Trump Dinilai ''Halu'', Demokrat Minta Tes Demensia ke Gedung Putih
Seorang anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, mendesak agar Presiden Donald Trump menjalani tes kognitif terkait kondisi mentalnya.
Permintaan ini disampaikan secara tertulis kepada dokter Gedung Putih setelah sejumlah pernyataan dan perilaku Trump dinilai semakin tidak konsisten.
Dalam suratnya, sebagaimana dilansir 9News pada Sabtu (11/4/2026), Raskin mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap kondisi mental presiden. Ia menulis, “Para ahli berulang kali memperingatkan bahwa Presiden telah menunjukkan tanda-tanda demensia yang konsisten dan penurunan kognitif.”
Baca juga: Trump Klaim Dibantu Negara Lain untuk Blokade Hormuz, Sebut Negara Teluk
Ia juga menambahkan, “Dalam beberapa hari terakhir, negara menyaksikan pernyataan publik dan luapan emosi Presiden Trump menjadi semakin tidak koheren, mudah berubah, penuh kata-kata kasar, tidak stabil, dan mengancam.”
Menurut Raskin, kondisi yang tampak memburuk ini telah memicu kekhawatiran luas di seluruh negeri, bahkan lintas spektrum politik, terkait kemampuan kognitif dan kelayakan Trump untuk tetap menjabat.
Sorotan pada pernyataan kontroversial
Raskin secara khusus menyoroti unggahan media sosial Trump pada Minggu Paskah yang dinilai tidak biasa dan vulgar.
Dalam unggahan tersebut, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran. Ia bahkan menggunakan kata-kata kasar untuk mendesak Iran membuka Selat Hormuz.
Selain itu, Raskin juga menyinggung kesulitan Trump saat menuruni tangga Gedung Putih pada hari yang sama sebagai indikasi lain yang mengkhawatirkan.
Perbandingan dengan kasus Biden
Joe Biden dan Donald Trump
Dalam suratnya, Raskin juga mengingatkan bahwa Partai Republik sebelumnya pernah menuntut transparansi serupa terhadap kondisi mental Presiden Joe Biden.
Ia menyoroti langkah anggota DPR dari Partai Republik, James Comer, yang pernah memanggil dokter Gedung Putih untuk memberikan informasi terkait kapasitas kognitif Biden.
Raskin menekankan bahwa Trump kini berada di usia yang sama dengan Biden pada periode yang sama dalam masa kepresidenannya, yang saat itu juga menuai banyak pertanyaan tentang kondisi mental.
Baca juga: IRGC Siapkan “Pusaran Mematikan” di Selat Hormuz Usai Ancaman Blokade Trump
Respons keras Gedung Putih
Gedung Putih menanggapi tudingan tersebut dengan nada keras. Seorang juru bicara menyampaikan kritik tajam terhadap Raskin yang dianggap “tidak pintar.”
Ia menambahkan, “Ketajaman Presiden Trump, energi yang tak tertandingi, dan aksesibilitas historisnya sangat kontras dengan apa yang kita lihat selama empat tahun terakhir ketika Demokrat seperti Raskin dengan sengaja menutupi penurunan mental dan fisik serius Joe Biden dari rakyat Amerika.”
Munculnya wacana Amandemen ke-25
Di tengah polemik ini, sejumlah komentator konservatif juga mulai menyerukan penggunaan Amandemen ke-25 untuk mencopot Trump dari jabatannya.
Amandemen tersebut memungkinkan wakil presiden dan mayoritas kabinet menyatakan bahwa presiden tidak mampu menjalankan tugasnya.
Kongres kemudian memiliki waktu 48 jam untuk melakukan pemungutan suara, dengan syarat dukungan dua pertiga di kedua kamar.
Komentator InfoWars, Alex Jones, bahkan menyatakan bahwa Trump sudah tidak layak menjabat.
“Bagaimana kita menerapkan Amandemen ke-25 terhadap dia?” ujarnya.
“Trump benar-benar terdengar seperti penjahat super yang tidak terkendali dari film komik Marvel.”
Trump klaim lulus tes kognitif
Di sisi lain, Trump diketahui telah beberapa kali menjalani tes kognitif dalam setahun terakhir dan kerap membanggakan hasilnya. Tes tersebut umumnya digunakan untuk mendeteksi kemungkinan demensia.
Sementara itu, Raskin—yang juga dikenal luas sejak perannya dalam sidang pemakzulan kedua Trump dan penyelidikan peristiwa 6 Januari—terus mendorong agar hasil tes kognitif presiden dibuka ke Kongres demi transparansi.
Baca juga: Trump Ngamuk Negosiasi AS-Iran Gagal, Mulai Blokade Selat Hormuz
Tag: #trump #dinilai #halu #demokrat #minta #demensia #gedung #putih