Turkiye Turun Tangan Redam Ketegangan AS-Iran, Minta Fokus pada Perdamaian
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan saat berbicara kepada media dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson di Ankara, Turkiye, 8 November 2022.(AP PHOTO/BURHAN OZBILICI)
19:36
15 April 2026

Turkiye Turun Tangan Redam Ketegangan AS-Iran, Minta Fokus pada Perdamaian

- Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pada Rabu (15/4/2026), Ankara sedang berupaya untuk memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Erdogan ingin meredakan ketegangan, memastikan kelanjutan pembicaraan, dan menambahkan bahwa Turkiye berharap adanya negosiasi meskipun ada hambatan.

"Pernyataan dari kedua pihak menunjukkan bahwa, meskipun meja perundingan belum digulingkan, mereka telah menemui hambatan dalam isu nuklir," kata Erdogan dilansir Reuters, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Kukuh Blokade Selat Hormuz


Terlebih ketegangan juga kembali meningkat terkait Selat Hormuz. Sehingga Turkiye mengambil inisiatif untuk bisa mengurangi ketegangan.

"Kami menyampaikan saran-saran yang diperlukan dan melaksanakan inisiatif untuk meredakan ketegangan, memperpanjang gencatan senjata, dan menjaga perundingan. Tidak mungkin bernegosiasi dengan tangan mengepal," tambahnya.

Turkiye, yang merupakan negara tetangga Iran, telah menjalin kontak erat dengan AS, Iran, dan mediator Pakistan. Ankara juga berulang kali menyerukan diakhirinya perang.

Berbicara kepada para anggota parlemen, Erdogan mengatakan bahwa serangan Israel di Lebanon merusak harapan perdamaian.

Baca juga: Rusia Dukung Pendirian Nuklir Iran, Dorong Lanjutkan Negosiasi dengan AS

Namun, dia menambahkan bahwa peluang yang tercipta oleh gencatan senjata harus dimanfaatkan.

"Mungkin ada kesulitan dan masalah rumit yang membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan, tetapi ketika fokusnya adalah pada perdamaian, dan tindakan diambil dengan perspektif jangka panjang, sebagian besar masalah ini dapat diselesaikan," kata Erdogan.

Sementara itu, sebuah sumber diplomatik Turkiye mengatakan, menteri luar negeri dari Turki, Pakistan, Arab Saudi, dan Mesir akan bertemu di sela-sela forum diplomasi di provinsi Antalya, Turkiye selatan, pada akhir pekan.

Menurut informasi tersebut, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga dijadwalkan hadir.

Baca juga: 24 Jam Blokade Selat Hormuz: Pelabuhan Iran Lumpuh, Negosiasi Berpeluang Lanjut

Perundingan putaran kedua AS dan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.AFP/KENT NISHIMURA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengungkapkan, putaran kedua perundingan damai dengan Iran kemungkinan akan digelar di Pakistan dalam dua hari ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sesi wawancara virtual dengan jurnalis The New York Post yang berada di Islamabad, Pakistan, Selasa (14/4/2026) waktu setempat.

"Sebaiknya kalian tetap di sana karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," kata Trump.

Baca juga: Demokrat Ancang-ancang Makzulkan Donald Trump, Siapkan Panel Khusus

Dia menambahkan, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir melakukan pekerjaan hebat dalam mengatur pembicaraan tersebut.

"Dia fantastis, dan karena itu kemungkinan besar kita akan kembali ke sana," kata Trump.

Meski memberikan sinyal hijau terkait kelanjutan diplomasi, Trump memastikan bahwa dirinya tidak akan terlibat secara langsung dalam pertemuan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang akan mewakili delegasi AS, sebagaimana dilansir The New York Times.

Tag:  #turkiye #turun #tangan #redam #ketegangan #iran #minta #fokus #pada #perdamaian

KOMENTAR