Aktivitas Ringan tapi Sering “Ngos-ngosan”? Waspadai Gejala Kelainan Struktur Jantung
- Rasa cepat lelah atau napas pendek kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Sebagian orang mengaitkannya dengan kurang tidur, faktor usia, atau tubuh yang sedang tidak bugar.
Padahal, rasa lelah yang tidak wajar, terutama setelah melakukan aktivitas ringan, dapat menjadi tanda bahwa jantung sedang mengalami gangguan. Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah kelainan struktur jantung.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Mayapada Hospital Surabaya Jeffrey D Adipranoto mengatakan, gangguan struktur jantung dapat melibatkan berbagai bagian penting pada organ tersebut.
“Kelainan struktur jantung dapat berupa katup yang bocor atau menyempit, dinding jantung menebal atau melemah, hingga ruang jantung membesar,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Menurut dr Jeffrey, gangguan tersebut dapat menurunkan kemampuan jantung dalam memompa darah. Akibatnya, suplai oksigen ke jaringan tubuh ikut berkurang dan pasien mulai merasakan keluhan saat beraktivitas.
Baca juga: Overwork Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini Pentingnya Skrining Sejak Dini
“Kondisi ini sering dianggap sebagai kelelahan biasa sehingga pemeriksaan jantung baru dilakukan setelah gejala bertambah,” ujar dr Jeffrey.
Pada tahap awal, tubuh biasanya masih mampu beradaptasi sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan normal. Namun, seiring waktu, beban kerja jantung dapat meningkat dan memunculkan keluhan yang lebih jelas.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas, jantung berdebar, hingga pembengkakan pada kaki.
“Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal jantung ataupun gangguan irama jantung atau aritmia,” kata dr Jeffrey.
Mengingat gejalanya sering tidak khas, banyak orang tidak menyadari pentingnya pemeriksaan jantung sejak dini. Padahal, deteksi awal dapat membantu dokter mengetahui kondisi struktur dan fungsi jantung sebelum keluhan berkembang lebih berat.
Baca juga: Diabetes Pasti Berujung Penyakit Jantung, Benarkah? Simak Penjelasan Dokter
Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah ekokardiografi. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menilai kondisi jantung secara lebih menyeluruh.
“Melalui pemeriksaan ekokardiografi, dokter dapat melihat kondisi katup, ukuran ruang jantung, dan kekuatan pompa jantung secara menyeluruh, bahkan sebelum muncul gejala berat,” jelas dr Jeffrey.
Pemeriksaan jantung, termasuk ekokardiografi, dianjurkan bagi orang dengan faktor risiko tertentu, seperti berusia di atas 40 tahun, memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes, aktif merokok, serta memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Meski begitu, keluhan pada usia muda juga tidak boleh diabaikan. Sesak napas, mudah lelah, atau jantung berdebar yang muncul berulang sebaiknya tetap dievaluasi agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal.
Solusi komprehensif Mayapada Hospital
Untuk mendukung deteksi dini dan penanganan gangguan struktur jantung, Mayapada Hospital Surabaya melalui Heart and Vascular Center menghadirkan layanan jantung yang kolaboratif dan komprehensif.
Baca juga: Kasus Aritmia pada Usia Muda Meningkat, Ketersediaan Dokter Spesialis Masih Terbatas
Pelayanan jantung Mayapada Hospital Surabaya ditopang oleh tiga pilar utama.
Pertama, Advanced Treatment, yaitu layanan yang mencakup penanganan gangguan pembuluh darah atau vaskular, gangguan irama jantung atau aritmia, serta kelainan struktur jantung, termasuk penyakit katup jantung, dengan pendekatan terkini.
Kedua, Emergency Excellence, yaitu penanganan kegawatdaruratan jantung yang terintegrasi dengan respons cepat dan tepat, serta mengacu pada standar protokol internasional melalui layanan cardiac emergency.
Layanan tersebut didukung dokter spesialis dan subspesialis yang siaga 24 jam secara on-site. Pasien juga dapat mengakses layanan melalui Call Center 150990 atau Emergency Call di aplikasi MyCare.
Selain itu, Mayapada Hospital Surabaya memiliki Chest Pain Unit untuk mendukung deteksi dini nyeri dada yang dapat berkaitan dengan gangguan jantung.
Baca juga: Mayapada Hospital Surabaya Resmikan Heart & Vascular Center, Layanan Lengkap Pengobatan Jantung
Ketiga, Team-Based Management, yaitu pendekatan berbasis kolaborasi dalam menentukan keputusan klinis dan rencana perawatan pasien.
Melalui cardiac board, penanganan pasien melibatkan berbagai dokter spesialis dan subspesialis, mulai dari spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga dokter spesialis jantung anak.
Pendekatan multidisiplin tersebut membantu dokter menentukan tindakan yang paling tepat sesuai kondisi pasien.
Tindakan yang dapat dilakukan meliputi coronary angiography (CAG), percutaneous coronary intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, gangguan irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut.
Untuk kasus tertentu, terapi gagal jantung lanjut dapat didukung dengan alat bantu pompa jantung terkini, yaitu Left Ventricular Assist Device (LVAD).
Baca juga: Sinus Center Mayapada Hospital Surabaya, Solusi Pemulihan Lebih Cepat dan Nyaman
Layanan tersebut juga dilengkapi cardiac advisor yang mendampingi pasien dan keluarga sejak awal pemeriksaan hingga masa pemulihan.
Dengan pendampingan tersebut, pasien dan keluarga dapat memahami setiap keputusan medis dengan lebih jelas, menjalani proses perawatan dengan lebih lancar, serta memperoleh jawaban atas berbagai pertanyaan seputar kondisi dan rencana terapi.
Informasi seputar kesehatan jantung dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles and Tips.
Selain itu, pengguna juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, serta body mass index (BMI).
Baca juga: PET-CT dan SPECT-CT Hadir di Mayapada Jakarta Selatan, Diagnosis Kanker Makin Akurat
Tag: #aktivitas #ringan #tapi #sering #ngos #ngosan #waspadai #gejala #kelainan #struktur #jantung