Cuaca Panas Bisa Picu Serangan Asma pada Anak, IDAI Jelaskan Penyebabnya
Cuaca panas ekstrem saat El Nino tidak hanya meningkatkan risiko dehidrasi pada anak, tetapi juga dapat memicu kambuhnya asma dan gangguan pernapasan lain.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua untuk lebih waspada karena perubahan suhu dan kualitas udara dapat memperburuk kondisi saluran napas anak.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K), mengatakan anak dengan riwayat asma termasuk kelompok yang rentan terdampak cuaca panas dan perubahan lingkungan.
“Cuaca panas dan kualitas udara yang memburuk dapat menjadi pencetus gangguan pernapasan pada anak, termasuk serangan asma,” ujar dr. Darmawan dalam webinar IDAI bertema “Dampak El Nino pada Kesehatan Anak” yang diikuti Kompas.com secara daring, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, suhu udara yang tinggi dapat membuat saluran napas lebih sensitif, terutama ketika anak banyak beraktivitas di luar ruangan.
Baca juga: Heat Stroke pada Anak Saat El Nino Bisa Fatal, IDAI Ungkap Gejala Awalnya
Kualitas udara bisa memperburuk asma
Darmawan menjelaskan, kondisi cuaca panas selama El Nino sering disertai penurunan kualitas udara akibat debu, polusi, hingga asap yang lebih mudah terperangkap di udara.
Kondisi tersebut dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan anak.
“Anak yang memang sudah punya riwayat asma atau alergi biasanya lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan,” katanya.
Ia mengatakan paparan udara panas dan polusi dapat menyebabkan saluran napas menyempit sehingga memicu gejala seperti batuk, sesak napas, napas berbunyi, hingga rasa berat di dada.
Menurut Darmawan, risiko tersebut perlu diwaspadai karena anak sering kali tetap aktif bermain meski kondisi tubuhnya mulai terganggu.
Baca juga: El Nino Bisa Tingkatkan Risiko Diare pada Anak, IDAI Ingatkan Bahaya Dehidrasi
Anak lebih rentan terhadap perubahan cuaca
Tangkapan layar webinar IDAI, Selasa (19/5/2026). Cuaca panas saat El Nino dapat membuat saluran napas anak lebih sensitif dan memicu kambuhnya asma, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), mengatakan sistem tubuh anak belum sebaik orang dewasa dalam beradaptasi terhadap perubahan suhu ekstrem.
Karena itu, dampak cuaca panas pada anak bisa muncul lebih cepat, termasuk pada sistem pernapasan.
“Anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan iklim dan suhu panas,” ujar dr. Piprim.
Ia menambahkan, orangtua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak selama cuaca panas berlangsung, terutama bila anak memiliki riwayat asma atau alergi sebelumnya.
Baca juga: Cuaca Ekstrem 2026, Godzilla El Nino Bisa Ganggu Kesehatan dan Pernapasan
Kurangi aktivitas luar ruangan saat udara buruk
Dalam webinar tersebut, IDAI menyarankan orangtua untuk memperhatikan kondisi lingkungan sebelum membiarkan anak beraktivitas di luar rumah.
Darmawan mengatakan aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika suhu sangat tinggi atau kualitas udara sedang buruk.
Selain itu, anak juga perlu cukup minum agar tubuh tidak mudah mengalami stres akibat panas.
“Kalau cuaca memang sangat panas atau udaranya terasa tidak baik, aktivitas luar bisa dikurangi dulu,” katanya.
Penggunaan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal juga dinilai dapat membantu anak lebih nyaman saat cuaca panas.
Baca juga: Kenapa DBD Bisa Meningkat saat El Nino? Ini Penjelasan Ahli
Orangtua diminta mengenali tanda awal gangguan napas
Piprim mengingatkan orangtua untuk tidak mengabaikan gejala ringan pada anak selama cuaca panas, seperti batuk terus-menerus, napas cepat, atau anak terlihat mudah lelah setelah bermain.
Menurut dia, penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi serangan asma yang lebih berat.
“Kalau anak mulai sesak atau tampak kesulitan bernapas, segera periksakan,” ujar dr. Piprim.
Perubahan iklim kini menjadi tantangan kesehatan yang perlu diantisipasi sejak dini. Perlindungan terhadap anak selama El Nino perlu dimulai dari langkah sederhana sehari-hari, termasuk menjaga kualitas lingkungan dan membatasi paparan panas berlebihan.
Tag: #cuaca #panas #bisa #picu #serangan #asma #pada #anak #idai #jelaskan #penyebabnya