Rusia Dituduh Bawa Gandum Curian ke Pelabuhan Haifa, Israel Diminta Bertindak
Ukraina menuduh kapal Rusia, ABINSK, yang bersandar di Pelabuhan Haifa, tengah membawa gandum curian.
Tuduhan itu memicu desakan Kyiv pada Israel agar segera menahan kapal tersebut. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menghubungi Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar untuk membahas persoalan ini.
Dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir The Times of Israel, Rabu (15/4/2026), ia menegaskan bahwa “ekspor ilegal produk pertanian Ukraina yang dicuri merupakan bagian dari upaya perang Rusia yang lebih luas. Perdagangan ilegal dengan barang curian seperti itu tidak boleh dibiarkan.”
Baca juga: Curhat Zelensky, AS Tak Punya Waktu untuk Ukraina gara-gara Perang Iran
Selain itu, Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgen Korniychuk, juga telah bertemu pejabat senior Kementerian Luar Negeri Israel untuk meminta agar kapal tersebut dicegah bersandar. Namun, kapal itu tetap diizinkan masuk pelabuhan.
Tekanan diplomatik meningkat
Setelah kapal tersebut bersandar, Jaksa Agung Ukraina bertemu dengan Duta Besar Israel untuk Kyiv, Michael Brodsky, dan meminta agar Israel mencegah kapal itu meninggalkan pelabuhan.
Kedutaan Besar Ukraina di Israel menyebut kedatangan kapal tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan teritorialnya.”
“Kami menyerukan kepada otoritas Israel untuk memeriksa secara menyeluruh masalah ini, bertindak sesuai dengan kewajiban internasional mereka, dan memastikan bahwa wilayah Negara Israel tidak digunakan sebagai jalur untuk pemindahan barang yang berasal dari aktivitas ilegal,” demikian pernyataan kedutaan.
Dugaan keterlibatan shadow fleet
Sejak Rusia menguasai sebagian besar wilayah pertanian Ukraina pada awal 2022, Kyiv berulang kali menuduh Moskwa memanen dan mengekspor gandum secara ilegal ke negara ketiga.
Praktik ini sering melibatkan kapal-kapal dari apa yang disebut shadow fleet atau armada bayangan.
Baca juga: Tak Lagi Andalkan AS, Negara Teluk Borong Drone Pencegat Murah dari Ukraina
Kapal dalam jaringan ini biasanya memiliki struktur kepemilikan yang tidak transparan dan kerap beroperasi tanpa asuransi Barat atau sertifikasi keselamatan yang memadai.
Kondisi kapal yang tua dan kurang terawat juga meningkatkan risiko tumpahan minyak, kerusakan mekanis, serta ancaman terhadap ekosistem laut.
Dampak terhadap Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dalam pertemuan yang berlangsung di Moskwa.
Pelabuhan Haifa sendiri dikenal sebagai pusat logistik penting di kawasan, terutama saat gangguan pengiriman di Teluk meningkat akibat konflik dengan Iran.
Namun, belum jelas apakah gandum tersebut ditujukan untuk pasar domestik Israel atau akan dikirim ke negara lain melalui jalur darat.
Jika terbukti membawa gandum curian, insiden ini berpotensi membuat Israel melanggar sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat dan komunitas internasional terhadap Rusia.
Adapun hubungan antara Israel dan Ukraina telah lama berada dalam posisi rumit. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berusaha menjaga posisi netral antara Moskwa dan Kyiv.
Sikap ini antara lain dipengaruhi oleh pertimbangan strategis Israel terhadap Rusia, termasuk dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Paskah
Tag: #rusia #dituduh #bawa #gandum #curian #pelabuhan #haifa #israel #diminta #bertindak