Menlu Iran Tidak Percaya AS, Hanya Mau Berunding jika Washington Serius
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di acara Forum Al Jazerra ke-17 di Doha, Qatar, 7 Februari 2026.(AFP/KARIM JAAFAR)
07:12
16 Mei 2026

Menlu Iran Tidak Percaya AS, Hanya Mau Berunding jika Washington Serius

- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak percaya kepada Amerika Serikat (AS). 

Dia menyatakan bahwa Iran hanya tertarik untuk melanjutkan negosiasi dengan Washington jika negara tersebut menunjukkan sikap yang serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi kepada para jurnalis di New Delhi, India, di sela-sela menghadiri pertemuan para menteri luar negeri BRICS, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Iran Sebut AS Kini Terbuka untuk Negosiasi, Beda dengan Sebelumnya

Terkait situasi di Selat Hormuz, jalur air yang sangat vital bagi pasar energi dan komoditas global, Araghchi menyebut kondisinya saat ini sangat rumit.

Dia menjelaskan bahwa semua kapal pada dasarnya diizinkan melintasi selat tersebut dengan syarat mereka harus berkoordinasi dengan angkatan laut Iran.

Akan tetapi, pengecualian diterapkan kepada kapal-kapal yang negaranya sedang berperang dengan Teheran, sebagaimana dilansir Reuters.

Melalui unggahannya di media sosial X, Araghchi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan komitmen Iran kepada Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

Baca juga: Ada Upaya Baru Iran untuk Tekan Negara Barat, Manfaatkan Kabel Bawah Laut

"Iran akan selalu menjalankan tugas sejarahnya sebagai pelindung keamanan di Hormuz," tulis Araghchi.

Sebagai informasi, Iran telah menutup selat tersebut bagi sebagian besar pengiriman logistik setelah AS dan Israel memulai perang terhadap Iran pada 28 Februari.

Padahal, Selat Hormuz biasanya menangani sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas jalur laut di dunia.

Negosiasi yang mandek 

Hubungan kedua belah pihak sempat menunjukkan secercah harapan ketika Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata bulan lalu.

Namun, hingga kini kedua negara masih kesulitan untuk menyusun kesepakatan damai yang langgeng.

Baca juga: Iran hingga Taiwan, Apa Saja Deretan Kesepakatan Trump dan Xi Jinping

Proses perundingan yang dimediasi oleh Pakistan bahkan telah ditangguhkan sejak pekan lalu. 

Hal ini terjadi setelah Iran dan AS sama-sama menolak proposal terbaru yang diajukan oleh masing-masing pihak.

Menurut Araghchi, pesan yang kontradiktif dari pihak AS telah memicu keraguan Iran mengenai niat Washington yang sebenarnya. 

Meski demikian, dia menilai proses mediasi yang dilakukan Pakistan belum gagal, melainkan hanya sedang menghadapi kesulitan.

Baca juga: Tegang dengan Iran, UEA Kebut Bangun Pipa Minyak Hindari Selat Hormuz

Ketegangan ini diperparah oleh rekam jejak konflik dalam 13 bulan terakhir, di mana AS dan Israel tercatat telah membatalkan dua putaran perundingan sebelumnya dengan meluncurkan kampanye serangan udara ke wilayah Iran.

Araghchi menambahkan bahwa saat ini Iran berupaya mempertahankan gencatan senjata demi memberikan kesempatan pada jalur diplomasi. 

Namun, di sisi lain, Teheran juga menyatakan siap jika harus kembali bertempur. 

Isu utama yang mengganjal negosiasi kedua belah pihak sejauh ini meliputi ambisi nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz.

Baca juga: Negara Teluk Gelar Rapat Darurat, Imbas Dugaan Upaya Sabotase Iran

Peluang mediasi China

Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.

Beberapa jam sebelum Araghchi berbicara, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran mulai habis. 

Trump mengklaim telah sepakat dalam pembicaraannya dengan Presiden China Xi Jinping bahwa Teheran harus segera membuka kembali Selat Hormuz.

Ketika ditanya apakah Teheran terbuka terhadap peluang mediasi oleh Beijing, Araghchi menyatakan bahwa Iran sangat mengapresiasi upaya dari negara mana pun yang memiliki kemampuan untuk membantu.

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan China," kata Araqchi. 

"Kami adalah mitra strategis, dan kami tahu bahwa pihak China memiliki niat baik. Jadi, apa pun yang dapat mereka lakukan untuk membantu diplomasi akan kami sambut baik," lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Araghchi berharap agar proses diplomasi ini dapat segera membuahkan hasil yang positif bagi mobilitas global.

"Kami berharap, dengan kemajuan negosiasi, kami akan mencapai kesimpulan yang baik sehingga Selat Hormuz dapat sepenuhnya aman dan kami dapat mempercepat normalisasi lalu lintas di selat tersebut," pungkasnya.

Baca juga: Iran Secara Terbuka Kecam UEA karena Berpihak ke AS dan Israel dalam Perang

Tag:  #menlu #iran #tidak #percaya #hanya #berunding #jika #washington #serius

KOMENTAR