50 Jam di Wilayah Musuh, Seberapa Bahaya Penyelamatan Awak F-15?
Jet tempur F-15 Amerika, F-15 AS. Operasi Penyelamatan Pilot AS di Iran: Seberapa Besar CIA Terlibat?(AFP/OLI SCARFF)
12:48
7 April 2026

50 Jam di Wilayah Musuh, Seberapa Bahaya Penyelamatan Awak F-15?

Operasi penyelamatan kru jet tempur F-15 milik Amerika Serikat di wilayah Iran menjadi salah satu misi paling berisiko dalam konflik di kawasan tersebut.

Dalam upaya mengevakuasi dua awak pesawat yang jatuh, militer AS harus menghadapi tembakan intens dari pasukan Iran.

Lebih dari 170 pesawat dan sekitar 200 personel dikerahkan dalam operasi yang berlangsung selama lebih dari 50 jam.

Baca juga: Bukan Pakai Radar, Begini Cara Iran Jatuhkan F-15 AS dengan Teknologi Diam

Para pejabat tinggi AS sendiri mengakui, misi ini “sangat berbahaya” dan nyaris berujung pada kerugian lebih besar.

F-15 ditembak jatuh

Puing pesawat Hercules C-130 Amerika Serikat yang Iran klaim telah mereka hancurkan di Isfahan, Minggu (5/4/2026), dalam misi pencarian pilot F-15 AS. Kisah di Balik Misi Penyelamatan Pilot Amerika yang Jatuh Ditembak IranX @ME_Observer_ Puing pesawat Hercules C-130 Amerika Serikat yang Iran klaim telah mereka hancurkan di Isfahan, Minggu (5/4/2026), dalam misi pencarian pilot F-15 AS. Kisah di Balik Misi Penyelamatan Pilot Amerika yang Jatuh Ditembak Iran

Presiden AS Donald Trump pada Senin (6/4/2026) mengungkapkan bahwa jet tempur F-15 ditembak jatuh oleh rudal yang diluncurkan dari darat.

Dua awak pesawat, termasuk pilot, terpaksa melontarkan diri dan mendarat di lokasi terpisah di wilayah Iran.

“Saya segera diminta mengambil keputusan,” kata Trump dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip AFP.

“Saya memerintahkan angkatan bersenjata AS melakukan apa pun yang diperlukan untuk membawa prajurit pemberani kita pulang.”

Diserang dari segala arah saat evakuasi pilot

Upaya penyelamatan pilot langsung menghadapi situasi ekstrem. Lebih dari 20 pesawat militer dikerahkan untuk menembus wilayah Iran di siang hari, sebuah langkah yang disebut Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, sebagai aksi berani.

Pasukan AS “dengan nekat menembus wilayah musuh di siang bolong untuk menemukan, mengunci, dan mengevakuasi pilot,” ujarnya.

Namun, saat helikopter penyelamat berhasil menjemput pilot, situasi memburuk.

“Helikopter tersebut diserang oleh setiap orang di Iran yang memiliki senjata ringan,” kata Caine.

Salah satu helikopter terkena tembakan dan awaknya mengalami luka ringan, meski dipastikan selamat.

“Ini adalah misi yang sangat berbahaya,” tegas Caine.

Baca juga: Beda dari Klaim Awal, Trump Sebut Kru F-15 Jatuh di Iran Luka Parah

Pertempuran udara

Untuk melindungi proses evakuasi, pesawat A-10 dikerahkan dan terlibat dalam pertempuran jarak dekat.

Mereka “menekan dan menyerang musuh secara intens dalam pertempuran senjata jarak dekat” guna menjauhkan pasukan Iran dari lokasi pilot jatuh.

Salah satu A-10 terkena tembakan musuh namun tetap bertahan dan terus bertempur sebelum akhirnya terbang ke negara lain.

Pilotnya kemudian memutuskan bahwa pesawat tidak bisa mendarat dan melontarkan diri di wilayah aman.

Mencari awak kedua seperti “butiran pasir di gurun”

Pencarian awak kedua, yakni weapon systems officer, jauh lebih sulit. Direktur CIA John Ratcliffe menggambarkan situasi tersebut seperti “mencari satu butir pasir di tengah gurun.”

“Ini adalah perlombaan melawan waktu, karena sangat penting menemukan penerbang yang jatuh secepat mungkin, sambil tetap menyesatkan musuh,” ujar Ratcliffe.

CIA bahkan menjalankan operasi tipu daya untuk membingungkan pasukan Iran yang juga memburu awak tersebut.

Meski terluka, awak kedua berhasil menghindari pasukan Iran, melintasi medan berat, mengobati lukanya sendiri, dan akhirnya mengirimkan lokasi kepada militer AS.

Trump menyebut operasi kedua melibatkan lebih dari 150 pesawat. “Banyak di antaranya adalah tipu daya. Kami ingin mereka berpikir dia berada di lokasi lain karena mereka memiliki kekuatan militer besar di sana,” ujarnya.

Dua pesawat besar AS, dilaporkan jenis C-130, mendarat dengan membawa helikopter kecil yang dirakit langsung di lapangan. Namun situasi kembali memburuk ketika pesawat besar tersebut terjebak pasir dan tidak bisa lepas landas.

Akibatnya, evakuasi harus dilakukan dengan pesawat kecil dalam beberapa gelombang. Sejumlah pesawat, termasuk C-130, akhirnya dihancurkan di darat agar tidak jatuh ke tangan musuh—dengan total kerugian diperkirakan lebih dari 250 juta dolar AS.

Lebih dari 50 jam di wilayah musuh

Setelah lebih dari 50 jam operasi berisiko tinggi, kedua awak F-15 akhirnya berhasil dibawa kembali ke wilayah aman.

“Dua operasi ini mencerminkan kewajiban paling suci negara kita kepada anggota militer,” kata Caine.

“Kami tidak akan meninggalkan siapa pun,” tambahnya.

Baca juga: Momen Genting di Balik Penyelamatan Kru F-15 AS, Sempat Ditembaki Iran

Tag:  #wilayah #musuh #seberapa #bahaya #penyelamatan #awak

KOMENTAR