AS Tuding Iran Tak Bisa Temukan Ranjau Laut yang Ditanam di Selat Hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz. Mirip Iran, Trump Sebut AS Bisa Tarik Biaya Tol untuk Melewati Selat Hormuz(GOOGLE MAPS)
08:24
12 April 2026

AS Tuding Iran Tak Bisa Temukan Ranjau Laut yang Ditanam di Selat Hormuz

- Amerika Serikat menuding Iran tak mampu menemukan dan menyingkirkan ranjau yang ditanamnya di Selat Hormuz.

Menurut pejabat AS, dikutip dari New York Times, hal ini adalah salah satu alasan mengapa Iran belum mampu segera mematuhi peringatan Presiden Trump untuk mengizinkan lebih banyak lalu lintas melewati selat tersebut. 

Hal ini juga berpotensi menjadi faktor yang mempersulit upaya negosiasi Iran dan AS di Pakistan akhir pekan ini untuk pembicaraan perdamaian.

Pejabat AS mengatakan, jalur-jalur tersebut terbatas sebagian besar karena Iran memasang ranjau di selat itu secara sembarangan. 

Namun, tidak jelas apakah Iran mencatat lokasi setiap ranjau yang mereka pasang. Bahkan, mereka menilai bahwa beberapa ranjau kemungkinan hanyut atau berpindah tempat.

Baca juga: AS Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Trump Sindir Negara yang Butuh tapi Pelit

Menyingkirkan ranjau laut jauh lebih sulit

Seperti halnya ranjau darat, menyingkirkan ranjau laut jauh lebih sulit daripada memasangnya. 

Militer AS kekurangan kemampuan penyingkiran ranjau yang andal dan hanya mengandalkan kapal tempur pesisir yang dilengkapi dengan kemampuan penyapu ranjau. 

Iran juga tidak memiliki kemampuan untuk menyingkirkan ranjau dengan cepat, bahkan ranjau yang mereka tanam sendiri.

Baca juga: Trump Ancam China jika Berani Kirim Senjata ke Iran, Akan Hadapi Masalah Besar

Dalam unggahan media sosial yang membahas jeda dalam perang AS dengan Iran, Presiden Trump mengatakan bahwa gencatan senjata selama dua minggu bergantung pada pembukaan Selat Hormuz.

Pada Rabu (8/4/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, selat tersebut akan dibuka untuk lalu lintas dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis. 

Para pejabat AS menilai, komentar Araghchi tentang keterbatasan teknis merujuk pada ketidakmampuan Iran untuk segera menemukan atau menyingkirkan ranjau tersebut.

Baca juga: 2 Kapal Perang AS Bersihkan Ranjau Selat Hormuz, Iran Respons Keras

AS kirim kapal penyapu ranjau

Kapal kargo Mayuree Naree dari Thailand yang diserang di Selat Hormuz Iran, terbakar pada 11 Maret 2026. Selat Hormuz ditutup imbas dari perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.ROYAL THAI NAVY via AFP Kapal kargo Mayuree Naree dari Thailand yang diserang di Selat Hormuz Iran, terbakar pada 11 Maret 2026. Selat Hormuz ditutup imbas dari perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, Trump menyatakan, AS telah mengirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz.

"Kita punya kapal penyapu ranjau di sana. Kita sedang menyisir selat itu," kata Trump, dikutip dari AFP, Minggu (12/4/2026).

"Kita akan membuka selat itu meskipun kita tidak menggunakannya, karena ada banyak negara lain di dunia yang menggunakannya, tetapi mereka takut, lemah, atau pelit," sambungnya.

Dua kapal penyapu ranjau yang dikirim adalah USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy, dikutip dari AFP.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengatakan, pasukan AS tambahan, termasuk drone bawah air dapat bergabung dalam upaya tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga: 8 Jam Berunding, Negosiasi AS-Iran di Pakistan Masuki Fase Kritis

Iran pasang ranjau laut untuk balas AS-Israel

Bulan lalu, Iran menggunakan kapal-kapal kecil untuk memasang ranjau di selat tersebut, sebagai respons atas serangan AS dan Israel. 

Ranjau-ranjau tersebut, ditambah ancaman serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran, memperlambat jumlah kapal tanker minyak dan kapal lain yang melewati selat tersebut.

Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga energi dan memberi Iran pengaruh terbaiknya dalam perang.

Iran membiarkan jalur melalui selat tersebut tetap terbuka, memungkinkan kapal-kapal yang membayar tol untuk melewatinya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran telah mengeluarkan peringatan bahwa kapal dapat bertabrakan dengan ranjau laut, dan organisasi berita semi-resmi telah menerbitkan peta yang menunjukkan rute aman.

Tag:  #tuding #iran #bisa #temukan #ranjau #laut #yang #ditanam #selat #hormuz

KOMENTAR