Konsumsi Kopi dan Buah Dikaitkan dengan Risiko Penuaan Sel Lebih Rendah
Kebiasaan sederhana seperti minum kopi dan rutin makan buah ternyata disebut bisa membantu menjaga sel tubuh tetap sehat lebih lama.
Penelitian terbaru menemukan pola makan kaya polifenol berkaitan dengan risiko penuaan sel yang lebih rendah.
Melansir The Guardian (11/5/2026), penelitian tersebut dipresentasikan dalam European Congress on Obesity dan melibatkan lebih dari 1.700 orang dewasa di Spanyol.
Peneliti dari University of Navarra mengamati panjang telomer peserta pada 2008 dan 2015. Telomer merupakan bagian ujung DNA yang berfungsi melindungi sel.
Telomer yang lebih pendek dikaitkan dengan risiko penuaan tidak sehat dan berbagai penyakit terkait usia.
Baca juga: 7 Penyebab Mata Kering, Ada Faktor Penuaan hingga Penyakit Autoimun
Kopi dan buah dikaitkan dengan risiko lebih rendah
Penelitian menemukan orang dengan asupan polifenol tertinggi memiliki risiko 52 persen lebih rendah mengalami telomer pendek dibanding mereka yang paling sedikit mengonsumsi polifenol.
Polifenol sendiri banyak ditemukan dalam buah beri, apel, kopi, teh, dan kakao.
Konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar satu cangkir per hari, dikaitkan dengan risiko telomer pendek 26 persen lebih rendah dibanding orang yang tidak minum kopi.
Sementara itu, konsumsi empat hingga lima porsi buah per hari juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah.
Peserta dengan konsumsi buah tertinggi memiliki risiko 29 persen lebih rendah mengalami telomer pendek dibanding kelompok dengan konsumsi buah paling sedikit.
Baca juga: Studi: Pandemi Mempercepat Penuaan Otak, Termasuk Orang yang Tidak Terinfeksi Covid-19
Mengapa telomer penting?
ilustrasi kopi. Penelitian terbaru menemukan konsumsi kopi dan buah kaya polifenol dikaitkan dengan risiko penuaan sel yang lebih rendah.
Telomer sering disebut sebagai “penutup” DNA yang membantu menjaga stabilitas sel tubuh. Ketika telomer memendek, risiko kematian sel dan penuaan tidak sehat dapat meningkat.
Penelitian sebelumnya juga mengaitkan telomer pendek dengan berbagai penyakit terkait usia, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, hingga peningkatan risiko kematian.
Penulis utama penelitian, Isabella Kury Guzmán, mengatakan hasil studi ini menunjukkan pentingnya pola makan sehari-hari dalam menjaga kesehatan tubuh jangka panjang.
“Pola makan kaya polifenol, termasuk buah dan kopi, mungkin menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung penuaan sel yang lebih sehat,” ujar Guzmán.
Ia menegaskan manfaat tersebut bukan berasal dari satu makanan “anti-aging” tertentu, melainkan dari kombinasi kebiasaan makan sehari-hari dalam jangka panjang.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Senyawa Kopi yang Bekerja Lebih Kuat dari Obat Diabetes
Pakar ingatkan pentingnya pola makan keseluruhan
Profesor nutrisi manusia dari King’s College London, Ana Rodriguez-Mateos, mengatakan polifenol sebelumnya memang telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit terkait usia.
Menurut dia, sejumlah penelitian klinis juga menunjukkan senyawa tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah serta mendukung fungsi pembuluh darah dan otak seiring bertambahnya usia.
“Penelitian ini menambah bukti bahwa pola makan kaya polifenol dapat membantu mendukung penuaan yang lebih sehat,” katanya.
Namun, Profesor nutrisi dari University of Reading, Gunter Kuhnle, mengingatkan bahwa mengukur asupan polifenol secara akurat bukan hal mudah.
Ia menilai manfaat kesehatan mungkin tidak hanya berasal dari polifenol, tetapi juga dari pola makan sehat yang kaya buah dan sayuran secara keseluruhan.
“Pola makan berbasis tanaman memang dikaitkan dengan telomer yang lebih panjang dan penuaan yang lebih sehat,” ujar Kuhnle.
Meski begitu, penelitian ini kembali memperkuat hubungan antara pola makan sehat sehari-hari dan kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Baca juga: Kopi Bisa Naikkan Tekanan Darah, Tapi Ternyata Tidak Sebabkan Hipertensi
Tag: #konsumsi #kopi #buah #dikaitkan #dengan #risiko #penuaan #lebih #rendah