Penyakit Aorta Kompleks Bisa Fatal dalam Hitungan Jam, Ini yang Perlu Diwaspadai
Penyakit aorta kompleks termasuk kondisi kardiovaskular berbahaya yang dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Pada kasus tertentu, keterlambatan penanganan dalam hitungan jam dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan.
Hal ini disampaikan dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Rabu (20/5/2026), terkait media gathering bertajuk “Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern” di Tangerang.
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, menjelaskan bahwa penyakit aorta kerap datang sebagai kondisi gawat darurat.
Menurut dia, kondisi ini memiliki risiko fatal yang tinggi apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.
“Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar 1–2 persen setiap jam dalam 24–48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan,” jelas dr. Dicky dalam keterangan tersebut.
Baca juga: Kenali Apa itu Aneurisma Aorta, Jenis, Penyebab, hingga Gejala
Apa itu penyakit aorta kompleks?
Aorta adalah pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Karena perannya sangat penting, gangguan pada aorta dapat berdampak besar terhadap aliran darah dan fungsi organ tubuh.
Beberapa gangguan yang dapat terjadi pada aorta adalah aneurisma aorta dan diseksi aorta.
Aneurisma aorta merupakan kondisi ketika dinding aorta melemah dan melebar. Sementara itu, diseksi aorta terjadi ketika lapisan dinding aorta robek sehingga darah masuk ke lapisan pembuluh darah.
Masalahnya, gangguan pada aorta dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.
Pada sebagian kasus, kondisi tersebut baru diketahui ketika sudah menimbulkan keadaan darurat yang mengancam jiwa.
Dalam rilis tersebut disebutkan bahwa secara global, insidensi acute aortic syndromes mencapai sekitar 4,8 per 100.000 orang per tahun.
Sementara itu, beban penyakit aneurisma aorta di Indonesia juga disebut terus meningkat.
Baca juga: 12 Penyebab Diseksi Aorta, Robeknya Pembuluh Darah Aorta yang Perlu Diwaspadai
Mengapa harus ditangani cepat?
Media gathering bertajuk ?Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern? di Tangerang, Selasa (19/5/2026). Penyakit aorta kompleks dapat berkembang tanpa gejala jelas dan berisiko fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Penyakit aorta kompleks membutuhkan diagnosis dan penanganan yang cepat karena dapat berkembang menjadi kondisi fatal dalam waktu singkat.
Pada kasus acute aortic dissection, risiko kematian disebut dapat meningkat setiap jam jika pasien tidak segera ditangani. Karena itu, kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam penyelamatan nyawa.
Namun, penanganan penyakit aorta kompleks tidak hanya bergantung pada satu dokter atau satu tindakan medis.
Dr. Dicky menekankan bahwa keberhasilan penanganan kasus aorta membutuhkan kesiapan sistem pelayanan secara menyeluruh.
Penanganan optimal memerlukan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi, hingga rehabilitasi.
Semua bagian tersebut perlu bekerja dalam protokol yang terintegrasi agar pasien bisa mendapatkan diagnosis dan tindakan yang tepat.
Baca juga: 8 Gejala Diseksi Aorta, Robeknya Pembuluh Darah Aorta yang Perlu Diwaspadai
Penanganan aorta kompleks butuh tim multidisiplin
Dalam kasus aorta kompleks, tindakan medis dapat melibatkan berbagai pendekatan, mulai dari bedah terbuka hingga teknik bedah modern.
Siloam Hospitals Lippo Village turut menangani penyakit aorta kompleks dengan teknik bedah modern, seperti Frozen Elephant Trunk (FET).
Teknik ini digunakan untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut.
Selain itu, penanganan aorta kompleks juga dapat didukung layanan Endovascular Aortic Repair atau EVAR/TEVAR, ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, serta CT Scan kardiovaskular 24 jam.
Di Indonesia, dari lebih dari 2.500 rumah sakit, hanya sekitar 120–150 rumah sakit yang disebut memiliki layanan bedah jantung.
Namun, untuk kasus aorta kompleks, hanya sedikit rumah sakit yang memiliki kemampuan komprehensif dan pengalaman menangani kasus dengan tingkat kesulitan tinggi.
Baca juga: Penyebab Aneurisma Aorta dan Gejalanya
Deteksi dini tetap penting
Meski dapat muncul sebagai kondisi gawat darurat, kesadaran terhadap penyakit aorta tetap penting untuk ditingkatkan.
Gangguan pada aorta dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas, sehingga masyarakat perlu lebih waspada terhadap risiko penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa.
Rilis tersebut juga menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada penyakit aorta kompleks.
Dengan diagnosis yang tepat, koordinasi medis yang cepat, dan penanganan yang terintegrasi, peluang pasien untuk mendapatkan pertolongan dapat menjadi lebih baik.
Baca juga: Dokter Azmi Fadhlih Meninggal, Kenali Gejala dan Pencegahan Aneurisma
Tag: #penyakit #aorta #kompleks #bisa #fatal #dalam #hitungan #yang #perlu #diwaspadai