Jelang Pidato Tump, Presiden Iran Kirim Surat Terbuka untuk Warga AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato dalam perayaan hari jadi militer di Teheran, 18 April 2025.(AFP/ATTA KENARE)
07:18
2 April 2026

Jelang Pidato Tump, Presiden Iran Kirim Surat Terbuka untuk Warga AS

- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan surat terbuka kepada warga Amerika Serikat pada Rabu (1/4/2026).

Surat terbuka ini muncul menjelang pidato pertama Donald Trump sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Diketahui, perang ini dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dan menciptakan kekacauan ekonomi global. 

Dalam surat terbukanya, Pezeshkian melontarkan sejumlah pertanyaan kepada warga AS, termasuk kepentingan AS dalam perang di Iran.

"Kepentingan rakyat Amerika mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini?" bunyi surat itu, dikutip dari AFP, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Sebut NATO sebagai Macan Kertas, Trump Pertimbangkan Tarik Keanggotaan AS

Konflik rugikan Iran dan AS

Dengan menggambarkan konflik tersebut sebagai sesuatu yang merugikan kedua belah pihak, Pezeshkian bertanya apakah ada ancaman objektif dari Iran yang dapat membenarkan perilaku tersebut.

"Apakah 'America First' benar-benar termasuk dalam prioritas pemerintah AS saat ini?" tanya Pezeshkian.

Dia juga menuduh AS melakukan kejahatan perang dan dipengaruhi oleh Israel.

"Menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk fasilitas energi dan industri, secara langsung menargetkan rakyat Iran, selain merupakan kejahatan perang, tindakan-tindakan tersebut membawa konsekuensi yang meluas jauh melampaui perbatasan Iran," ujarnya.

Ia menuding AS-Israel menebar ketidakstabilan dan menanam benih kebencian yang akan bertahan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Segera, Langsung Dibantah Teheran

Iran tidak memiliki permusuhan dengan warga AS

Pezeshkian juga menekankan bahwa warga AS biasa tidak dipandang sebagai musuh, meskipun permusuhan telah berlangsung selama beberapa dekade.

“Rakyat Iran tidak menyimpan permusuhan terhadap bangsa lain, termasuk rakyat AS, Eropa, atau negara-negara tetangga,” tulisnya dalam surat itu, dikutip dari Al Jazeera.

“Bahkan di tengah intervensi dan tekanan asing yang berulang kali sepanjang sejarah mereka yang membanggakan, rakyat Iran secara konsisten membedakan dengan jelas antara pemerintah dan rakyat yang mereka pimpin," sambungnya.

Ia menegaskan, hal ini adalah prinsip yang berakar kuat dalam budaya dan kesadaran kolektif Iran, bukan sikap politik sementara.

Baca juga: Jika Iran Buka Selat Hormuz, Apakah Krisis Energi Dunia Langsung Reda?

Tepis citra Iran sebagai negara agresor

Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025. Demo No Kings di Amerika, Presiden Iran: Warga AS Frustrasi, Tolak Kebijakan Israel FirstAFP/ANGELA WEISS Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025. Demo No Kings di Amerika, Presiden Iran: Warga AS Frustrasi, Tolak Kebijakan Israel First

Pezehskian juga menolak penggambaran Iran sebagai ancaman keamanan, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak sesuai dengan realitas sejarah.

“Iran, dengan nama, karakter, dan identitasnya sendiri – adalah salah satu peradaban tertua yang terus berlanjut dalam sejarah manusia,” ujarnya.

“Dalam sejarah modernnya, Iran tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansi, kolonialisme, atau dominasi. Iran tidak pernah memulai perang. Namun, Iran dengan tegas dan berani telah menangkis serangan-serangan yang dilancarkannya,” tambahnya.

Ia berpendapat bahwa penggambaran Iran sebagai ancaman, tidak sesuai dengan realita sejarah dan fakta.

Menurutnya, persepsi itu adalah produk dari keinginan politik dan ekonomi pihak yang berkuasa.

Tag:  #jelang #pidato #tump #presiden #iran #kirim #surat #terbuka #untuk #warga

KOMENTAR