Bumil Alami Pusing dan Berkunang-kunang, Waspadai Tekanan Darah Rendah
Ilustrasi ibu hamil. (Freepik)
09:06
5 Mei 2026

Bumil Alami Pusing dan Berkunang-kunang, Waspadai Tekanan Darah Rendah

- Salah satu perubahan yang cukup sering dialami ibu hamil tetapi kerap luput disadari adalah turunnya tekanan darah.

Kondisi ini biasanya membuat ibu hamil merasa pusing, lemas, berkunang-kunang, atau bahkan hampir pingsan saat berdiri terlalu cepat. 

Menurut dr. Parul Aggarwal, Konsultan Departemen Obstetri dan Ginekologi Cloudnine Group of Hospitals, tekanan darah rendah atau hipotensi memang umum terjadi, terutama pada trimester pertama dan kedua kehamilan.

“Tekanan darah rendah umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama dan kedua. Hal ini terjadi karena hormon kehamilan membuat pembuluh darah lebih rileks sehingga aliran darah menuju bayi meningkat,” jelas dr. Aggarwal, dikutip dari Only My Health, Senin (4/5/2026).

Baca juga: Bagaimana Cara Meningkatkan Tekanan Darah Rendah? Ini Tipsnya...

Mengapa tekanan darah bisa turun saat hamil? 

Perubahan hormon membuat pembuluh darah melebar

Saat hamil, tubuh memproduksi hormon progesteron dalam jumlah jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. 

Hormon ini memiliki peran penting dalam menjaga kehamilan, salah satunya dengan membantu rahim tetap rileks.

Namun di sisi lain, progesteron juga menyebabkan pembuluh darah melebar atau mengalami relaksasi. Pelebaran ini membuat aliran darah menjadi lebih lancar, tetapi tekanan dalam pembuluh darah ikut menurun.

Kondisi ini sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk memastikan janin mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang cukup melalui plasenta.

Baca juga: Tiap Jam Satu Ibu Meninggal karena Komplikasi Kehamilan dan Melahirkan

Pada trimester awal, tubuh ibu sedang menyesuaikan diri dengan perubahan besar ini. Karena itulah banyak ibu hamil mulai merasakan gejala seperti kepala terasa ringan, mudah lelah, hingga sensasi melayang saat berdiri mendadak.

Gejala ini biasanya mencapai puncaknya pada pertengahan kehamilan, lalu perlahan membaik ketika tubuh mulai beradaptasi.

Volume darah bertambah, tetapi distribusinya berubah

Tubuh ibu hamil bekerja ekstra memenuhi kebutuhan janin Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh meningkat hingga sekitar 30-50 persen. 

Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan oksigen ibu dan bayi yang sedang berkembang.

Baca juga: 6 Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan, Waspadai Sejak Kehamilan

Meski jumlah darah bertambah, sistem sirkulasi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan distribusinya. Pada fase adaptasi ini, tekanan darah bisa menurun sementara.

Dr. Aggarwal menjelaskan, tidak ada satu angka pasti untuk menentukan batas aman tekanan darah pada ibu hamil karena setiap perempuan memiliki kondisi tubuh berbeda.

“Secara umum, tekanan sistolik normal berada di kisaran 90-120 mmHg dan diastolik 60-80 mmHg. Banyak ibu hamil memiliki tekanan darah sekitar 90/60 mmHg dan itu masih dianggap normal,” jelasnya.

Namun, jika tekanan sistolik turun di bawah 80 mmHg atau diastolik di bawah 50 mmHg, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian medis.

Baca juga: Ketahui Risiko Tekanan Darah Melonjak di Pagi Hari

Posisi tubuh dan dehidrasi bisa memperparah kondisi

Selain perubahan biologis, beberapa faktor eksternal juga dapat membuat tekanan darah ibu hamil turun lebih drastis.

Misalnya, berdiri terlalu cepat setelah duduk atau berbaring dapat menyebabkan darah belum sempat mengalir optimal ke otak. Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik.

Selain itu, dehidrasi menjadi pemicu umum lainnya. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah berkurang sehingga tekanan darah semakin rendah.

Mual dan muntah berlebihan pada trimester pertama juga dapat memperburuk keadaan karena menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Pusing mendadak
  • Pandangan kabur
  • Mual
  • Kulit terasa dingin atau lembap
  • Jantung berdebar
  • Tubuh terasa limbung

“Gejala ini biasanya ringan, tetapi jika pusing atau pingsan terjadi berulang, risikonya adalah jatuh dan cedera,” ucap dr. Aggarwal.

Baca juga: Tanda-tanda Tekanan Darah Rendah di Kepala, Mata, Leher, dan Dada, Cek Sekarang

Apakah tekanan darah rendah bisa membahayakan bayi?

Kabar baiknya, tekanan darah rendah ringan umumnya tidak membahayakan janin.

Tubuh ibu memiliki sistem adaptasi yang cukup canggih untuk tetap menjaga suplai darah ke plasenta.

Namun, jika tekanan darah terlalu rendah dalam waktu lama, aliran oksigen dan nutrisi ke janin berpotensi terganggu.

Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan janin terhambat atau berat badan lahir rendah.

Karena itu, ibu hamil tetap perlu waspada jika mengalami pingsan berulang, sesak napas, nyeri dada, detak jantung sangat cepat, kebingungan atau sulit fokus.

Pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat penting untuk memantau kondisi ini.

Baca juga: Sering Lemas dan Pusing? Kenali Gejala dan Penyebab Darah Rendah

Tag:  #bumil #alami #pusing #berkunang #kunang #waspadai #tekanan #darah #rendah

KOMENTAR