Kondisi Mata Bisa Ungkap Risiko Penyakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi mata. Mata Terlihat Mengantuk Bisa Gejala Ptosis, Bagaimana Cara Mengatasinya? (Freepik/rawpixel)
21:12
21 Mei 2026

Kondisi Mata Bisa Ungkap Risiko Penyakit Jantung, Ini Penjelasan Dokter

- Seluruh organ tubuh manusia saling terhubung dengan cara yang tak terduga.

Sebuah studi berjudul "Mendelian randomization study implicates inflammaging biomarkers in retinal vasculature, cardiovascular diseases, and longevity" dalam jurnal ScienceAdvances (2025) menyoroti kaitan yang jarang dibahas antara mata dan jantung.

Studi tersebut juga menyoroti bagaimana jaringan pembuluh darah di mata menjadi indikator kesehatan, proses penuaan, dan prediksi harapan hidup.

Baca juga: Mata Sensitif Cahaya saat Campak, Benarkah Tanda Kekurangan Vitamin A?

"Riset ini memetakan mikrovaskular mata yang menjadi gambaran visual akurat ke sistem sirkulasi, alias jendela ke sistem peredaran darah tubuh," jelas Presiden American Optometric Association, dr. Jacqueline Bowen, mengutip Prevention, Rabu (20/5/2026).

Temuan ilmiah ini diyakini membantu tenaga medis memprediksi, mencegah, dan mengobati penyakit jantung.

Kaitan kondisi mata dan penyakit jantung

Para ilmuwan menemukan, bahwa orang dengan pembuluh darah mata yang bentuknya terlalu sederhana ternyata cukup rentan. Risiko peradangan, penyakit jantung, stroke, hingga kematian dini pada kelompok ini melonjak pesat.

"Pembuluh darah retina yang sederhana cenderung lebih rapuh dan bisa mengindikasikan penurunan aliran darah atau adanya kerusakan. Hal ini dapat menjadi sinyal peringatan dini akan kondisi yang memengaruhi sistem peredaran darah," terang dr. Bowen.

Sebaliknya, struktur pembuluh rumit ibarat ranting pohon menandakan organ jantung yang sehat dan adaptif.

"Singkatnya, temuan ini menunjukkan potensi besar pemanfaatan pembuluh darah mikro retina untuk mendiagnosis penyakit sistemik lainnya," kata dokter spesialis mata di MemorialCare Orange Coast Medical Center, Benjamin Bert.

Peran protein pemicu peradangan

Studi ini membeberkan bahaya dari dua protein spesifik yang mampu menyulut peradangan tingkat rendah di dalam tubuh.

Protein pertama adalah MMP12, yakni enzim perombak jaringan yang bisa memicu kerusakan pembuluh darah akibat peradangan seiring bertambahnya usia. Selanjutnya reseptor IgG-Fc IIb, protein pengatur sistem kekebalan tubuh dan sangat memengaruhi seberapa cepat sel-sel kamu menua.

Peningkatan jumlah keduanya kelak akan melipatgandakan risiko munculnya penyakit mematikan pada kalangan lansia.

"Secara khusus, MMP12 membantu mengatur pemodelan ulang jaringan tetapi juga dapat berkontribusi pada kerusakan pembuluh darah terkait usia, sedangkan reseptor IgG-Fc IIb dikaitkan dengan proses imun dan inflamasi yang memengaruhi cara kita menua," jelas dr. Bowen.

Baca juga: Aktivitas Ringan tapi Sering “Ngos-ngosan”? Waspadai Gejala Kelainan Struktur Jantung

Ilustrasi Jantung. Ilustrasi serangan jantung. Ilustrasi henti jantung.Ilustrasi Jantung. Apa Itu Aritmia yang Dialami Kak Seto? Ini Gejala dan Penyebabnya Ilustrasi Jantung. Ilustrasi serangan jantung. Ilustrasi henti jantung.

"Sejumlah studi menunjukkan bahwa peradangan dapat mempercepat kerusakan arteri dan memicu serangan jantung, penyakit arteri perifer, serta stroke," jelas Direktur Program Genetik Kardiovaskular di University of Iowa, dr. Ferhaan Ahmad.

"Ada kemungkinan pengobatan yang langsung menargetkan protein-protein ini dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memvalidasi protein tersebut sebagai target pengobatan," tambahnya.

Alasan mata menjadi cerminan jantung

Mata adalah satu-satunya area terbuka yang memungkinkan tenaga kesehatan memantau sirkulasi secara langsung tanpa menggunakan prosedur biopsi.

Saluran mikroskopisnya juga memiliki struktur serupa dengan jaringan penyokong di dalam otak dan ginjal.

"Itulah sebabnya, pemeriksaan dilatasi mata, yang mana dokter memberikan obat tetes untuk melebarkan pupil agar struktur mata terlihat lebih jelas, telah lama menjadi metode untuk memeriksa pembuluh darah tersebut," ungkap dr. Bert.

Baca juga: Konsumsi Daging Tinggi Lemak, Ini Cara Jaga Kesehatan Jantung Saat Idul Adha

"Cara ini memungkinkan dokter mendiagnosis pasien dengan penyakit kardiovaskular yang mendasarinya, seperti diabetes atau hipertensi," lanjut dia.

Beragam gangguan serius terkait metabolisme tiroid atau masalah autoimun kini diketahui lewat pantauan retina.

Jaringan lunak ini pada dasarnya selalu menanggung beban tekanan yang sama dengan pembuluh darah lain, sehingga fungsinya selalu sejalan dengan kondisi kesehatan organ pentingmu di tempat lain.

Dengan kata lain, saat kamu tidak punya alasan untuk menghindari pemeriksaan mata tahunan, mengingat perannya dapat membantu menjauhkan fungsi organ vital dari kerusakan tak terduga.

"Dokter mata dapat mendeteksi lebih dari 270 kondisi kesehatan serius dan mengidentifikasi rencana pencegahan yang dipersonalisasi untuk membantu pasien meningkatkan hasil kesehatan," ucap dr. Bowen.

Menjadikan langkah preventif ini sebagai bagian dari gaya hidup adalah pilihan yang sangat menguntungkan di masa depan.

Baca juga: Preeklamsia Bisa Sebabkan Gangguan Mata pada Ibu Hamil, Ini Penjelasan Dokter

Tag:  #kondisi #mata #bisa #ungkap #risiko #penyakit #jantung #penjelasan #dokter

KOMENTAR