AS Klaim Sudah Hancurkan Dua Pertiga Kapasitas Produksi Rudal dan Drone Iran
Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.(GARDA REVOLUSI IRAN via AFP)
06:06
26 Maret 2026

AS Klaim Sudah Hancurkan Dua Pertiga Kapasitas Produksi Rudal dan Drone Iran

- Amerika Serikat mengeklaim telah menyerang dua pertiga fasilitas produksi rudal dan drone Iran.

Menurut seorang perwira tinggi, Rabu (25/3/2026) proporsi yang sama berdampak pada produksi angkatan lautnya.

Dalam sebuah video yang diunggah di X, Kepala Komando Pusat, Laksamana Brad Cooper juga memperkirakan, 92 persen dari kapal-kapal terbesar angkatan laut Iran telah rusak atau hancur.

"Penilaian operasional saya adalah bahwa mereka sekarang telah kehilangan kemampuan untuk secara berarti memproyeksikan kekuatan dan pengaruh angkatan laut di sekitar kawasan dan di seluruh dunia," ujarnya, dikutip dari AFP.

"Kami tetap sesuai rencana atau bahkan lebih cepat dari rencana dalam mencapai tujuan yang sangat jelas untuk perang yang dilancarkan dengan Israel," tambahnya. 

Baca juga: Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Ogah Negosiasi dengan AS

Dia mengeklaim telah menghancurkan lebih dari dua pertiga fasilitas produksi drone rudal dan angkatan laut, serta galangan kapal Iran.

Meski mengeklaim telah menyerang lebih dari 10.000 target militer, Brad menegaskan bahwa serangan AS belum selesai. 

Iran membalas serangan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal ke berbagai target di seluruh Teluk hampir setiap hari. 

Namun, Cooper mengatakan bahwa tingkat peluncuran pesawat tak berawak dan rudal Iran telah turun sebesar 90 persen.

"Kami juga telah menghilangkan kemampuan rezim untuk membangunnya kembali," jelas dia.

Baca juga: Israel Klaim Serang Fasilitas Kapal Selam Iran, Teheran Balas Luncurkan Rudal

Hingga saat ini, lebih dari 1.340 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Selat Hormuz juga secara efektif mengalami hambatan sejak awal Maret. 

Sekitar 20 juta barrel minyak biasanya melewati Selat Hormuz setiap hari. Gangguan ini telah meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Iran tidak berencana untuk bernegosiasi dengan AS dan bermaksud untuk terus berjuang.

Pernyataan Araghchi ini muncul setelah Gedung Putih mengatakan pembicaraan sedang berlangsung.

Baca juga: Iran Ejek Trump Kalah Perang: Jangan Tutupi Kegagalan dengan Klaim Negosiasi

Tag:  #klaim #sudah #hancurkan #pertiga #kapasitas #produksi #rudal #drone #iran

KOMENTAR