AI Kini Dipakai untuk Merancang Vaksin, Uji Coba pada Manusia Sudah Dimulai
Ilustrasi vaksin. Peneliti Cambridge mulai menguji vaksin pertama yang dirancang AI pada manusia, dengan harapan dapat melindungi dari berbagai virus sebelum memicu pandemi baru.(Freepik)
17:06
5 Juni 2026

AI Kini Dipakai untuk Merancang Vaksin, Uji Coba pada Manusia Sudah Dimulai

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tidak hanya digunakan untuk membuat teks atau gambar. Teknologi ini juga mulai dimanfaatkan dalam pengembangan vaksin.

Tim peneliti dari University of Cambridge mengumumkan keberhasilan mengembangkan vaksin yang komponen utamanya dirancang sepenuhnya oleh AI dan telah memasuki tahap uji coba pada manusia.

Menurut laporan BBC (4/6/2026), ini menjadi pertama kalinya vaksin dengan komponen utama hasil rancangan AI diuji pada manusia.

Para peneliti berharap pendekatan tersebut dapat membuka jalan bagi vaksin yang mampu melindungi manusia dari berbagai jenis virus sekaligus, termasuk virus yang berpotensi memicu pandemi di masa depan.

Baca juga: Vaksin Ebola Baru Dikebut, Ilmuwan Berpacu Hentikan Wabah Mematikan di Afrika

Dirancang untuk menghadapi banyak varian virus

Selama ini, vaksin umumnya dibuat berdasarkan virus yang sedang beredar saat itu. Masalahnya, beberapa virus mampu bermutasi dengan cepat sehingga efektivitas vaksin dapat menurun seiring waktu.

Kondisi tersebut terlihat pada Covid-19 dan influenza musiman yang vaksinnya perlu diperbarui secara berkala.

Profesor Jonathan Heeney dari University of Cambridge mengatakan timnya berupaya mengubah pendekatan tersebut.

"Kita selalu tertinggal. Yang kami coba lakukan adalah berada selangkah lebih maju," kata Heeney.

Menurut dia, tujuan penelitian ini adalah menciptakan vaksin yang tidak hanya melindungi dari virus yang ada saat ini, tetapi juga dari virus yang berpotensi menyebabkan wabah atau pandemi berikutnya.

Baca juga: Wabah Ebola di Afrika Tengah Makin Meluas, Vaksin Masih Butuh Waktu Berbulan-bulan

AI menciptakan "super-antigen"

Ilustrasi vaksin. Peneliti Cambridge mulai menguji vaksin pertama yang dirancang AI pada manusia, dengan harapan dapat melindungi dari berbagai virus sebelum memicu pandemi baru.Freepik/jcomp Ilustrasi vaksin. Peneliti Cambridge mulai menguji vaksin pertama yang dirancang AI pada manusia, dengan harapan dapat melindungi dari berbagai virus sebelum memicu pandemi baru.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengumpulkan kode genetik dari berbagai jenis coronavirus yang telah teridentifikasi melalui program pemantauan virus di berbagai negara.

Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan AI.

Berdasarkan informasi itu, AI merancang sebuah "super-antigen", yaitu komponen vaksin yang bertugas melatih sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan berbagai anggota keluarga coronavirus.

Antigen merupakan bagian penting dalam vaksin karena menjadi target yang dipelajari sistem imun untuk dikenali dan diserang saat infeksi terjadi.

Dengan pendekatan ini, para peneliti berharap perlindungan yang terbentuk tidak hanya berlaku terhadap satu varian virus, tetapi juga terhadap virus yang mengalami mutasi atau bahkan virus baru yang berpindah dari hewan ke manusia.

Heeney mengatakan teknologi tersebut memberikan hasil yang mengejutkan.

"Ini pertama kalinya antigen yang dirancang AI diuji pada manusia," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan AI dalam membantu pengembangan vaksin menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan.

"Menakjubkan melihat apa yang bisa kita lakukan dengan teknologi ini untuk kebaikan umat manusia," kata Heeney.

Baca juga: Vaksin Hantavirus Sedang Dikembangkan, Ahli Sebut Prosesnya Bisa Bertahun-tahun

Hasil awal dinilai menjanjikan

Uji coba awal melibatkan 39 peserta dan difokuskan untuk menilai aspek keamanan vaksin.

Sementara itu, penelitian lanjutan yang melibatkan sekitar 200 orang sedang dilakukan untuk mengetahui seberapa baik vaksin tersebut melatih sistem kekebalan tubuh.

Hasil awal yang dipublikasikan dalam Journal of Infection menunjukkan respons sistem imun yang terbentuk masih tergolong "modest" atau moderat. Meski demikian, temuan tersebut tetap menarik perhatian banyak ilmuwan.

Profesor Saul Faust dari University of Southampton yang terlibat dalam sebagian uji coba mengatakan teknologi tersebut memiliki potensi besar.

"Ini benar-benar menarik. Teknologi ini jauh lebih baik dalam merancang vaksin untuk menghadapi potensi pandemi ketika virus terus berubah," kata Faust.

Baca juga: Jangan Terjebak Mitos, Alergi Telur hingga Autoimun Boleh Vaksin Influenza

Tak hanya untuk Covid-19

Penelitian ini juga menjadi langkah awal untuk pengembangan vaksin universal terhadap penyakit lain.

Tim Cambridge saat ini tengah melakukan penelitian pada hewan untuk mengembangkan vaksin flu musiman yang tidak perlu diperbarui setiap tahun.

Mereka juga mengembangkan vaksin untuk virus flu burung H5N1 yang saat ini masih menjadi perhatian global.

Selain itu, teknologi serupa sedang digunakan untuk merancang vaksin bagi kelompok virus penyakit demam berdarah, termasuk Ebola.

Upaya tersebut menjadi penting karena wabah Ebola yang saat ini terjadi di Republik Demokratik Kongo disebabkan oleh spesies virus yang belum memiliki vaksin khusus.

AI disebut bisa mempercepat pengembangan vaksin

Direktur Oxford Vaccine Group, Profesor Andy Pollard, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan hasil awal tersebut sangat menarik.

"Ini data yang sangat menarik dan sebelumnya orang mungkin tidak memperkirakan respons imun seperti ini bisa dihasilkan," ujarnya.

Menurut Pollard, tantangan berikutnya adalah membuktikan efektivitasnya pada manusia dalam skala yang lebih besar.

Ia juga meyakini AI akan menjadi pengubah permainan dalam dunia pengembangan vaksin.

"AI berpotensi memprediksi bagaimana sistem kekebalan tubuh akan merespons vaksin, sehingga proses pengembangan menjadi jauh lebih cepat dan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa," kata Pollard.

Senada dengan itu, Direktur Ilmiah National Institute for Health and Care Research, Profesor Marian Knight, menyebut keberhasilan uji coba "super-antigen" hasil rancangan AI sebagai langkah besar menuju perlindungan yang lebih luas dan tahan lama terhadap berbagai virus.

Baca juga: Virus Influenza Strain Yamagata Menghilang, Komposisi Vaksin Diubah

Tag:  #kini #dipakai #untuk #merancang #vaksin #coba #pada #manusia #sudah #dimulai

KOMENTAR