PM Thailand Geram Penjual BBM Main Kotor Saat Krisis, Negara Rugi Rp 26 T
PM Thailand Mengecam Para Penimbun BBM atas Kelangkaan Bahan Bakar.(SHUTTERSTOCK)
15:54
3 April 2026

PM Thailand Geram Penjual BBM Main Kotor Saat Krisis, Negara Rugi Rp 26 T

- Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul mengecam para pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dianggap mencari keuntungan berlebih dengan cara “kotor”.

Ia menyalahkan pedagang yang menimbun bahan bakar atau menyelundupkannya ke luar negeri, sehingga menyebabkan kelangkaan dan mendorong harga BBM terus naik.

Dilansir AFP, Jumat (3/4/2026), PM Anutin mengatakan bahwa masalah tersebut telah merugikan negara sebesar 50 miliar baht (sekitar Rp 26 triliun).

"Pihak berwenang telah menemukan kasus penimbunan dan penyelundupan bahan bakar untuk dijual di negara-negara tetangga," kata Anutin.

Baca juga: Berkaca Krisis Minyak 1970-an, Apakah Kali Ini Lebih Buruk?


Tindakan tersebut, menurut dia, menjadi penyebab utama di balik kelangkaan BBM yang terjadi di Thailand dalam beberapa minggu terakhir.

"Tindakan ini (penyelundupan dan penimbunan) sama dengan mencari keuntungan berlebihan dari kenaikan harga minyak selama krisis energi global," ujarnya.

PM Anutin menyebut, beberapa pengiriman melalui laut sengaja ditunda agar bahan bakar tidak tiba sesuai jadwal, yang membuat penjual dapat menunggu kenaikan harga eceran.

Kemudian, pengiriman lainnya dialihkan untuk penimbunan dan diduga ditujukan untuk negara-negara tetangga.

Baca juga: Trump Sesumbar Tak Butuh Minyak Timur Tengah, Dunia Diminta Urusi Selat Hormuz

Sekitar 57 juta liter bahan bakar dilaporkan hilang

Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, saat pemilihan perdana menteri baru Thailand di gedung parlemen, Bangkok, Jumat (5/9/2025). Anutin kini menjadi PM baru Thailand setelah meraup suara mayoritas. Perdana Menteri Thailand Bubarkan DPR untuk Mengembalikan Kekuasaan di Tangan RakyatAFP/CHANAKARN LAOSARAKHAM Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul, saat pemilihan perdana menteri baru Thailand di gedung parlemen, Bangkok, Jumat (5/9/2025). Anutin kini menjadi PM baru Thailand setelah meraup suara mayoritas. Perdana Menteri Thailand Bubarkan DPR untuk Mengembalikan Kekuasaan di Tangan RakyatMenteri Kehakiman Thailand Rutthaphon Naowarat melaporkan, lebih dari 57 juta liter bahan bakar dilaporkan hilang selama transportasi laut di Thailand selatan.

Departemen Investigasi Khusus sedang menangani masalah ini sebagai kasus khusus dan investigasi sedang berlangsung.

Tuduhan penimbunan BBM ini muncul di tengah protes publik atas kenaikan harga bahan bakar berturut-turut pada akhir Maret dan awal April.

Baca juga: Krisis Minyak Dunia Juga Pernah Terjadi 1970-an, Lebih Parah Mana Dibanding Sekarang?

Harga bahan bakar di Thailand telah mencapai rekor tertinggi, dengan bensin tanpa timbal seharga 57,51 baht (sekitar Rp, 29.832) per liter dan solar seharga 47,74 baht (sekitar 24.747).

Kondisi krisis bahan bakar ini sebagian besar dipengaruhi oleh perang di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Konflik tersebut telah menyebabkan gangguan pasokan minyak dan gas serta fluktuasi harga di sebagian besar negara di dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara.

Tag:  #thailand #geram #penjual #main #kotor #saat #krisis #negara #rugi

KOMENTAR