Angka Kematian Gagal Jantung Lebih Tinggi dari Kanker, Dokter Jelaskan Alasannya
Ilustrasi Jantung. (Ilustrasi Jantung. Apa Itu Aritmia yang Dialami Kak Seto? Ini Gejala dan Penyebabnya)
09:06
28 April 2026

Angka Kematian Gagal Jantung Lebih Tinggi dari Kanker, Dokter Jelaskan Alasannya

- Gagal jantung menjadi salah satu penyakit yang kerap dipandang sebelah mata, meski risikonya tidak kalah serius dibandingkan penyakit lain yang lebih dikenal luas, seperti kanker. 

Berdasarkan data medis, kondisi ini memiliki angka kematian yang lebih tinggi dan membutuhkan penanganan yang kompleks.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan subspesialis gagal jantung, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA mengungkapkan, persepsi masyarakat terhadap penyakit ini masih belum sepenuhnya tepat.

Baca juga: Jangan Sepelekan Jantung Berdebar, Dokter Ingatkan Risiko Gagal Jantung

“Semua orang takut dengan kanker, tapi kalau lihat berdasarkan data, gagal jantung itu angka kematiannya jauh lebih tinggi daripada kanker pada umumnya,” jelas dr. Paskah dalam Media Session Siloam Cardiac Summit 2026, di Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026).

Angka kematian gagal jantung tergolong tinggi dari kanker

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan subspesialis gagal jantung, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA dalam Media Session Siloam Cardiac Summit 2026, di Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan subspesialis gagal jantung, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA dalam Media Session Siloam Cardiac Summit 2026, di Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2026).

Menurut dr. Paskah, beberapa jenis kanker bahkan memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih baik dibandingkan gagal jantung.

“Contohnya kanker payudara atau prostat itu angka keberhasilan hidupnya jauh lebih tinggi dibandingkan penderita gagal jantung,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa gagal jantung bukan hanya sekadar gangguan kesehatan biasa, melainkan kondisi serius yang memerlukan perhatian lebih dari masyarakat maupun tenaga medis.

Perbandingan ini juga menegaskan pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Penyakit kronis dan progresif

Gagal jantung dikenal sebagai penyakit yang bersifat kronis dan terus berkembang seiring waktu. Tanpa penanganan yang optimal, kondisi pasien dapat memburuk secara bertahap.

“Alasannya karena gagal jantung itu penyakit yang kronik dan progresif. Dia akan terus berjalan menuju penurunan fungsi. Jika tak segera diobati dengan optimal, maka tahun depan niscaya tambah jelek kondisinya,” jelas dr. Paskah.

Kondisi ini membuat pasien membutuhkan pemantauan dan terapi jangka panjang. 

Tidak seperti penyakit akut yang dapat sembuh dalam waktu singkat, gagal jantung memerlukan pendekatan berkelanjutan untuk mengontrol perkembangan penyakit.

Dampak ke berbagai organ tubuh

Lebih lanjut, dr. Paskah menjelaskan, kompleksitas gagal jantung terletak pada peran jantung sebagai pusat sirkulasi tubuh.

“Namun, gagal jantung ini sangat kompleks karena organ ini pusat di antara semua sirkulasi badan kita. Ketika pompanya bermasalah, maka organ lainnya juga akan kena dampak,” katanya.

Gangguan pada fungsi pompa jantung dapat memengaruhi berbagai organ penting lainnya. Dalam banyak kasus, pasien yang datang terlambat sudah mengalami komplikasi.

“Sering kali kalau pasiennya datang cukup terlambat sudah kena gangguan ginjal, stroke, gangguan liver, dan macam-macam yang lainnya,” lanjutnya.

Hal ini menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis dapat memperburuk kondisi secara signifikan.

Baca juga: Menjelang Kematian Penderita Gagal Jantung Apa Tanda-tandanya? Ini Ulasannya...

Perlu penanganan multidisiplin

Penanganan gagal jantung tidak dapat dilakukan secara sederhana atau hanya melibatkan satu dokter spesialis. Dibutuhkan kerja sama lintas disiplin untuk menangani kondisi ini secara menyeluruh.

“Saking kompleksnya, terkadang agak mustahil untuk mengobati pasien gagal jantung yang kompleks hanya dengan mengandalkan visit ke dokter spesialis satu orang,” tutur dr. Paskah.

Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan setiap aspek kondisi pasien dapat ditangani secara optimal.

“Menanganinya butuh multidisiplin. Bukan hanya dokter jantungnya saja, tapi subspesialis lain, seperti ahli listrik jantung, dokter bedah jantung kita juga perlu libatkan,” tambahnya.

Bukan penyakit yang bisa dianggap ringan

Gagal jantung juga bukan penyakit yang dapat sembuh hanya dengan pemeriksaan rutin sesekali. Dibutuhkan pengelolaan yang konsisten dan menyeluruh.

“Ini bukanlah penyakit yang setiap sebulan sekali ke dokter, lalu sembuh, tapi perlu pendekatan pengobatan yang lebih optimal dan menyeluruh,” tegas dr. Paskah.

Dengan karakteristiknya yang kronis, progresif, dan kompleks, gagal jantung menuntut kesadaran serta komitmen jangka panjang, baik dari pasien maupun tenaga medis.

Melalui pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala dan risiko gagal jantung, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini dan tepat.

Baca juga: 8 Ciri-ciri Gagal Jantung yang Sudah Parah, Termasuk Mudah Sesak Napas

Tag:  #angka #kematian #gagal #jantung #lebih #tinggi #dari #kanker #dokter #jelaskan #alasannya

KOMENTAR