Studi Ungkap Vape Rasa Mangga dan Semangka Bisa Ubah Ribuan Gen
Ilustrasi vape. Penelitian terbaru menemukan vape rasa buah, terutama mangga dan semangka, berkaitan dengan perubahan aktivitas ribuan gen yang selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit.(Freepik/prostooleh)
13:18
5 Juni 2026

Studi Ungkap Vape Rasa Mangga dan Semangka Bisa Ubah Ribuan Gen

Vape rasa buah selama ini menjadi salah satu varian yang paling populer, terutama di kalangan anak muda. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa jenis rasa ini mungkin memiliki dampak biologis yang lebih besar dibandingkan varian lainnya.

Melansir The Sun (2/6/2026), studi dalam jurnal Frontiers in Oncology menemukan bahwa pengguna vape mengalami perubahan aktivitas pada 3.124 gen dibandingkan orang yang tidak merokok maupun menggunakan vape.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa rasa vape dan jenis perangkat yang digunakan berperan besar terhadap perubahan tersebut. Di antara berbagai varian, vape rasa buah seperti mangga dan semangka dikaitkan dengan perubahan genetik paling banyak.

Baca juga: Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat

Ribuan gen mengalami perubahan aktivitas

Penelitian dilakukan oleh tim dari Keck School of Medicine, University of Southern California, Amerika Serikat.

Mereka membandingkan ekspresi gen pada 83 partisipan yang terdiri dari 35 pengguna vape, 24 perokok, dan 24 orang yang tidak menggunakan keduanya.

Sampel sel diambil dari bagian dalam pipi peserta, lalu dianalisis menggunakan teknik RNA sequencing untuk melihat aktivitas ribuan gen secara bersamaan.

Hasilnya, pengguna vape menunjukkan perubahan aktivitas pada 3.124 gen dibandingkan kelompok yang tidak merokok maupun menggunakan vape.

Menurut penulis senior penelitian, Prof Ahmad Besaratinia, pertanyaan penting yang masih ingin dijawab adalah faktor utama yang memicu perubahan tersebut.

"Satu pertanyaan besar masih tersisa, yaitu apa yang sebenarnya mendorong perubahan ini?" kata Besaratinia.

"Apakah karena aktivitas vaping itu sendiri, intensitas dan durasi penggunaan, karakteristik produk yang digunakan, atau kombinasi dari semuanya?" lanjutnya.

Baca juga: Puasa Bantu Kurangi Rokok, Ini Dampak Baiknya bagi Lambung

Rasa buah dan campuran rasa jadi sorotan

Ilustrasi vape. Penelitian terbaru menemukan vape rasa buah, terutama mangga dan semangka, berkaitan dengan perubahan aktivitas ribuan gen yang selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit.Pixabay Ilustrasi vape. Penelitian terbaru menemukan vape rasa buah, terutama mangga dan semangka, berkaitan dengan perubahan aktivitas ribuan gen yang selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit.

Peneliti menemukan bahwa sekitar 67 persen perubahan aktivitas gen lebih banyak dipengaruhi oleh rasa vape dan jenis perangkat dibandingkan frekuensi penggunaan.

Vape rasa buah tercatat berkaitan dengan 31 persen perubahan gen yang ditemukan dalam penelitian. Sementara penggunaan beberapa rasa sekaligus berkaitan dengan 64,3 persen perubahan gen.

Sebagai perbandingan, rasa manis hanya terkait dengan 2,9 persen perubahan gen, sedangkan rasa mint atau mentol berkaitan dengan 0,9 persen perubahan gen.

"Implikasinya adalah setiap rasa memiliki karakteristik unik yang menghasilkan efek biologis berbeda," ujar Besaratinia.

Ia menambahkan bahwa temuan tersebut perlu menjadi perhatian regulator saat mengevaluasi risiko kesehatan dari setiap produk rokok elektronik berperisa.

Baca juga: Studi Ungkap Makanan Ultra-Proses Lebih Mirip Rokok daripada Makanan Sehat

Perubahan gen dikaitkan dengan berbagai penyakit

Para peneliti menegaskan bahwa studi ini tidak membuktikan vape secara langsung menyebabkan penyakit tertentu.

Namun, perubahan aktivitas gen yang ditemukan memiliki keterkaitan dengan jalur biologis yang sebelumnya diketahui berhubungan dengan berbagai penyakit.

Di antara pengguna vape, perubahan gen paling banyak dikaitkan dengan kanker. Selain itu, peneliti juga menemukan hubungan dengan gangguan endokrin, penyakit saluran pencernaan, dan penyakit neurologis.

Menurut tim peneliti, karena penyakit kronis membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga puluhan tahun untuk berkembang, perubahan ekspresi gen dapat menjadi petunjuk awal mengenai potensi dampak kesehatan di masa depan.

Perangkat isi ulang juga memiliki dampak lebih besar

Selain rasa, jenis perangkat yang digunakan juga menjadi faktor penting.

Penelitian menemukan bahwa perangkat isi ulang atau yang sering disebut mods menunjukkan perubahan regulasi gen yang lebih kuat dan konsisten dibandingkan perangkat lainnya.

Besaratinia mengatakan bahwa perbedaan produk ternyata menjelaskan variasi perubahan gen lebih besar dibandingkan seberapa sering seseorang menggunakan vape.

"Perbedaan produk ini menjelaskan variasi regulasi gen lebih besar daripada seberapa banyak atau seberapa sering seseorang menggunakan vape," ujarnya.

Baca juga: Lebih dari 100 Juta Orang di Dunia Kini Memakai Vape

Masih dianggap lebih rendah risiko dibanding rokok

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil penelitian ini tidak mengubah fakta bahwa vape masih dianggap memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok konvensional dan kerap digunakan sebagai alat bantu berhenti merokok.

Namun, mereka juga menegaskan bahwa vape bukanlah produk tanpa risiko.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) bahkan menyarankan agar orang yang tidak pernah merokok tidak mulai menggunakan vape.

Tim peneliti kini melanjutkan penelitian untuk mengidentifikasi senyawa kimia spesifik dalam cairan vape yang mungkin berperan dalam perubahan aktivitas gen tersebut.

Menurut Besaratinia, jika senyawa penyebabnya berhasil ditemukan, pembuat kebijakan dapat meminta produsen mengurangi atau menghilangkan bahan tersebut guna meminimalkan potensi dampak kesehatan.

Baca juga: Efek Merokok Vape Bukan Cuma pada Paru, tapi Juga Diabetes

Tag:  #studi #ungkap #vape #rasa #mangga #semangka #bisa #ubah #ribuan

KOMENTAR