AS Kehilangan 16 Drone MQ-9 Reaper Selama Perang Iran, Kerugian Capai Rp 8,4 T
Pesawat tanpa awak MQ-9 Reaper milik AS.(Wikimedia Commons)
15:06
3 April 2026

AS Kehilangan 16 Drone MQ-9 Reaper Selama Perang Iran, Kerugian Capai Rp 8,4 T

Sejak serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, militer AS dilaporkan kehilangan 16 drone MQ-9 Reaper.

Drone MQ-9 Reaper digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian, namun juga mampu melakukan serangan presisi.

Setiap unit Reaper diperkirakan bernilai sekitar 30 juta dollar AS (sekitar Rp 509 miliar), sehingga total kerugian langsung mencapai hampir 500 juta dollar AS (sekitar Rp 8,4 triliun), menurut laporan CBS News yang dikutip oleh Xinhua.

Baca juga: Drone Arash-2 Iran Diklaim Hancurkan Pesawat AWACS dan Pesawat Tanker AS

Dampak strategis dan kerugian finansial

Drone General Atomics MQ-9 Reaper.AFP/LUDOVIC MARIN Drone General Atomics MQ-9 Reaper.

Hilangnya 16 drone selama Operasi Epic Fury menunjukkan bahwa Amerika menghadapi tingkat atrisi yang jauh lebih tinggi dari perkiraan di wilayah udara Iran.

Dua Reaper tambahan dilaporkan ditembak jatuh dekat Isfahan pekan ini, sehingga total kerugian finansial akibat drone sangat signifikan.

Menurut laporan itu, Isfahan adalah salah satu zona militer Iran yang paling berat pertahanannya, dengan infrastruktur produksi misil, jaringan pertahanan udara, dan fasilitas terkait program nuklir.

Pejabat Amerika mengakui tingginya tingkat atrisi namun tetap berpendapat bahwa Operasi Epic Fury telah melemahkan kemampuan misil, aset angkatan laut, dan infrastruktur serangan jarak jauh Iran di berbagai wilayah operasi.

Baca juga: Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone

Sistem pertahanan Iran serang senjata AS

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim bahwa jaringan pertahanan udara mereka berhasil mencegat Reaper sebelum menyelesaikan misi pengintaian atau penandaan target di Isfahan, menunjukkan efektivitas pertahanan yang semakin meningkat.

Laporan Defence Security Asia pada Kamis (2/4/2026) menekankan bahwa setiap hilangnya drone berdampak tidak hanya pada unit itu sendiri, tetapi juga pada arsitektur pengintaian yang mendukung operasi lanjutan.

“Setiap kehilangan drone merusak tidak hanya pesawat itu sendiri tetapi juga jaringan intelijen yang mendukung postur kekuatan Amerika di kawasan ini,” tulis Defence Security Asia.

Selain drone, militer AS juga kehilangan berbagai pesawat pengintai, helikopter, serta radar dan sistem peringatan dini penting, dengan total kerugian terkait perang mendekati 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 84 triliun).

Baca juga: Langit Isfahan Membara, Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS

Tag:  #kehilangan #drone #reaper #selama #perang #iran #kerugian #capai

KOMENTAR