AS Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Trump Sindir Negara yang Butuh tapi Pelit
- Presiden Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat telah mengirim kapal perang Angkatan Laut ke Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, pengerahan kapal perang itu bertujuan untuk membersihkan ranjau laut.
"Kita punya kapal penyapu ranjau di sana. Kita sedang menyisir selat itu," kata Trump, dikutip dari AFP, Minggu (12/4/2026).
"Kita akan membuka selat itu meskipun kita tidak menggunakannya, karena ada banyak negara lain di dunia yang menggunakannya, tetapi mereka takut, lemah, atau pelit," sambungnya.
Namun, Iran membantah pernyataan tersebut dan mengeklaim telah menggunakan kekuasaannya atas jalur air sempit itu.
Baca juga: 2 Kapal Perang AS Bersihkan Ranjau Selat Hormuz, Iran Respons Keras
Trump tegaskan tak dibantu NATO
Trump kembali menyuarakan kekecewaannya terhadap sekutu dari NATO yang tetap berada di "pinggir lapangan" selama perang.
"Kita tidak dibantu oleh NATO, itu yang bisa saya katakan," tegas dia.
Diketahui, Iran sebelumnya telah memberikan rute alternatif bagi kapal yang akan melintasi Selat Hormuz agar tidak terkena ranjau.
Ini merupakan respons atas serangan AS-Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari.
Baca juga: 8 Jam Berunding, Negosiasi AS-Iran di Pakistan Masuki Fase Kritis
Ngotot menang perang
Trump juga mengaku tidak peduli tentang hasil pembicaraan AS-Iran di Pakistan.
Dia menegaskan, AS telah keluar sebagai pemenang dari perang tersebut.
"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya. Alasannya adalah karena kita telah menang," jelas dia.
"Kami sedang dalam negosiasi yang sangat mendalam dengan Iran. Kami akan menang apa pun yang terjadi. Kami telah mengalahkan mereka secara militer," sambungnya.
Trump menyampaikan, Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS di ibu kota Pakistan, Islamabad, dalam diskusi dengan Iran yang memasuki hari kedua.
Baca juga: Eropa Akan Hadapi Krisis Bahan Bakar Pesawat jika Selat Hormuz Tetap Ditutup
Negosiasi AS-Iran
Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).
Perundingan perdamaian tingkat tinggi antara AS dan Iran memasuki hari kedua pada Minggu (12/4/2026) pagi.
Gedung Putih mengatakan, pembicaraan berlanjut hingga melewati tengah malam.
Sementara, media Iran menuduh AS mengajukan tuntutan berlebihan di Selat Hormuz, yang dilalui oleh seperlima minyak dunia.
Baca juga: Iran Klaim AS Turuti Cairkan Aset Beku Rp 102 T, Washington Bantah
Seorang pejabat Pakistan menuturkan, pembicaraan berjalan ke arah yang benar.
"Saya dapat mengatakan bahwa diskusi berjalan positif dan suasana secara keseluruhan ramah," ujar pejabat tersebut yang berbicara dengan syarat anonim.
Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya, para pejabat Iran dan AS bertemu langsung, bersama dengan Pakistan, dan tidak berbicara melalui mediator yang bolak-balik antar ruangan.
Iran menginginkan kehadiran Vance karena posisinya yang tinggi dan laporan tentang penentangannya terhadap perang pada awalnya.
Tag: #kirim #kapal #perang #selat #hormuz #trump #sindir #negara #yang #butuh #tapi #pelit