Selain 5.000 Marinir, AS Mau Terjunkan 10.000 Tentara ke Timur Tengah
- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon dilaporkan tengah mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah.
Langkah ini diambil guna memberikan lebih banyak opsi militer bagi Presiden AS Donald Trump di tengah upayanya menimbang pembicaraan damai dengan Teheran.
Sejumlah pejabat Pentagon yang mengetahui rencana tersebut mengungkapkan, kekuatan tambahan ini kemungkinan besar akan terdiri dari unit infanteri dan kendaraan lapis baja.
Baca juga: Pasukan Terjun Payung AS Menuju Timur Tengah, Bisa Sampai Iran dalam 18 Jam
Pasukan baru ini nantinya akan bergabung dengan sekitar 5.000 personel Marinir dan ribuan tentara payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang sebelumnya telah diperintahkan untuk bertugas di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Kamis (26/3/2026).
Meski lokasi penempatan secara presisi belum dipastikan, pasukan tersebut diprediksi akan berada dalam jarak serang yang menjangkau Iran dan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak krusial di lepas pantai Iran.
Langkah penguatan militer ini juga berkaitan dengan ambisi AS di jalur perairan internasional.
Trump sendiri telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk membuka Selat Hormuz, baik dengan maupun tanpa bantuan dari negara-negara sekutu AS.
Baca juga: Pentagon Pertimbangkan Terjunkan Pasukan Lintas Udara di Iran, Incar Pulau Kharg
Menanggapi kabar rencana pengerahan ini, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa segala keputusan resmi berada di tangan otoritas pertahanan.
"Semua pengumuman mengenai pengerahan pasukan akan datang dari Departemen Perang. Seperti yang telah kami katakan, Presiden Trump selalu memiliki semua opsi militer dalam kendalinya," ujar Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly.
Sementara itu, juru bicara Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom), yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah, menolak memberikan komentar terkait rincian perencanaan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Pentagon juga mengirimkan kapal serbu amfibi USS Tripoli beserta unit ekspedisi Marinir ke Timur Tengah.
Baca juga: Perang Israel dan Hizbullah Memanas, Markas Pasukan PBB di Lebanon Jadi Sasaran
Langkah ini diambil guna memperkuat postur militer AS yang sudah ada di kawasan tersebut.
Axios melaporkan, pengerahan kekuatan ini mencakup ribuan tentara tambahan, sejumlah kapal perang, hingga jet tempur canggih F-35.
Pengerahan kekuatan ini mengindikasikan AS bisa melakukan operasi darat jika diperintahkan, sebagaimana dilansir Newsweek.
Hal ini kembali memicu pertanyaan besar mengenai kemungkinan AS menerjunkan pasukan infanteri dalam konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Siapa Itu Pasukan Kurdi, Kenapa Ingin Perangi Iran?
Tag: #selain #5000 #marinir #terjunkan #10000 #tentara #timur #tengah