Gedung Putih Angkat Bicara Usai Paus Leo Sentil Pemimpin Dunia yang Memulai Perang
Pernyataan Paus Leo XIV yang menyebut Tuhan menolak doa para pemimpin yang melancarkan perang memicu respons dari Gedung Putih. (AFP/FILIPPO MONTEFORTE)
20:54
1 April 2026

Gedung Putih Angkat Bicara Usai Paus Leo Sentil Pemimpin Dunia yang Memulai Perang

Gedung Putih merespons pernyataan Paus Leo XIV yang menyebut bahwa Tuhan menolak doa para pemimpin yang melancarkan perang.

Pemimpn Tertinggi Gereja Katolik Sedunia itu juga menegaskan bahwa perang tidak pernah bisa dibenarkan atas nama Tuhan.

Ucapan Paus Leo ini muncul di tengah eskalasi perang yang berkecamuk sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke Iran pada akhir Februari.

Baca juga: Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran

Tanggapan Gedung Putih

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi sindiran Paus Leo terkait Perang Iran.GETTY IMAGES NORTH AMERICE/CHIP SOMODEVILLA via AFP Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi sindiran Paus Leo terkait Perang Iran.

Menanggapi pernyataan Paus Leo, Pemerintah AS, melalui juru bicara Karoline Leavitt, pada Senin (30/3/2026), membela praktik doa yang kerap dilakukan dalam konteks militer.

Ia menegaskan bahwa doa telah lama menjadi bagian dari tradisi nasional Amerika Serikat, terutama di masa krisis seperti perang.

“Negara kami didirikan hampir 250 tahun lalu berdasarkan nilai-nilai Yudeo-Kristen. Dan kita telah melihat para presiden, para pemimpin Departemen Perang, serta pasukan kita berdoa di masa-masa paling penuh gejolak dalam sejarah bangsa ini, dan saya tidak melihat ada yang salah dengan para pemimpin militer atau presiden yang mengajak rakyat Amerika untuk berdoa bagi para anggota militer kita yang bertugas di luar negeri,” ujar Leavitt, seperti dikutip Newsweek.

Ia juga menambahkan bahwa para tentara justru menghargai dukungan tersebut.

“Jika Anda berbicara dengan banyak anggota militer, mereka menghargai doa dan dukungan dari panglima tertinggi serta kabinetnya,” lanjutnya.

Ucapan Paus Leo XIV

Pernyataan Paus Leo XIV disampaikan dalam misa Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, di hadapan puluhan ribu umat.

Dalam khotbahnya, ia mengecam keras penggunaan agama untuk membenarkan kekerasan.

“Saudara-saudari, inilah Tuhan kita: Yesus, Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan oleh siapa pun untuk membenarkan perang,” kata Paus Leo.

“Ia tidak mendengarkan doa dari mereka yang melancarkan perang, melainkan menolaknya.”

Paus juga menekankan bahwa Yesus menolak kekerasan bahkan saat dirinya ditangkap.

“Ia tidak mempersenjatai dirinya, tidak membela dirinya, atau berperang dalam perang apa pun,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Tuhan “selalu menolak kekerasan.”

Ia juga mengutip ajaran Alkitab bahwa Tuhan tidak akan mendengarkan doa dari mereka yang “tangannya penuh darah.”

Baca juga: Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

Kritik terhadap penggunaan agama dalam konflik

Paus Leo tidak menyebut nama pemimpin tertentu, namun kritiknya muncul di tengah meningkatnya penggunaan bahasa religius oleh sejumlah pejabat.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, misalnya, memimpin doa di Pentagon dan bahkan mendoakan “tindakan kekerasan yang luar biasa besar” terhadap musuh Amerika—pernyataan yang menuai sorotan.

Fenomena serupa juga terjadi di Rusia, di mana Gereja Ortodoks Rusia membenarkan invasi ke Ukraina sebagai “perang suci” melawan Barat yang dianggap rusak secara moral.

Paus Leo dalam beberapa pekan terakhir terus menyerukan gencatan senjata segera. Ia juga mengecam serangan udara militer yang dinilainya bersifat tidak pandang bulu dan seharusnya dilarang.

Konflik Iran dan Ukraina picu keprihatinan global

Pernyataan Paus muncul di tengah eskalasi konflik global, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah memasuki bulan kedua.

Sejak serangan udara dimulai pada 28 Februari, ribuan orang dilaporkan tewas di berbagai wilayah.

Kelompok HAM berbasis di AS, HRANA, memperkirakan lebih dari 3.400 orang tewas di Iran, termasuk lebih dari 1.500 warga sipil dan sedikitnya 230 anak-anak.

Sementara itu, Federasi Internasional Palang Merah melaporkan sedikitnya 1.900 kematian dan sekitar 20.000 korban luka di Iran.

Di luar Iran, otoritas Lebanon melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas akibat serangan Israel sejak awal Maret. Israel sendiri mencatat sedikitnya 19 warga sipil tewas akibat serangan rudal Iran dan Hizbullah.

Komando Pusat AS juga mengonfirmasi sedikitnya 13 tentara Amerika tewas dan sekitar 200 lainnya terluka akibat serangan balasan Iran. Korban juga dilaporkan di Irak dan negara-negara Teluk seiring meluasnya konflik.

Sementara itu, perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022 terus menelan korban besar, dengan ratusan ribu orang tewas dan terluka di kedua pihak.

Baca juga: Paus Leo XIV Sebut Perang di Iran Skandal Kemanusiaan, Desak Gencatan Senjata Segera

Tag:  #gedung #putih #angkat #bicara #usai #paus #sentil #pemimpin #dunia #yang #memulai #perang

KOMENTAR