Trump Klaim Iran Berikan Hadiah Besar Terkait Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.(AFP/JIM WATSON)
09:12
25 Maret 2026

Trump Klaim Iran Berikan Hadiah Besar Terkait Selat Hormuz

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim, Iran memberikan hadiah yang sangat besar terkait Selat Hormuz. 

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Ruang Oval, Selasa (25/3/2026), berselang sehari setelah dia menunda ancaman serangan terhadap pembangkit listrik Iran

Trump menyebutkan bahwa saat ini Washington sedang dalam proses negosiasi dengan sejumlah tokoh di Iran, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Pasukan Terjun Payung AS Menuju Timur Tengah, Bisa Sampai Iran dalam 18 Jam

Di sisi lain, pihak Teheran membantah terlibat dalam pembicaraan apa pun untuk mengakhiri konflik yang kini memasuki minggu keempat tersebut. 

Perang yang dimulai dari serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari itu diketahui telah mengganggu pasokan minyak global yang melintasi Selat Hormuz yang strategis.

Dalam acara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang baru, Markwayne Mullin, Trump mengungkapkan bahwa hadiah tersebut berkaitan erat dengan sektor energi.

"Mereka melakukan sesuatu yang luar biasa kemarin. Mereka memberi kami hadiah dan hadiah itu tiba hari ini. Itu adalah hadiah yang sangat besar senilai uang yang sangat banyak," ujar Trump kepada wartawan.

Ketika ditanya apakah hal itu berkaitan dengan tuntutannya agar Iran membuka kembali akses lalu lintas minyak di Selat Hormuz, Trump membenarkannya.

Baca juga: Kabar Terbaru Selat Hormuz: Iran Ajukan Syarat untuk Kapal Lewat, AS-Israel Tetap Dilarang

"Ya, itu terkait dengan aliran (minyak) dan terkait selat tersebut," tuturnya.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa hadiah tersebut tidak berhubungan dengan program nuklir Iran. 

Namun, dia kembali mengulang klaimnya bahwa pihak Iran telah setuju untuk tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Hingga kini, Trump belum mengungkap secara spesifik siapa sosok di Teheran yang menjadi lawan bicara AS. 

Dia hanya menyebut orang tersebut sebagai orang penting.

"Kami benar-benar berbicara dengan orang yang tepat, dan mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump.

Baca juga: AS Kirim Proposal 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Perang, Ini Isinya

Situasi kepemimpinan Iran

Trump juga menyinggung situasi kepemimpinan di Iran pasca-gugurnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama serangan udara gabungan Israel-AS. 

Hingga saat ini, penerusnya, Mojtaba Khamenei, belum terlihat muncul di depan publik.

Menurut Trump, kematian para pejabat tinggi Iran tersebut menandakan telah terjadinya perubahan rezim yang nyata.

"Para pemimpinnya sangat berbeda dengan orang-orang yang kita hadapi di awal," ucapnya.

Sejumlah tokoh penting di lingkaran dalam Trump dikabarkan terlibat dalam negosiasi ini, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan Trump Steve Witkoff, dan menantu Trump Jared Kushner.

Terdapat laporan bahwa Witkoff dan Kushner tengah menuju Pakistan untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut, yang kemungkinan akan diikuti oleh Vance. 

Terkait hal ini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah menawarkan diri sebagai mediator dan mengaku telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Baca juga: Mossad Mengira Bisa Picu Pemberontakan di Iran, tapi Tak Pernah Terjadi

Tag:  #trump #klaim #iran #berikan #hadiah #besar #terkait #selat #hormuz

KOMENTAR