Benarkah Aspirin Bisa Cegah Kanker Kolorektal? Ini Temuan Terbarunya
Ilustrasi obat. Penelitian terbaru menunjukkan aspirin dosis rendah dapat menurunkan risiko kambuh kanker kolorektal pada pasien tertentu, namun manfaatnya tidak berlaku untuk semua orang dan tetap memiliki risiko.(Pixabay)
11:12
27 April 2026

Benarkah Aspirin Bisa Cegah Kanker Kolorektal? Ini Temuan Terbarunya

Kanker kolorektal masih menjadi salah satu jenis kanker dengan risiko kekambuhan tinggi setelah operasi.

Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa obat sederhana seperti aspirin bisa membantu sebagian pasien mengurangi risiko tersebut.

Di sisi lain, penelitian lain justru mengingatkan bahwa aspirin tidak selalu efektif untuk pencegahan kanker pada populasi umum.

Dua temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan aspirin dalam kanker kolorektal tidak bisa disamaratakan.

Baca juga: Kasus Kanker Payudara Melonjak, BPJS Kesehatan Catat Tambahan 860 Ribu

Aspirin berpotensi kurangi risiko kambuh setelah operasi

Penelitian yang dipublikasikan Scitech Daily (25/4/2026) mengungkap potensi baru aspirin dalam pengobatan kanker kolorektal.

Dalam uji klinis yang melibatkan lebih dari 3.500 pasien di Eropa, penggunaan aspirin dosis rendah setelah operasi terbukti menurunkan risiko kekambuhan.

Hasilnya cukup signifikan.

Pada pasien dengan mutasi gen tertentu, kanker kembali hanya pada 7,7 persen pasien yang mengonsumsi aspirin, dibandingkan 14,1 persen pada kelompok tanpa aspirin.

Secara keseluruhan, aspirin mampu menurunkan risiko kekambuhan hingga hampir setengahnya.

Penelitian ini menyoroti peran jalur genetik PI3K yang memengaruhi pertumbuhan sel kanker.

Profesor Anna Martling dari Karolinska Institutet menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi bagian dari pengobatan berbasis genetika.

“Aspirin diuji dalam konteks yang benar-benar baru sebagai pengobatan presisi berbasis informasi genetik,” kata Martling.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini dapat membantu meningkatkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi beban biaya.

Baca juga: Beda dengan Tes DNA Biasa, Sekuensing Genomik Bisa Deteksi Dini Kanker hingga Kecocokan Obat

Efektivitas aspirin tidak berlaku untuk semua orang

Meski menjanjikan, manfaat aspirin tidak berlaku untuk semua kondisi.

Penelitian yang dikutip Healthline pada April 2026 menunjukkan bahwa penggunaan aspirin harian tidak secara signifikan menurunkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal.

Dalam analisis terhadap lebih dari 120.000 peserta, aspirin dosis rendah dinilai “hanya memberikan sedikit atau bahkan tidak ada perbedaan” dalam pencegahan kanker dalam 5 hingga 15 tahun pertama.

Dokter bedah kolorektal Ketan Thanki menyebut hasil ini sebagai pengingat penting bagi masyarakat.

“Penelitian ini menunjukkan manfaat perlindungan yang terbatas, jika ada, dari aspirin terhadap risiko kanker kolorektal pada populasi umum,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa aspirin tidak sebaiknya dikonsumsi rutin hanya untuk tujuan pencegahan kanker tanpa rekomendasi dokter.

Baca juga: Obat Asli atau Palsu? Ini Ciri dan Cara Cek dari BPOM

Risiko efek samping tetap perlu diperhatikan

Ilustrasi obat. Penelitian terbaru menunjukkan aspirin dosis rendah dapat menurunkan risiko kambuh kanker kolorektal pada pasien tertentu, namun manfaatnya tidak berlaku untuk semua orang dan tetap memiliki risiko.Pexels/Polina Tankilevitch Ilustrasi obat. Penelitian terbaru menunjukkan aspirin dosis rendah dapat menurunkan risiko kambuh kanker kolorektal pada pasien tertentu, namun manfaatnya tidak berlaku untuk semua orang dan tetap memiliki risiko.

Selain manfaat yang belum pasti, penggunaan aspirin juga memiliki risiko kesehatan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa konsumsi aspirin jangka panjang dapat meningkatkan risiko perdarahan, termasuk perdarahan di otak.

Risiko ini menjadi pertimbangan penting, terutama bagi orang yang mengonsumsi aspirin tanpa indikasi medis yang jelas.

Para peneliti menekankan bahwa keputusan penggunaan aspirin harus mempertimbangkan manfaat dan risiko secara seimbang.

Pendekatan ini perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Baca juga: Merasa Sehat Bukan Berarti Sembuh, Kemenkes Ingatkan Bahaya Stop Obat TB

Gaya hidup tetap jadi kunci utama pencegahan

Di tengah perdebatan soal aspirin, para ahli sepakat bahwa pencegahan kanker kolorektal tetap bergantung pada gaya hidup sehat.

Beberapa kebiasaan yang direkomendasikan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan berbasis nabati
  • Membatasi daging merah dan makanan olahan
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga secara rutin

Selain itu, pemeriksaan kesehatan seperti kolonoskopi juga penting untuk mendeteksi kanker sejak dini.

Ahli kanker gastrointestinal Katherine Van Loon menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pencegahan.

“Kami merekomendasikan menjaga berat badan sehat, berolahraga, dan menjalani skrining rutin sesuai usia,” ujarnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa meski aspirin memiliki potensi, penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing dan tidak menggantikan pentingnya gaya hidup sehat.

Baca juga: Obat Herbal Tidak Bisa Sembuhkan TBC, Dokter Anak Jelaskan Penyebabnya

Tag:  #benarkah #aspirin #bisa #cegah #kanker #kolorektal #temuan #terbarunya

KOMENTAR