Trump Pasang Target, Perang Iran Selesai Sebelum Temui Xi Jinping
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). (WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE)
14:54
26 Maret 2026

Trump Pasang Target, Perang Iran Selesai Sebelum Temui Xi Jinping

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan mulai mendesak para tangan kanannya untuk segera mengakhiri perang dengan Iran. 

Trump berharap perang tersebut tidak menjadi konflik berkepanjangan dan dapat tuntas dalam beberapa pekan ke depan.

Sejak memulai serangan ke Iran pada 28 Februari lalu, Trump secara pribadi menyampaikan kepada para tangan kanannya bahwa dia meyakini konflik tersebut telah memasuki tahap akhir. 

Baca juga: Gedung Putih Kaget Trump Klaim Dapat Hadiah dari Iran, Tak Tahu Ada Pemberian

Menurut beberapa sumber yang mengetahui masalah ini, Trump meminta jajarannya untuk tetap berpegang pada garis waktu empat hingga enam minggu yang telah ia sampaikan secara publik.

Rencana ini berkaitan dengan agenda diplomatik Gedung Putih yang menjadwalkan pertemuan puncak dengan pemimpin China, Xi Jinping, di Beijing pada pertengahan Mei mendatang. 

Pemerintah AS berharap perang sudah selesai sebelum pertemuan tersebut dimulai, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Rabu (25/3/2026).

Meski Trump menginginkan penyelesaian cepat, dia menghadapi pilihan yang tidak mudah. Negosiasi perdamaian saat ini masih berada dalam tahap awal.

Baca juga: 7 Syarat Iran untuk Negosiasi Damai yang Dianggap Konyol oleh AS

Di sisi lain, perhatian Trump mulai terbagi ke isu-isu domestik, termasuk pemilihan sela yang akan datang, pengiriman agen imigrasi ke bandara, hingga strategi legislasi aturan kelayakan pemilih di Kongres. 

Seorang rekan Trump menyebutkan, sang presiden merasa perang tersebut telah mengalihkan perhatian dari prioritas lainnya.

Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menuturkan bahwa Trump adalah orang yang multi-tasking.

"Presiden Trump sangat terampil dalam multi-tasking dan menangani berbagai tantangan pada saat yang bersamaan," ujar Leavitt.

"Presiden fokus penuh untuk mencapai tujuan militer melawan Iran. Fokus tunggal Presiden adalah kemenangan," tambahnya.

Baca juga: Trump Tolak Ide Netanyahu Ajak Warga Iran Memberontak, AS-Israel Mulai Beda Tujuan?

Antara perundingan dan tekanan militer

Pekan ini, Trump menunjukkan ketertarikan untuk mencapai penyelesaian diplomatik. 

Dia bahkan menarik kembali ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik Iran. 

Para perantara negosiasi dari Timur Tengah dilaporkan telah mulai menyampaikan proposal awal antara Teheran dan Washington.

Namun, di saat yang sama, AS justru meningkatkan tekanan militer dengan mengerahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah. 

Salah satu ide yang dilontarkan Trump kepada penasihatnya adalah mengamankan akses AS ke sebagian minyak Iran sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Meski demikian, Leavitt menegaskan bahwa AS tidak akan ragu bertindak keras jika kesepakatan gagal dicapai. 

Baca juga: Dalih Serang Iran Tak Terbukti, AS Ulangi Kesalahan Invasi Irak?

Friksi di internal 

Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.AFP/ATTA KENARE Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.

Di satu sisi, keinginan Trump untuk segera mengakhiri perang tampaknya mendapat ganjalan dari internal militernya sendiri. 

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine disebut-sebut kecewa dengan prospek perdamaian yang terlalu dini.

"Kami melihat diri kami sebagai bagian dari negosiasi ini juga. Kami bernegosiasi dengan bom," ujar Hegseth dalam sebuah acara bersama Trump, Selasa lalu.

Trump sendiri mengakui adanya perbedaan pandangan tersebut. 

Baca juga: AS Serba Kontradiktif, Apakah Trump Sedang Cari Jalan Keluar dari Perang Iran?

"Mereka tidak tertarik pada penyelesaian, mereka hanya tertarik untuk memenangkan hal ini," kata Trump mengomentari sikap para petinggi militernya.

Secara domestik, Trump menghadapi tekanan politik yang besar. Partai Republik khawatir perang akan memperburuk elektabilitas mereka menjelang pemilihan sela, terutama karena melonjaknya biaya hidup akibat konflik tersebut.

Hingga saat ini, korban dari operasi militer tersebut juga menjadi sorotan. Pejabat AS melaporkan sebanyak 13 warga Amerika tewas dan hampir 300 lainnya luka-luka.

Baca juga: Trump Sebut Iran Ingin Capai Kesepakatan Damai, tapi Takut Mengakui

Tag:  #trump #pasang #target #perang #iran #selesai #sebelum #temui #jinping

KOMENTAR