Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Tak Harus Biru, Kenali Gejalanya
Ilustrasi bayi.(Pexels)
07:39
11 Mei 2026

Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Tak Harus Biru, Kenali Gejalanya

  Kebanyakan orang mengenali gejala penyakit jantung bawaan (PJB) dari kulit bayi yang tampak kebiruan. Namun, sebenarnya ada tipe PJB yang tidak menyebabkan kulit bayi menjadi biru.

"Ada PJB tidak biru atau asianotik. Penyakit ini bisa baru ketahuan saat anak sudah besar," kata dr.Yovi Kurniawati Sp.J.P, subspesialis kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan dari RS Pondok Indah Jakarta.

Gejala PJB tipe asianotik meliputi bayi yang tampak lemas terus, berat badan susah naik, sering mengalami batuk pilek atau infeksi paru berulang, serta bayi tidak mampu mengisap susu dengan baik.

Pada anak yang sudah agak besar, gejalanya bisa berupa mudah lelah atau sesak napas jika bermain, berlari, atau berjalan agak jauh.

Baca juga: Pertumbuhan Bayi Lambat Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan

Karena tidak ada gejala yang nyata sehingga sering tidak disadari dan tidak terdiagnosa oleh dokter dan orangtua. 

"Pada PJB tipe sianotik gejalanya lebih jelas, yaitu biru pada bibir, kuku jari tangan dan kaki, gagal tumbuh kembang, bayi sering terlihat lelah atau sering berhenti saat menyusu. Kebiruan ini terjadi karena bayi kekurangan oksigen secara kronis," papar dr.Yovi.

Warna biru pada kulit atau kuku terjadi karena percampuran darah bersih dan darah kotor melalui kelainan struktur jantung. Tubuh bayi tidak mendapat oksigen dan sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Baca juga: Mengenal VSD, Penyakit Jantung Bawaan yang Tak Selalu Perlu Operasi

Pemeriksaan sejak bayi baru lahir

Upaya deteksi dini sangat penting, karena pasien dengan PJB dapat bertahan dengan baik hingga dewasa, apalagi deteksinya sangat mudah dilakukan. 

Pemeriksaan saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oksimeter pada bayi usia 24–48 jam atau sebelum dipulangkan dari fasilitas kesehatan.

"Pemeriksaan dengan oksimeter ini sudah jadi standar pada bayi baru lahir," kata dr.Yovi.

Baca juga: Penyakit Jantung Bawaan Baru Terdeteksi saat Dewasa, Ini Penyebabnya

Idealnya hasil oksimetri saturasi oksigennya 95 persen. Jika terdapat perbedaan yang jauh antara tangan dan kaki, harus diulang pemeriksaan oksimeter hingga 3 kali. 

Jika setelah diulang tiga kali hasilnya hanya 90 persen atau kurang dari 90 persen, harus dilakukan pemeriksaan lanjutan. Baik berupa rekam jantung atau USG jantung.

Jika hasil diagnosa ditemukan positif PJB, harus dilakukan terapi dengan katerisasi (tanpa operasi terbuka).

"Tergantung berat ringannya kelainan jantung, ada kasus yang tidak harus langsung dioperasi tapi ditunggu apakah bisa menutup sendiri dan tetap dimonitor dokter. Tapi pada kasus yang kompleks harus segara dioeprasi," terang dr.Yovi.

Mengenali gejala PJB pada bayi dan melakukan pengobatan sedini mungkin bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberi kesempatan si kecil untuk tumbuh optimal.

Penyakit jantung bawaan yang tidak diobati bisa beresiko menyebabkan gagal jantung, infeksi jantung, gangguan irama jantung, hipertensi paru, bahkan kematian prematur.

Baca juga: Upaya Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Bawaan Sejak Kehamilan

Tag:  #penyakit #jantung #bawaan #pada #bayi #harus #biru #kenali #gejalanya

KOMENTAR