yakni ada di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu," ungkap dr. Andi.

"Imunisasi MR ini akan diberikan pada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi intensif di seluruh Indonesia," kata dia.

Baca juga: Tak Hanya Ruam, Campak Bisa Sebabkan Gangguan Saraf Jangka Panjang

Kendati demikian, tidak semuanya dilakukan serentak. Ia mengungkapkan, proses vaksinasi akan dilakukan secara bertahap.

"Jadi mulai hari ini kita melakukan pencanangan, data sampai dengan saat ini sudah sebanyak 565 tenaga kesehatan ya, termasuk tenaga medis di dalamnya, yang sudah dilakukan imunisasi campak. Dan itu akan terus dilakukan, sehingga kami pastikan bahwa seluruh tenaga kesehatan termasuk tenaga medis, akan mendapatkan imunisasi campak," lanjut dr. Andi.

Prioritas wilayah dan target sasaran vaksin

Pelaksanaan vaksinasi MR merujuk pada pedoman riwayat penerimaan vaksin dari masing-masing individu tenaga kesehatan.

Kemenkes menetapkan kriteria spesifik demi memastikan efektivitas distribusi vaksin di berbagai fasilitas layanan kesehatan, termasuk di lingkungan rumah sakit, RSUD, dan internship.

"Apabila tenaga kesehatan atau tenaga medis memiliki riwayat imunisasi campak dua dosis, maka tidak perlu diberikan. Tetapi apabila memiliki riwayat imunisasi cuma satu dosis, akan diberikan satu dosis tambahan," terang dia.

Bagi para tenaga kesehatan yang sama sekali belum pernah mendapatkan vaksinasi ini, pemerintah telah menyiapkan takaran dosis yang berbeda untuk mengejar kekebalan tubuh yang maksimal.

"Kemudian apabila belum memiliki riwayat imunisasi sama sekali, akan diberikan dua dosis dengan interval minimal 28 hari dan dosisnya adalah 0,5 ml di subkutan," tutur dr. Andi.

Meningkatkan keamanan pelayanan di garda terdepan

Enam rumah sakit perwakilan pelaksana pencanangan program, yakni RS Adam Malik Medan, RS M Hoesin Palembang, RS Pusat Otak Nasional (PON) Jakarta, RSPI Sulianti Saroso Jakarta, RSUD Kota Bandung, serta RSUP Makassar CPI, secara serentak memulai proses penyuntikan bagi jajaran staf medis mereka.

Berdasarkan pemaparan dari perwakilan masing-masing rumah sakit, distribusi vial vaksin MR dari dinas kesehatan tingkat provinsi maupun kota terpantau berjalan sangat lancar. Hal ini memungkinkan proses vaksin langsung dieksekusi tepat pada hari pencanangan.

Baca juga: Kasus Campak RI Melonjak di Banyak Wilayah, Ini Daerah Paling Terdampak

Para pimpinan rumah sakit menilai inisiatif perlindungan ini penting lantaran mampu memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi para pekerja di area berisiko tinggi, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang perawatan intensif lainnya.

Upaya ini juga efektif untuk meminimalisasi potensi transmisi penyebaran virus ke lingkungan rumah sakit, yang sekaligus menjaga keselamatan pasien yang dirawat, rekan sejawat, hingga anggota keluarga di rumah, dari ancaman virus campak.

Tag:  #kemenkes #mulai #vaksin #campak #untuk #ratusan #ribu #nakes

KOMENTAR