Kenapa DBD Bisa Meningkat saat El Nino? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi nyamuk. Kenaikan suhu dan perubahan lingkungan saat El Nino dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk, sehingga risiko DBD ikut meningkat.(Shutterstock/ frank60)
20:42
13 April 2026

Kenapa DBD Bisa Meningkat saat El Nino? Ini Penjelasan Ahli

Kasus demam berdarah dengue (DBD) berpotensi meningkat saat fenomena El Nino "Godzilla" terjadi.

Kondisi cuaca yang lebih panas dan kering justru dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Diberitakan Kompas.com (13/4/2026), perubahan suhu dan lingkungan menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyakit tular vektor seperti DBD.

Situasi ini perlu diwaspadai karena dampaknya bisa terjadi di banyak wilayah, terutama saat musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Baca juga: Cuaca Ekstrem 2026, Godzilla El Nino Bisa Ganggu Kesehatan dan Pernapasan

Suhu dan lingkungan dukung perkembangbiakan nyamuk

El Nino menyebabkan suhu udara meningkat dan curah hujan menurun di berbagai wilayah.

Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap siklus hidup nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa peningkatan suhu dapat mempercepat perkembangan nyamuk, mulai dari telur hingga dewasa.

“Peningkatan suhu dan perubahan lingkungan dapat memicu penyakit tular vektor seperti dengue,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, dikutip dari Antara (13/4/2026).

Di sisi lain, genangan air tetap dapat terbentuk di lingkungan sekitar, meski musim kemarau berlangsung.

Sisa air di wadah terbuka, tempat penampungan, atau saluran yang tidak lancar dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Kondisi ini sering tidak disadari karena perhatian masyarakat lebih tertuju pada cuaca panas.

Baca juga: Awas, Dampak El Nino Menyebabkan Nyamuk DBD Semakin Ganas

Sanitasi dan perubahan lingkungan ikut tingkatkan risiko

Ilustrasi DBD. Kenaikan suhu dan perubahan lingkungan saat El Nino dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk, sehingga risiko DBD ikut meningkat.Shutterstock/all_about_people Ilustrasi DBD. Kenaikan suhu dan perubahan lingkungan saat El Nino dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk, sehingga risiko DBD ikut meningkat.

Selain suhu, kondisi lingkungan dan sanitasi juga berperan dalam meningkatnya kasus DBD.

Kementerian Kesehatan menyebut kualitas air dan kebersihan lingkungan dapat memengaruhi penyebaran penyakit menular.

Perubahan lingkungan saat El Nino membuat kondisi menjadi lebih rentan terhadap perkembangbiakan vektor penyakit.

Dampak El Nino tidak hanya terbatas pada cuaca, tetapi meluas ke sektor kesehatan masyarakat.

Perubahan suhu dan curah hujan memengaruhi keseimbangan ekosistem, termasuk perkembangan nyamuk. Hal ini membuat risiko DBD meningkat seiring perubahan kondisi lingkungan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Heat Exhaustion, Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah

Pentingnya kewaspadaan dan langkah pencegahan

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode El Nino.

Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air dapat membantu menekan risiko DBD.

Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Upaya pencegahan ini menjadi kunci untuk mengurangi dampak kesehatan selama musim kemarau panjang.

DBD dapat meningkat saat El Nino karena suhu panas dan perubahan lingkungan mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak El Nino tidak hanya berkaitan dengan cuaca, tetapi juga kesehatan masyarakat.

Kewaspadaan dan pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Baca juga: Lansia Meninggal Setelah Antre Elpiji 3 Kg, Dokter: Bisa Jadi akibat Heat Stroke

Tag:  #kenapa #bisa #meningkat #saat #nino #penjelasan #ahli

KOMENTAR