Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Penyebab dan Cara Penularannya
Hantavirus kembali menjadi perhatian setelah wabah hantavirus terjadi di sebuah kapal pesiar mewah dekat Cape Verde dan menewaskan tiga orang yang diduga terinfeksi.
Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius itu memunculkan pertanyaan tentang apa itu hantavirus, bagaimana virus ini menyebar, serta apakah masyarakat perlu khawatir terhadap risiko penularannya.
Melansir USA Today (6/5/2026), kapal yang semula dijadwalkan menuju Spanyol itu tertahan beberapa hari di lepas pantai Cape Verde dengan hampir 150 penumpang dan kru di dalamnya.
Tiga orang di kapal tersebut meninggal karena dugaan infeksi, sementara sejumlah orang lainnya mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin 150 Orang Tertahan, Kenali Gejala dan Cara Penularannya
Hantavirus berasal dari hewan pengerat
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan, hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat.
Virus ini dapat bertahan lama pada hewan pengerat tanpa membuat hewan tersebut tampak sakit.
“Hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat, terkadang dalam jangka panjang tanpa terlihat sakit, dan sesekali menular ke manusia,” demikian penjelasan WHO.
WHO menambahkan, meski banyak spesies hantavirus telah ditemukan di seluruh dunia, hanya sebagian kecil yang diketahui dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
Baca juga: 3 Penumpang Kapal Pesiar Meninggal karena Virus Hanta, Gejalanya Sering Dikira Flu
Bagaimana hantavirus menyebar?
Ilustrasi tikus. Wabah hantavirus di kapal pesiar dekat Cape Verde menewaskan tiga orang yang diduga terinfeksi, tetapi WHO menyebut risiko bagi publik luas masih rendah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menyebut hantavirus terutama menyebar melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat.
Penularan juga dapat terjadi lebih jarang melalui cakaran atau gigitan hewan pengerat.
Dalam konteks hantavirus kapal pesiar, WHO menyebut jenis virus yang teridentifikasi melalui pemeriksaan laboratorium adalah Andes virus.
Jenis ini ditemukan di Amerika Selatan dan diyakini dapat menyebar dari manusia ke manusia.
“Meski jarang, hantavirus dapat menyebar antar manusia dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan berat, sehingga membutuhkan pemantauan pasien, dukungan, dan respons yang cermat,” kata WHO.
Baca juga: Mengenal Bahaya Virus Hanta yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar, Ternyata Mirip Flu
Gejala hantavirus perlu diwaspadai
Hantavirus dapat menjadi penyakit serius karena dapat memicu gangguan pernapasan berat.
WHO menyebut, pasien yang terinfeksi membutuhkan pemantauan klinis dan penanganan komplikasi, termasuk komplikasi pada pernapasan, jantung, atau organ lain.
Dengan demikian, gejala hantavirus tidak boleh dianggap ringan, terutama jika muncul setelah seseorang memiliki riwayat paparan hewan pengerat atau berada di lokasi dengan kasus hantavirus.
Infeksi ini bisa membutuhkan perawatan medis cepat dan intensif.
Belum ada pengobatan khusus
WHO menyatakan, belum ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit akibat hantavirus.
Namun, perawatan medis suportif sejak dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Perawatan tersebut mencakup pemantauan kondisi klinis dan penanganan komplikasi yang mungkin muncul selama infeksi berlangsung.
Karena itu, orang yang merasa memiliki risiko paparan dan mengalami keluhan kesehatan sebaiknya segera mencari bantuan medis.
Baca juga: Virus Hanta Menyebar Tanpa Disadari, Kenali Cara Penularannya Sebelum Terlambat
Risiko untuk publik dinilai rendah
Meski kasus hantavirus di MV Hondius menyita perhatian, WHO menilai risiko bagi masyarakat luas masih rendah.
Pada 4 Mei 2026, WHO menyampaikan bahwa wabah tersebut tidak perlu memicu kepanikan atau pembatasan perjalanan.
“Tidak perlu panik atau melakukan pembatasan perjalanan,” kata Direktur Regional WHO untuk Eropa, Dr Hans Henri P. Kluge.
Pernyataan ini penting karena istilah wabah hantavirus dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama setelah muncul kasus kematian di kapal pesiar.
Namun, WHO tetap menekankan pentingnya pemantauan pasien dan respons kesehatan yang cermat.
Bagaimana dengan hantavirus Indonesia?
Pembahasan hantavirus Indonesia biasanya muncul ketika ada kabar kasus hantavirus di negara lain, termasuk wabah hantavirus di kapal pesiar dekat Cape Verde.
Sumber tersebut hanya menjelaskan wabah pada kapal MV Hondius, penyebab hantavirus, cara penularan, serta penilaian WHO bahwa risiko untuk publik lebih luas tergolong rendah.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan dan kewaspadaan terhadap paparan hewan pengerat tetap penting, terutama di ruang tertutup atau area perjalanan dengan banyak orang.
Baca juga: Virus Hanta Bisa Menyebar dari Makanan dan Rumah Kotor, Ini Cara Menghindarinya
Tag: #wabah #hantavirus #kapal #pesiar #penyebab #cara #penularannya