Bantah Klaim AS, Iran Enggan Pindahkan Persediaan Uranium ke Luar Negeri
- Pejabat tinggi Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan Iran tidak berniat untuk mentransfer persediaan uranium yang diperkaya ke luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara Rusia RIA Novosti pada Jumat (29/5/2026).
Menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Iran setuju memindahkan uranium ke AS.
“(Teheran) tidak berniat untuk mentransfer uranium yang diperkaya ke negara ketiga,” kata kepala Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran tersebut. dilansir CNN, Jumat
Baca juga: Iran Tegaskan Pendirian soal Uranium, Tak Goyah oleh Tekanan Trump
AS dan Iran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka Selat Hormuz.
Namun, pertanyaan tentang uranium masih belum terselesaikan dan menjadi bagian penting dari negosiasi selanjutnya.
Pembicaraan tersebut kemungkinan akan berfokus pada hampir 1000 pon uranium yang telah dimurnikan hingga 60 persen.
Baca juga: Trump Sebut Iran Setuju Serahkan Uranium ke AS untuk Dihancurkan
Iran tak akan mundur dari garis merah soal Uranium
Azizi juga sempat menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dari "garis merahnya" di bawah tekanan retorika Donald Trump, Rabu (27/5/2026) malam.
Dia mengatakan bahwa garis merah Iran meliputi hak untuk memperkaya uranium, kepemilikan uranium yang diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, dan pencabutan sanksi.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Azizi menekankan retorika Trump tidak akan membuat Iran mundur dari garis merahnya.
Dia menambahkan, Trump "yang mencari jalan keluar dari kebuntuan strategis ini," bergantian antara melontarkan ancaman dan mengupayakan kesepakatan.
Teheran sendiri telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan melepaskan persediaan uranium yang diperkaya, dan bersikeras tidak sedang mengejar senjata nuklir.
Baca juga: Pejabat AS Klaim Iran Setuju Serahkan Pasokan Uranium
Trump sebut Iran setuju serahkan uranium ke AS
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.
Sebelumnya, Trump mengatakan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran akan segera dipindahkan ke AS untuk dihancurkan.
Uranium tersebut akan dihancurkan di AS atau dihancurkan di tempat maupun di lokasi lain yang dapat diterima.
"Uranium yang diperkaya (Debu Nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dihancurkan,” kata Trump di Truth Social, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Upaya Damai Terancam Gagal, Mojtaba Khamenei Ogah Keluarkan Uranium dari Iran
“Atau, lebih disukai, bekerja sama dan berkoordinasi dengan Republik Islam Iran, dihancurkan di tempat atau di lokasi lain yang dapat diterima, dengan Komisi Energi Atom, atau yang setara dengannya, menjadi saksi proses dan peristiwa ini," sambungnya.
Menurut laporan CBS News, Senin, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan Iran pada prinsipnya setuju untuk membuang uranium yang diperkaya tinggi dalam negosiasi dengan AS.
Para pejabat masih mengkaji detail mekanisme pembuangan uranium yang diperkaya tersebut, lanjut pejabat senior itu.
Tag: #bantah #klaim #iran #enggan #pindahkan #persediaan #uranium #luar #negeri