Turkiye Sebut AS-Iran Tulus Mau Gencatan Senjata, tapi Dirusak Israel
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan saat berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, di Doha pada 19 Maret 2026.(AFP/KARIM JAAFAR)
18:54
13 April 2026

Turkiye Sebut AS-Iran Tulus Mau Gencatan Senjata, tapi Dirusak Israel

- Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan pada Senin (13/4/2026) mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan Iran sebenarnya tulus ingin gencatan senjata, tetapi ada faktor eksternal yang dapat mengganggu prosesnya.

Hal itu disampaikan Fidan dalam wawancara dengan kantor berita Turkiye Anadolu, setelah perundingan AS-Iran yang dimediasi Pakistan akhir pekan lalu gagal membuahkan hasil.

Fidan pun mengaku terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi tersebut.

Baca juga: China Jadi Kunci Rahasia Gencatan Senjata Iran-AS, Lanjut Negosiasi Damai

“Kedua pihak berniat tulus tentang gencatan senjata,” ujar Fidan, dikutip dari AFP.

Kendati demikian, ia mengingatkan adanya potensi faktor eksternal yang dapat mengganggu proses tersebut.

“Kita selalu perlu mempertimbangkan potensi Israel untuk bertindak sebagai perusak,” imbuhnya.

Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).AFP/POOL/JACQUELYN MARTIN Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).Gagalnya pembicaraan terbaru ini sekaligus memupus harapan tercapainya kesepakatan cepat, guna mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Perang tersebut telah menewaskan ribuan orang serta mengguncang perekonomian global.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas kegagalan itu. Ia menilai Teheran tidak bersedia meninggalkan ambisi nuklirnya.

Baca juga: Diberi Rute Khusus, 3 Kapal Ini Berhasil Lewati Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata

Menanggapi hal itu, Fidan mengatakan bahwa Iran kemungkinan masih akan menelaah proposal dari Amerika.

Ia menambahkan, isu nuklir—terutama terkait pengayaan uranium—berpotensi menjadi hambatan utama dalam perundingan.

“Saya berpikir bahwa jika masalah nuklir sampai pada situasi ‘semua atau tidak sama sekali’, terutama mengenai pengayaan, kita mungkin akan menghadapi hambatan serius,” kata Fidan.

Menurut dia, peran mediator tetap diperlukan untuk mencari jalan keluar. “Semoga, kita akan mencoba mengatasi ini dengan dukungan beberapa mediator,” ujarnya.

Turkiye sendiri, meskipun dikenal sebagai pengkritik keras Israel, turut terlibat upaya diplomatik bersama Mesir dan Pakistan untuk mendorong tercapainya gencatan senjata.

Baca juga: AS Curiga China Kirim Senjata ke Iran Saat Gencatan Senjata, Beijing Membantah

Masalahnya bukan di Selat Hormuz

Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.NASA EARTH OBSERVATORY via AFP Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.Sementara itu, situasi semakin kompleks setelah Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi distribusi energi global.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran terkait pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Fidan lalu menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur diplomasi.

“Negosiasi dengan Iran harus dilakukan, metode persuasi harus digunakan, dan selat tersebut harus dibuka sesegera mungkin,” ujar Menlu Turkiye sejak 2023 itu.

Namun, ia menilai persoalan utama bukan sekadar pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baca juga: Iran Respons AS Blokade Selat Hormuz: Sebut Trump Konyol, Siapkan Balasan Besar

“Masalah (pembukaan Selat Hormuz) mungkin dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 2-3 minggu, dengan semacam kesepakatan. Masalahnya bukan di situ,” kata Fidan.

Ia menegaskan, isu yang lebih krusial adalah kondisi pasca-konflik dan potensi munculnya dinamika baru.

“Pertanyaan sebenarnya apakah sesuatu akan muncul setelah itu dan akan membawa fase baru... Karena ini zona pelayaran bebas internasional."

"Gangguan apa pun terhadap kebebasan navigasi bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh para pihak,” imbuhnya.

Fidan juga menyebut negara-negara di kawasan memiliki pandangan serupa terkait situasi ini

“Mereka menginginkan tatanan pasca-perang tetap sama seperti tatanan pra-perang. Mereka memiliki kepentingan dan harapan besar dalam hal ini,” kata dia.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja AS Blokade Selat Hormuz?

Tag:  #turkiye #sebut #iran #tulus #gencatan #senjata #tapi #dirusak #israel

KOMENTAR