Cara Tepat Membuang Ingus Saat Pilek Menurut Dokter, Jangan Terlalu Keras
- Kegiatan membuang ingus kerap dianggap sebagai keterampilan dasar yang sudah dikuasai sejak masa kanak-kanak. Namun, banyak orang dewasa yang rupanya masih keliru dalam melakukan kebiasaan harian ini.
Sebagian orang terbiasa mengeluarkan ingus dengan tenaga penuh hingga menimbulkan suara nyaring, sedangkan yang lainnya memilih cara yang lebih lembut dan senyap.
Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk membuang ingus?
Baca juga: Kenapa Ingus Keluar Terus-Menerus? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya
Panduan aman membersihkan hidung saat pilek
Ada beberapa langkah dasar yang umum dilakukan saat membuang ingus, yakni menggunakan tisu bersih, menutupi hidung saat membuang ingus, membuang tisu ke tempat sampah, dan langsung mencuci tangan.
Dari kacamata medis, pakar alergi dari Allergy & Asthma Network, dr. Purvi Parikh, mengatakan, ada teknik khusus yang perlu kamu perhatikan.
"Hindari membuang ingus terlalu keras atau dengan tenaga yang terlalu besar," tutur dia, melansir Prevention, Jumat (8/5/2026).
Ia menyarankan untuk membersihkan satu lubang hidung secara bergantian.
Caranya adalah dengan menekan salah satu sisi hidung menggunakan jari hingga tertutup, lalu keluarkan udara perlahan dari lubang hidung yang terbuka. Lakukan hal yang sama pada sisi hidung sebelahnya.
"Kamu tidak seharusnya membuat 'suara klakson' yang sangat keras saat membuang ingus," ujar dokter spesialis gangguan sinus dan hidung di Mass Eye and Ear, sekaligus asisten profesor bedah THT di Harvard Medical School, Alan Workman.
Selain itu, membuka mulut sedikit saat membuang ingus juga sangat dianjurkan oleh para ahli medis.
"Hal itu membantu mengurangi sebagian tekanan," tambah dokter spesialis THT di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School, Phillip Purnell.
Baca juga: 10 Cara Mengeluarkan Ingus yang Tidak Bisa Keluar
Risiko membuang ingus sembarangan
Walaupun komplikasi serius jarang terjadi, membuang ingus dengan teknik yang keliru tetap menyimpan sejumlah risiko kesehatan. Cara yang tidak efektif hanya akan membuat hidungmu terus terasa tersumbat dan tidak nyaman.
"Hidung kita memiliki banyak pembuluh darah. Jika kamu membuang ingus terlalu kuat, kamu akan meningkatkan risiko mimisan," kata dokter spesialis THT dan salah satu pendiri sekaligus CEO Side Health, Kanwar Kelley.
Selain mimisan, dr. Parikh mengungkapkan bahwa risiko lain yang mengintai adalah terjadinya peradangan pada area dalam telingamu.
"Tenaga yang terlalu besar dapat mendorong lendir ke dalam saluran eustachius yang menghubungkan bagian belakang hidung, tenggorokan, dan telinga, serta memicu potensi infeksi telinga," ujar dia.
Bahkan, dr. Purnell menambahkan, tetap ada kemungkinan gendang telinga bisa pecah akibat tekanan udara yang dipaksakan, meskipun sedikit tekanan memang diperlukan untuk mendorong ingus keluar dari hidung.
Baca juga: 3 Penyebab dan Cara Mengobati Ingus Berwarna Putih
Ilustrasi pilek yang bisa disebabkan oleh alergi.
Cara lain untuk membuang ingus
Bila dirasa kurang maksimal, ada berbagai cara lain untuk meredakan hidung tersumbat. Kamu bisa mencoba memakai semprotan hidung, mandi air hangat, atau menyalakan alat pelembap udara di dalam ruangan.
"Cara-cara ini sangat bagus untuk melembapkan dan mengendurkan lendir yang keras sehingga lebih mudah dikeluarkan," kata dr. Parikh.
Cuci hidung pakai air garam
Salah satu cara yang direkomendasikan oleh dr. Kelley adalah mencuci hidung menggunakan air garam, yang menurutnya penanganan paling efektif.
"Cuci hidung sangat baik untuk membersihkan saluran hidung dari kotoran, penyebab alergi, lendir berlebih, dan zat pengganggu lain yang bisa masuk ke hidung," kata dia.
Metode cuci hidung dilakukan dengan mengalirkan cairan dari satu sisi hidung agar keluar lewat sisi sebelahnya atau melalui mulut, menggunakan alat cuci hidung.
Pastikan kamu selalu menggunakan air matang yang sudah didinginkan atau air suling yang terjamin kebersihannya.
"Buka mulutmu untuk bernapas atau menampung kelebihan air yang mengalir ke bagian belakang hidung. Ini bisa terasa tidak nyaman pada awalnya, tetapi akan mereda seiring berjalannya waktu," ujar dr. Kelley.
"Cuci hidung itu aman, dan tidak ada batasan seberapa sering hal itu bisa dilakukan dalam sehari. Saya biasanya menyarankan dua kali sehari, sekali pada pagi hari dan sekali tepat sebelum kamu mandi malam," lanjut dia.
Kapan harus periksa ke dokter?
Terkadang, rasa mengganjal di area pernapasan tidak selalu berarti ada sisa lendir yang tertinggal. Menurut dr. Kelley, bisa saja penyebabnya adalah jaringan yang bengkak
Jika kamu merasa hidungmu terus-menerus mampet dan tidak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Kamu juga wajib waspada apabila lendir berubah warna menjadi kuning atau hijau, dan disertai demam serta nyeri wajah.
"Kamu mungkin mengalami infeksi sinus yang bisa memerlukan antibiotik," pungkas dr. Kelley.
Baca juga: Kenapa Ingus Berwarna Hijau? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tag: #cara #tepat #membuang #ingus #saat #pilek #menurut #dokter #jangan #terlalu #keras