Selat Hormuz Lumpuh, WTO Wanti-wanti Krisis Pupuk Dunia
- Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengeluarkan peringatan serius mengenai ancaman terhadap ketahanan pangan global.
Hal ini dipicu oleh terganggunya pasokan pupuk akibat konflik bersenjata yang tengah berlangsung di Timur Tengah, sebagaimana dilansir AFP, Rabu (25/3/2025).
Wakil Direktur Jenderal WTO Jean-Marie Paugam menyatakan, situasi ini menciptakan ancaman ganda bagi dunia, yakni kelangkaan pangan dan lonjakan harga yang signifikan.
Baca juga: Sindir Trump, Iran Unggah Foto Setir Mainan Terkait Kendali Selat Hormuz
Pemicu utama kekhawatiran ini adalah ditutupnya Selat Hormuz akibat konflik Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Jalur perairan ini merupakan rute transit vital bagi komoditas energi seperti minyak dan gas, sekaligus jalur utama distribusi pupuk dunia.
Tercatat, sekitar sepertiga dari total pasokan pupuk dunia biasanya melintasi selat tersebut.
Gangguan pada jalur ini diprediksi akan berdampak langsung pada kapasitas produksi pangan global.
Baca juga: Trump Klaim Iran Berikan Hadiah Besar Terkait Selat Hormuz
"Pupuk adalah isu utama yang paling mengkhawatirkan saat ini. Jika tidak ada lagi pupuk, dampaknya tidak hanya pada jumlah produksi (pangan), tetapi juga pada harga," ujar Paugam dalam wawancara dengan AFP di Yaounde.
Dia menambahkan, efek dari gangguan ini akan bersifat akumulatif.
"Efeknya akan berlipat ganda pada tahun berikutnya: hasil panen menyusut dan harga-harga melonjak naik," tuturnya.
Kawasan Teluk merupakan produsen utama pupuk karena ketersediaan gas alam yang melimpah, yang menjadi bahan baku utama pupuk buatan.
Baca juga: Kabar Terbaru Selat Hormuz: Iran Ajukan Syarat untuk Kapal Lewat, AS-Israel Tetap Dilarang
Namun, peperangan telah menghambat produksi dan memaksa sejumlah fasilitas besar berhenti beroperasi.
Kondisi ini menempatkan negara-negara eksportir pangan besar dalam posisi rentan.
Negara seperti India, Thailand, dan Brasil sangat bergantung pada pasokan urea, pupuk berbasis nitrogen, dari kawasan Teluk.
Di sisi lain, Paugam menyoroti nasib negara-negara pengimpor pangan bersih yang akan berada dalam posisi yang sangat sulit, termasuk sebagian besar wilayah Afrika Barat dan Afrika Utara.
Baca juga: Trump Tiba-tiba Mengeklaim Bisa Berbagi Kendali Selat Hormuz Bersama Ayatollah
Risiko penimbunan
Meski perang baru berjalan beberapa minggu dan belum terjadi kelangkaan pupuk secara masif saat ini, WTO memperingatkan agar dunia tidak lengah.
"Jika pupuk dari Teluk tidak beredar, kita akan merasakan dampak langsung pada pasokan ke negara-negara produsen utama tepat saat musim tanam dimulai. Jika Selat Hormuz diblokir selama tiga bulan, dampaknya akan sangat signifikan," jelas Paugam.
Selain faktor teknis, WTO juga mengkhawatirkan adanya aksi penimbunan stok oleh negara-negara tertentu, serupa dengan yang terjadi saat pandemi Covid-19.
Fenomena ini dikhawatirkan akan memperparah gangguan perdagangan internasional.
Konflik ini pun mengancam target global untuk menghapus kelaparan pada 2030, sebuah tujuan yang diadopsi oleh negara-negara anggota PBB pada 2015.
Baca juga: Iran Akui Serang Jet Tempur F-15 AS di Selat Hormuz, Klaim Cegat 200 Target Udara
Tag: #selat #hormuz #lumpuh #wanti #wanti #krisis #pupuk #dunia