AS Serba Kontradiktif, Apakah Trump Sedang Cari Jalan Keluar dari Perang Iran?
Presiden Donald Trump disebut mulai mencari jalan keluar dari konflik dengan Iran, yang digambarkan sebagai upaya “mengakhiri” perang.
Namun hingga kini, strategi keluar tersebut masih belum jelas dan memunculkan kebingungan.
Dalam waktu bersamaan, Washington justru mengirim sinyal yang saling bertolak belakang—antara eskalasi militer dan dorongan diplomasi.
Baca juga: Iran Ejek Trump Kalah Perang: Jangan Tutupi Kegagalan dengan Klaim Negosiasi
Kondisi ini membuat banyak pihak meragukan apakah AS benar-benar memiliki rencana matang untuk mengakhiri konflik.
AS kirim pasukan sekaligus tawarkan damai
Pada Selasa (24/3/2026), pemerintahan Trump menunjukkan pendekatan yang membingungkan.
Pentagon memerintahkan pengiriman pasukan darat ke Iran, sementara negosiator AS mengirim proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Teheran.
Sehari kemudian, Gedung Putih mendesak Iran menerima proposal tersebut sambil melontarkan ancaman keras.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan, “Presiden Trump tidak menggertak, dan ia siap melepaskan neraka.”
“Iran tidak boleh salah perhitungan lagi.”
Namun Iran langsung menolak proposal tersebut, memicu pertanyaan apakah kedua negara benar-benar sedang menjalankan diplomasi serius.
Trump dinilai belum punya rencana jelas
Sejumlah pejabat lama AS dan sekutu Gedung Putih menyebut ada kekhawatiran internal bahwa Trump belum memiliki rencana konkret.
“Banyak yang merasa tidak nyaman karena jelas Trump belum memikirkan semua ini secara matang,” kata seorang mantan pejabat senior pemerintahan Trump yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini semakin rumit karena konflik telah mengguncang Timur Tengah, memengaruhi ekonomi global, dan memecah Partai Republik menjadi dua kubu.
Selat Hormuz masih belum “aman”
Ilustrasi Selat Hormuz.
Salah satu tantangan terbesar adalah mengamankan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.
Hingga lebih dari tiga minggu perang berlangsung, AS belum menemukan cara menghentikan serangan Iran terhadap kapal komersial di wilayah tersebut.
Baca juga: Trump Lagi-lagi Sesumbar Menang Lawan Iran, Hendak Akhiri Perang?
Stephen Hadley mengatakan, “Masalah bagi presiden adalah Selat Hormuz. Jika dia membiarkannya di tangan Iran, akan sulit baginya mengklaim kemenangan.”
Ia juga menambahkan bahwa kurangnya konsultasi dengan negara lain membuat AS kesulitan mendapatkan dukungan sekutu.
Perpecahan di internal Partai Republik
Ketua DPR AS, Mike Johnson, menyatakan optimisme bahwa operasi militer hampir selesai.
“Saya pikir ini akan segera selesai dalam waktu singkat,” ujarnya.
Namun tidak semua sepakat. Anggota Kongres dari Partai Republik, Nancy Mace, secara terbuka menolak pengiriman pasukan darat.
“Saya tidak akan mendukung pengerahan pasukan di Iran, terlebih setelah pengarahan ini,” tulisnya di media sosial.
Iran menolak klaim Trump
Proposal damai AS mencakup tuntutan agar Iran menghentikan program nuklir, membatasi rudal balistik, dan membuka kembali Selat Hormuz.
Namun Iran menolak mentah-mentah. Seorang pejabat Iran mengatakan, “Iran akan mengakhiri perang ketika kami memutuskan dan ketika syarat kami terpenuhi.”
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, bahkan menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung.
“Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal musuh dan sekutunya melintas,” ujarnya terkait Selat Hormuz.
AS coba tekan Iran
AS disebut mengirim lebih dari 1.000 pasukan lintas udara dari Divisi 82 untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Beberapa analis menilai langkah ini bisa memberi manfaat lebih besar. Mantan pejabat Departemen Keuangan AS, Miad Maleki, mengatakan, “Pengiriman pasukan darat akan memberi AS pengaruh besar dan kontrol lebih baik atas Selat Hormuz.”
Namun ia juga mengingatkan risikonya meningkat. Sementara itu, mantan pejabat pertahanan AS, Jason Campbell, menilai langkah tersebut justru menunjukkan ketiadaan strategi.
“Apa yang kita lihat bukan hasil rencana matang dengan tujuan jelas,” katanya.
“Ini lebih mirip permainan spontan: unit mana yang tersedia sekarang?”
Dengan pendekatan yang berubah-ubah—antara ancaman militer dan tawaran damai—banyak pihak menilai kebijakan Trump lebih bersifat reaktif daripada strategis.
Baca juga: Rudal Iran Menggila Saat Trump Klaim Negosiasi Sedang Berjalan
Tag: #serba #kontradiktif #apakah #trump #sedang #cari #jalan #keluar #dari #perang #iran