Qatar Beri Sinyal Serangan Besar AS ke Iran, Sebut Situasi Hampir Lepas Kendali
Jembatan B1, sehari setelah serangan Amerika Serikat yang menghancurkan jembatan terbesar di Iran sekaligus tertinggi di Timur Tengah itu, yang terletak di Kota Karaj, difoto pada 3 April 2026.(AFP/ATTA KENARE)
19:36
7 April 2026

Qatar Beri Sinyal Serangan Besar AS ke Iran, Sebut Situasi Hampir Lepas Kendali

- Qatar memperingatkan, perang di Timur Tengah hampir tidak dapat dikendalikan lagi setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

"Kami telah memperingatkan sejak tahun 2023 bahwa eskalasi yang tidak terkendali akan membawa kita ke situasi di mana hal itu tidak dapat dikendalikan dan kita sudah sangat dekat dengan titik itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dikutip dari AFP.

"Inilah mengapa kami mendesak semua pihak untuk mencari solusi guna menemukan cara mengakhiri perang ini sebelum terlambat," tambahnya.

Baca juga: Abaikan Ancaman Trump, Negara Asia Pilih Jalur Diplomasi Amankan Selat Hormuz

Menurutnya, Qatar menghadapi bahaya terkait keamanan pangan, air, dan lingkungan. 

"Kita masih berada di ambang semua tantangan ini," jelas dia.

"Kami berharap dapat tetap berada di sana dan dapat berjalan kaki kembali dari sana ke lingkungan yang lebih aman. Namun, jelas kami sangat prihatin dengan semua yang terjadi saat ini," sambungnya.

Baca juga: Serangan AS-Israel Sasar Sinagoge di Teheran, Bangunan Hancur Total

Tak ada pemenang dalam perang

Ia menekankan, perang tidak menguntungkan kepentingan jangka panjang negara mana pun. 

“Tidak ada pemenang jika perang ini berlanjut,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

Juru bicara tersebut juga menyinggung penargetan sumber daya dan infrastruktur penting baru-baru ini.

Ia menegaskan, serangan terhadap infrastruktur sipil dan energi oleh pihak mana pun tidak dapat diterima.

Al-Ansari turut membahas meningkatnya gesekan seputar koridor maritim regional, khususnya titik transit minyak terpenting di dunia.

“Hormuz adalah selat alami, bukan kanal, dan semua negara di kawasan ini berhak untuk menggunakannya secara bebas,” tuturnya.

Baca juga: Media Israel Sebut Mojtaba Khamenei Tak Sadarkan Diri, Kritis di Iran

Ultimatum Trump

Trump sebelumnya mengatakan, seluruh negara Iran dapat dihancurkan dalam satu malam jika ultimatumnya untuk membuka kembali selat tersebut tidak dipenuhi pada Selasa (7/4/2026) malam waktu AS atau Rabu (8/4/2026) waktu Indonesia Barat.

Negara-negara Teluk sejauh ini telah menghadapi serangan drone dan rudal berulang kali dari Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Ini merupakan tanggapan Iran terhadap serangan AS dan Israel yang dimulai pada akhir Februari.

Iran telah menargetkan infrastruktur hidrokarbon di negara-negara Teluk yang kaya minyak, sekaligus secara efektif menutup Selat Hormuz yang biasanya dilalui oleh seperlima dari total produksi minyak global.

Tag:  #qatar #beri #sinyal #serangan #besar #iran #sebut #situasi #hampir #lepas #kendali

KOMENTAR